Tips Tetap Terhidrasi di Tengah Cuaca Panas Saat Bulan Puasa
Nisrina - Saturday, 21 February 2026 | 10:15 AM


Bayangkan skenario ini: Adzan Maghrib baru saja berkumandang. Setelah seharian menahan lapar dan dahaga di bawah terik matahari yang makin hari makin nggak masuk akal panasnya, hal pertama yang kamu cari adalah segelas es teh manis atau air putih dingin. Rasanya? Nikmat tiada tara. Tapi, sesaat setelah tegukan pertama yang melegakan itu, tiba-tiba muncul beban pikiran: "Waduh, hari ini gue harus ngejar target delapan gelas air putih sebelum subuh nanti."
Kita semua tumbuh besar dengan doktrin yang sama: minum delapan gelas air putih sehari adalah hukum wajib kalau nggak mau ginjal "ngambek" atau kulit jadi kusam kayak kertas amplas. Apalagi saat bulan Ramadan, muncul berbagai infografis cantik di media sosial yang menyarankan pola 2-4-2 (dua gelas saat buka, empat gelas sepanjang malam, dua gelas saat sahur). Pertanyaannya, apakah angka delapan ini benar-benar angka sakti hasil penelitian medis yang mutakhir, atau jangan-jangan ini cuma strategi pemasaran yang sangat jenius dari industri air minum dalam kemasan?
Asal-usul Angka Delapan yang Misterius
Kalau kita mau jujur-jujuran, jarang ada yang tahu dari mana asal angka delapan gelas itu. Ternyata, usut punya usut, mitos ini diduga kuat berakar dari rekomendasi Food and Nutrition Board Amerika Serikat tahun 1945. Saat itu, mereka menyebutkan bahwa orang dewasa butuh sekitar 2,5 liter air per hari. Tapi—dan ini tapi yang sangat besar—banyak orang melewatkan kalimat berikutnya: "sebagian besar dari jumlah ini terkandung dalam makanan."
Ya, kamu nggak salah baca. Tubuh kita itu canggih, bukan sekadar tabung kosong yang cuma bisa diisi lewat kerongkongan. Sayur sop yang kamu makan saat buka puasa, buah semangka yang segar itu, bahkan nasi yang kamu konsumsi pun mengandung air. Namun, industri air minum menangkap peluang ini dengan cara yang berbeda. Mereka seolah menghapus narasi "air dari makanan" dan menggantinya dengan "air dari botol." Akhirnya, kita jadi merasa berdosa kalau belum menghabiskan delapan gelas air mineral murni. Strategi fear-mongering alias menakut-nakuti konsumen ini terbukti ampuh bikin penjualan air kemasan melonjak tajam.
Kenapa Ramadan Jadi Medan Perang Hidrasi?
Masalahnya, menerapkan aturan delapan gelas di bulan Ramadan itu susahnya minta ampun. Jeda waktu antara buka puasa sampai sahur itu tergolong singkat. Kalau kita memaksakan diri menenggak air secara ugal-ugalan demi memenuhi kuota delapan gelas, yang ada malah perut jadi kembung alias begah. Alih-alih merasa segar, kita malah merasa kayak galon berjalan yang kalau kena guncangan sedikit langsung bunyi kopyok-kopyok.
Secara biologis, memaksakan minum air dalam jumlah banyak dalam waktu singkat juga nggak efektif. Ginjal kita punya batas kecepatan untuk memproses cairan. Kalau kamu minum satu liter air dalam sepuluh menit, ginjalmu bakal "panik" dan langsung membuangnya lewat urin. Hasilnya? Kamu bakal bolak-balik ke kamar mandi setiap lima belas menit. Bukannya terhidrasi sampai siang hari saat puasa, airnya malah langsung numpang lewat doang di malam hari.
Dengarkan Tubuhmu, Bukan Sekadar Infografis
Setiap orang punya kebutuhan cairan yang berbeda-beda. Seorang kuli bangunan yang kerja di bawah matahari tentu butuh air lebih banyak dibanding admin media sosial yang kerjanya di ruangan ber-AC sambil dengerin lagu galau. Menyamaratakan semua orang harus minum delapan gelas itu ibarat bilang semua orang harus pakai sepatu ukuran 42. Nggak nyambung, kan?
Cara paling gampang untuk tahu apakah kamu kurang minum atau nggak sebenarnya simpel banget: dengerin alarm alami tubuh, yaitu rasa haus. Tuhan sudah menciptakan mekanisme haus yang sangat sensitif. Kalau kamu nggak merasa haus dan warna urinmu kuning terang (bukan kuning pekat kayak teh botol), berarti hidrasimu sudah cukup. Nggak perlu merasa overthinking gara-gara baru minum lima gelas sementara jam sudah menunjukkan waktu imsak.
Gimmick Marketing atau Kebutuhan?
Kita nggak bisa memungkiri kalau industri air minum punya peran besar dalam melanggengkan mitos ini. Iklan-iklan di TV seringkali menggambarkan orang yang lemas, nggak fokus, dan gagal konsentrasi hanya karena kurang minum sedikit. Tentu saja, dehidrasi itu nyata dan bahaya. Tapi, membuat kita merasa harus selalu membawa botol minum ke mana-mana dan menghitung jumlah tegukan adalah cara mereka memastikan produk mereka tetap laku keras.
Di bulan Ramadan, tren ini makin menjadi-jadi dengan embel-embel "tips sehat puasa". Padahal, yang lebih penting dari sekadar jumlah gelas adalah apa yang kamu minum. Kebanyakan dari kita merasa sudah terhidrasi karena minum es buah, sirup, atau kopi saat sahur. Padahal, minuman tinggi gula dan kafein justru bersifat diuretik yang bikin kita lebih sering buang air kecil dan malah mempercepat dehidrasi.
Jangan Jadi Budak Galon
Jadi, apakah kita butuh delapan gelas? Jawabannya: mungkin ya, mungkin nggak. Tergantung aktivitas, berat badan, dan apa yang kamu makan. Kalau saat buka puasa kamu sudah makan banyak buah-buahan dan kuah sayur, mungkin lima atau enam gelas air putih saja sudah lebih dari cukup. Jangan paksa tubuhmu jadi tangki air darurat.
Pesan moralnya adalah, tetaplah minum secara teratur tapi jangan terobsesi dengan angka. Jangan biarkan strategi pemasaran bikin kamu merasa gagal menjalankan hidup sehat hanya karena jumlah gelasmu kurang satu dari target. Nikmati momen buka puasamu, minum saat haus, dan yang terpenting, jangan sampai minum air putih banyak-banyak tapi makannya tetep gorengan lima biji. Itu mah sama saja bohong, guys! Hidup itu dibawa santai saja, yang penting seimbang.
Next News

Kenapa Kita Sering Bilang Belum Lima Menit Saat Makanan Jatuh?
in 2 hours

Mengapa Like dan Komentar Tak Bisa Mengobati Rasa Sepimu?
in an hour

Sering Merasa HP Bergetar Padahal Tidak? Simak Penjelasannya
in 10 minutes

Mitos atau Fakta Sinyal Ponsel Bisa Mengganggu Navigasi Pesawat
in 10 minutes

Sering Dapat Ide Pas Mandi? Kamu Gak Sendiri, Ini Alasannya
an hour ago

Cuma Pajangan? Simak Fakta Menarik Mengapa Pria Memiliki Puting
2 hours ago

Trik Tetap Produktif Meski Ngantuk Melanda Setelah Makan
3 hours ago

Mengenal Istilah Generasi Micin dan Ironi di Balik Gurihnya MSG
4 hours ago

Sering Oles Odol ke Jerawat? Kenali Risikonya Sebelum Terlambat
4 hours ago

Benarkah Mandi Malam Picu Rematik? Simak Penjelasannya di Sini
5 hours ago






