Panduan Tepat Minum Suplemen Omega 3 Kata Ahli Gizi
Nisrina - Wednesday, 18 February 2026 | 09:06 AM


Kesadaran masyarakat modern akan pentingnya menjaga kesehatan jantung dan otak kini semakin tinggi. Hal ini terlihat dari meningkatnya konsumsi berbagai jenis suplemen kesehatan di kalangan masyarakat urban. Salah satu primadona suplemen yang paling banyak dicari dan dikonsumsi adalah minyak ikan atau yang lebih dikenal dengan Omega-3. Kandungan asam lemak esensial seperti EPA dan DHA di dalamnya dipercaya memiliki segudang manfaat ajaib mulai dari menurunkan kolesterol jahat meredakan peradangan sendi hingga meningkatkan fungsi kognitif otak.
Meskipun popularitasnya sangat tinggi ternyata masih banyak orang yang keliru dalam cara mengonsumsinya. Banyak yang mengira bahwa menelan kapsul minyak ikan bisa dilakukan kapan saja sesuka hati baik itu sebelum makan dengan perut kosong atau hanya dengan segelas air putih. Padahal merujuk pada penjelasan nutrisionis atau ahli gizi yang dilansir oleh Antara News efektivitas penyerapan Omega-3 oleh tubuh sangat bergantung pada cara dan waktu kita meminumnya.
Kesalahan dalam mengonsumsi suplemen ini tidak hanya membuat uang Anda terbuang percuma karena nutrisinya tidak terserap maksimal tetapi juga bisa memicu efek samping yang tidak nyaman seperti gangguan pencernaan atau sendawa berbau amis yang mengganggu.
Aturan Wajib Konsumsi Bersama Makanan Berlemak
Kunci utama yang sering dilupakan oleh konsumen adalah sifat dasar dari Omega-3 itu sendiri. Omega-3 adalah jenis lemak dan dalam ilmu nutrisi lemak hanya bisa diserap dengan sempurna jika ada bantuan dari lemak lain. Oleh karena itu para nutrisionis sangat menyarankan agar suplemen ini dikonsumsi berbarengan dengan waktu makan besar.
Mengonsumsi kapsul Omega-3 saat perut kosong atau hanya didorong dengan air putih adalah sebuah kesalahan besar. Tanpa adanya makanan lain yang masuk enzim pencernaan yang bertugas memecah lemak atau enzim lipase tidak akan bekerja secara optimal. Akibatnya sebagian besar kandungan minyak ikan tersebut hanya akan lewat begitu saja di saluran pencernaan dan terbuang sia sia melalui sistem ekskresi tanpa sempat diserap oleh sel tubuh.
Untuk hasil penyerapan atau bioavailabilitas yang paling maksimal konsumsilah suplemen ini tepat setelah Anda menyantap makanan yang mengandung lemak sehat. Anda bisa meminumnya setelah makan siang dengan menu alpukat ikan telur yogurt atau kacang kacangan. Lemak dari makanan tersebut akan memicu pelepasan enzim pencernaan dan cairan empedu yang akan mengemulsi minyak ikan sehingga mudah diserap masuk ke dalam aliran darah.
Waktu Terbaik Adalah Waktu yang Konsisten
Banyak pertanyaan muncul mengenai apakah sebaiknya diminum pagi hari atau malam hari. Secara fisiologis tidak ada perbedaan signifikan antara meminumnya di pagi atau malam hari selama Anda meminumnya bersama makanan. Namun para ahli gizi menekankan pentingnya faktor konsistensi dalam membangun kebiasaan sehat.
Memilih waktu yang bisa Anda patuhi setiap hari adalah strategi terbaik. Jika Anda adalah tipe orang yang sarapannya sangat ringan atau bahkan sering melewatkan sarapan maka pagi hari bukanlah waktu yang tepat. Sebaliknya jika makan malam adalah waktu di mana Anda bisa makan dengan tenang dan porsi nutrisi yang lengkap maka jadikanlah makan malam sebagai jadwal rutin minum suplemen.
Konsistensi ini penting untuk menjaga kadar Omega-3 di dalam darah tetap stabil. Selain itu bagi sebagian orang yang sering mengalami efek samping acid reflux atau naiknya asam lambung setelah minum minyak ikan membagi dosis menjadi dua kali sehari pagi dan malam bisa menjadi solusi cerdas untuk meringankan beban kerja lambung.
Dosis yang Tepat Sesuai Kebutuhan Tubuh
Berbicara mengenai suplemen prinsip lebih banyak lebih baik tidak selalu berlaku. Meskipun Omega-3 adalah lemak baik mengonsumsinya secara berlebihan tetap memiliki risiko kesehatan. Dosis yang dianjurkan sangat bervariasi tergantung pada kondisi kesehatan dan tujuan masing masing individu.
Untuk orang dewasa yang sehat dan hanya bertujuan menjaga kesehatan umum organisasi kesehatan dunia umumnya merekomendasikan asupan sekitar 250 miligram hingga 500 miligram gabungan EPA dan DHA per hari. Namun bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung koroner atau kadar trigliserida yang sangat tinggi dokter mungkin akan meresepkan dosis yang jauh lebih tinggi bahkan bisa mencapai hingga 4000 miligram per hari di bawah pengawasan ketat.
Sangat penting untuk selalu membaca label kemasan produk dengan teliti. Jangan hanya melihat tulisan 1000 mg minyak ikan di depan botol tetapi perhatikan tabel fakta nutrisi di belakangnya untuk melihat berapa kandungan EPA dan DHA yang sesungguhnya. Konsultasi dengan dokter sangat disarankan terutama bagi Anda yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah karena Omega-3 dalam dosis tinggi memiliki efek mengencerkan darah yang bisa meningkatkan risiko pendarahan.
Trik Mencegah Sendawa Amis dan Gangguan Lambung
Salah satu alasan utama mengapa banyak orang berhenti mengonsumsi minyak ikan adalah karena rasa tidak nyaman di perut dan sendawa yang beraroma amis ikan atau fishy burps. Ini adalah efek samping yang wajar terjadi karena proses pencernaan minyak di dalam lambung.
Untuk meminimalisasi efek tidak menyenangkan ini ada beberapa trik yang disarankan oleh para ahli. Pertama cobalah untuk meminum suplemen di tengah tengah sesi makan. Jangan meminumnya sebelum makan atau setelah makan selesai melainkan saat Anda sedang makan. Makanan yang ada di dalam perut akan membantu menutupi bau amis tersebut.
Trik kedua yang cukup populer adalah dengan menyimpan kapsul suplemen di dalam lemari pembeku atau freezer. Menelan kapsul dalam keadaan beku akan memperlambat proses pelepasan minyak di dalam lambung. Minyak baru akan mencair dan terlepas saat kapsul sudah mencapai usus halus sehingga risiko sendawa amis dari lambung dapat berkurang secara signifikan tanpa mengurangi khasiat nutrisinya.
Cara Menyimpan Agar Tidak Menjadi Racun
Minyak ikan adalah produk yang sangat sensitif terhadap oksidasi. Jika terpapar udara panas atau cahaya matahari langsung asam lemak di dalamnya akan menjadi tengik. Mengonsumsi minyak ikan yang sudah teroksidasi atau tengik bukan hanya tidak bermanfaat tetapi justru berbahaya karena bisa memicu radikal bebas yang merusak sel tubuh.
Perhatikan tempat penyimpanan botol suplemen Anda. Hindari menyimpannya di tempat yang terkena sinar matahari langsung seperti di dekat jendela atau di dalam mobil yang panas. Tempat terbaik adalah tempat yang sejuk kering dan gelap. Menyimpannya di dalam kulkas bagian bawah bukan freezer adalah cara terbaik untuk memperpanjang umur simpan dan menjaga kesegaran minyak ikan.
Selalu cek aroma kapsul sebelum meminumnya. Jika kapsul tersebut mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat atau bau anyir yang tidak wajar segera buang dan jangan dikonsumsi. Kualitas suplemen sangat menentukan manfaat yang akan Anda dapatkan. Dengan mengikuti panduan cara minum waktu dan penyimpanan yang tepat dari para ahli gizi ini Anda memastikan setiap tetes minyak ikan yang Anda konsumsi bekerja efektif untuk menjaga jantung otak dan tubuh Anda tetap prima hingga usia senja.
Next News

4 Langkah Simpel Amankan Rumah dari Ancaman Banjir
6 hours ago

Pasangan Ngorok Bikin Stres? Lakukan Cara Ini Agar Tetap Pulas
2 hours ago

5 Tanda Kamar Kamu Penuh Energi Negatif yang Bikin Cepat Capek
3 hours ago

Sulap Suasana Rumah Jadi Berkelas Hanya dengan Wangi Diffuser
4 hours ago

Panduan Feng Shui Ruang Tamu untuk Tarik Energi Positif ke Rumah
5 hours ago

Bukan Sekadar Tren, Ini Pentingnya Unsur Alam di Rumah Kamu
6 hours ago

Solusi Redakan Stres Lewat Pencahayaan Interior Rumah
7 hours ago

Pentingnya Asupan Antioksidan Harian Demi Cegah Penuaan Dini Secara Alami
3 hours ago

7 Mitos Perawatan Rumah yang Keliru dan Merusak Perabot
4 hours ago

5 Tanaman Hias Cantik Ini Bisa Ditanam dari Biji di Dalam Rumah
5 hours ago





