7 Mitos Perawatan Rumah yang Keliru dan Merusak Perabot
Nisrina - Wednesday, 18 February 2026 | 07:04 PM


Memiliki rumah yang bersih rapi dan terawat adalah impian setiap pemilik hunian. Demi mencapai standar kebersihan tersebut banyak dari kita yang sering kali mengandalkan tips atau trik turun temurun yang didapatkan dari orang tua atau rekomendasi mulut ke mulut. Niat hati ingin berhemat dan menggunakan bahan bahan alami atau alat sederhana yang ada di rumah sering kali kita justru terjebak pada mitos perawatan yang sebenarnya keliru secara teknis.
Alih alih membuat rumah menjadi bersih berkilau beberapa kebiasaan lama ini justru berpotensi merusak material bangunan memperpendek usia perabotan dan pada akhirnya memaksa Anda mengeluarkan biaya renovasi yang jauh lebih mahal. Di tahun 2026 ini di mana material bangunan dan furnitur semakin modern dan spesifik cara perawatannya pun harus disesuaikan.
Merujuk pada ulasan Kompas Homey terdapat tujuh mitos perawatan rumah yang paling umum dipercaya masyarakat namun sebenarnya sangat berbahaya jika terus dilakukan. Artikel ini akan membedah satu per satu kesalahan fatal tersebut menjelaskan alasan ilmiah mengapa hal itu merusak dan memberikan solusi alternatif yang lebih aman dan efektif untuk menjaga aset properti Anda.
Mitos Cuka Adalah Pembersih Segala Jenis Permukaan
Cuka putih sering kali didewakan sebagai cairan ajaib serbaguna yang bisa membersihkan apa saja mulai dari noda membandel hingga kerak kapur. Memang benar bahwa cuka memiliki sifat asam yang ampuh untuk beberapa keperluan namun menggunakannya pada semua permukaan adalah kesalahan besar.
Sifat asam yang kuat pada cuka sangat korosif bagi material alam seperti batu granit marmer atau lantai batu alam lainnya. Jika Anda mengepel lantai marmer mahal Anda dengan larutan cuka asam tersebut akan memakan lapisan sealant pelindung dan membuat permukaan batu menjadi kusam kasar dan berlubang lubang kecil atau etching. Kerusakan ini bersifat permanen dan tidak bisa diperbaiki hanya dengan dipoles ulang.
Selain batu alam cuka juga berbahaya bagi layar elektronik seperti televisi atau monitor komputer karena bisa merusak lapisan anti silau. Solusi terbaik adalah menggunakan pembersih dengan pH netral khusus untuk lantai batu alam dan kain mikrofiber kering untuk layar elektronik.
Mitos Kemoceng Bulu Efektif Menghilangkan Debu
Pemandangan seseorang membersihkan rumah dengan kemoceng bulu ayam atau bulu sintetis adalah hal yang sangat klasik. Namun tahukah Anda bahwa alat ini sebenarnya tidak membersihkan rumah Anda sama sekali.
Kemoceng bulu bekerja dengan cara menyapu debu dari satu permukaan dan menerbangkannya ke udara. Debu yang beterbangan ini kemudian akan mengendap kembali di permukaan lain lantai atau bahkan terhirup masuk ke dalam sistem pernapasan penghuni rumah. Ini sangat berbahaya bagi anggota keluarga yang memiliki riwayat alergi atau asma.
Tinggalkan kemoceng bulu Anda sekarang juga. Beralihlah ke kain lap mikrofiber atau kain elektrostatis. Kain jenis ini memiliki serat khusus yang mampu menarik dan mengunci partikel debu di dalam serat kainnya sehingga debu benar benar terangkat dan hilang bukan sekadar berpindah tempat.
Mitos Koran Bekas Paling Bagus untuk Membersihkan Kaca
Zaman dahulu orang tua kita sering menggunakan koran bekas yang dibasahi air untuk mengelap kaca jendela agar bening tanpa goresan. Namun teknik ini sudah tidak relevan lagi untuk diterapkan di masa kini.
Kertas koran modern dicetak dengan tinta dan bahan kertas yang berbeda dengan zaman dahulu. Saat ini kertas koran cenderung lebih tipis dan tintanya mudah luntur jika terkena air. Menggosok kaca dengan koran basah justru akan meninggalkan residu tinta hitam di bingkai jendela dan serat serat kertas yang menempel di permukaan kaca.
Selain itu tangan Anda juga akan menjadi kotor dan hitam akibat tinta yang luntur. Cara terbaik membersihkan kaca adalah dengan menggunakan alat penyeka karet atau squeegee berkualitas dan kain mikrofiber yang bersih. Hasilnya akan jauh lebih bening bebas goresan dan tentunya bebas dari noda tinta.
Mitos Pemutih Ampuh Membersihkan Nat Keramik
Nat atau celah antar keramik kamar mandi sering kali menjadi sarang jamur dan lumut yang menghitam. Banyak orang yang langsung menyiramkan cairan pemutih pakaian atau bleach ke atas nat tersebut dengan harapan jamurnya akan mati dan nat kembali putih.
Secara visual pemutih memang bisa membuat nat terlihat putih seketika. Namun secara struktur kimia bahan keras dalam pemutih akan menggerus semen pengisi nat tersebut. Lama kelamaan nat akan menjadi rapuh berpasir dan akhirnya rontok. Jika nat rontok air bisa merembes ke bawah keramik dan menyebabkan masalah kebocoran yang serius.
Gunakanlah sikat gigi bekas dan campuran pasta soda kue atau cairan pembersih khusus nat yang tidak mengandung asam keras. Cara ini memang membutuhkan sedikit tenaga untuk menyikat namun jauh lebih aman untuk menjaga keawetan lantai kamar mandi Anda dalam jangka panjang.
Mitos Semakin Banyak Deterjen Baju Semakin Bersih
Logika "lebih banyak lebih baik" sering diterapkan saat mencuci pakaian. Kita beranggapan bahwa menuangkan deterjen melebihi takaran yang dianjurkan akan membuat noda pada pakaian lebih cepat hilang dan wanginya lebih tahan lama.
Faktanya penggunaan deterjen yang berlebihan justru akan meninggalkan residu sabun yang menempel pada serat kain. Residu ini akan membuat pakaian terasa kaku kasar dan bisa memicu iritasi kulit atau gatal gatal. Selain itu busa yang terlalu banyak juga bisa merusak komponen mesin cuci karena pompa pembuangan harus bekerja ekstra keras untuk membilasnya.
Ikutilah petunjuk takaran yang ada pada kemasan deterjen. Mesin cuci modern dirancang untuk bekerja efisien dengan jumlah air dan sabun yang pas. Pakaian Anda akan jauh lebih bersih dan awet jika dicuci dengan takaran yang tepat.
Mitos Sabun Cuci Piring Aman untuk Mencuci Mobil
Karena alasan praktis banyak orang menggunakan sabun cuci piring cair untuk mencuci bodi mobil atau motor mereka. Padahal sabun cuci piring diformulasikan khusus untuk mengangkat lemak membandel pada peralatan masak.
Kekuatan pengangkat lemak ini terlalu keras atau abrasif bagi cat kendaraan. Sabun cuci piring akan mengikis lapisan lilin atau wax pelindung cat mobil. Akibatnya cat mobil akan cepat kusam kehilangan kilapnya dan lebih rentan terhadap goresan serta oksidasi sinar matahari. Gunakanlah sampo khusus mobil yang memiliki pH seimbang dan kandungan pelicin untuk melindungi cat kendaraan kesayangan Anda.
Mitos Lemon Membersihkan Saluran Pembuangan Dapur
Memasukkan potongan kulit lemon atau jeruk nipis ke dalam saluran pembuangan wastafel dapur sering dianggap sebagai cara alami untuk mengharumkan saluran dan membersihkan sisa lemak. Aroma segarnya memang menyenangkan namun dampaknya bisa fatal.
Asam sitrat pada lemon dapat menyebabkan korosi atau karat pada pipa logam. Selain itu kulit lemon yang keras tidak bisa terurai dengan mudah di dalam pipa. Potongan kulit ini justru bisa tersangkut dan menjadi bendungan bagi kotoran lain seperti sisa nasi atau rambut sehingga menyebabkan penyumbatan total.
Untuk menjaga saluran tetap lancar dan tidak berbau cukup gunakan air panas yang disiramkan secara rutin atau campuran soda kue dan cuka yang segera dibilas dengan air panas. Hindari memasukkan benda padat apa pun ke dalam saluran pembuangan.
Dengan berhenti mempercayai dan melakukan ketujuh mitos di atas Anda telah mengambil langkah cerdas untuk melindungi investasi properti Anda. Perawatan rumah yang benar tidak harus rumit atau mahal tetapi harus didasarkan pada pengetahuan yang tepat mengenai sifat material dan bahan pembersih yang digunakan.
Next News

4 Langkah Simpel Amankan Rumah dari Ancaman Banjir
7 hours ago

Pasangan Ngorok Bikin Stres? Lakukan Cara Ini Agar Tetap Pulas
3 hours ago

5 Tanda Kamar Kamu Penuh Energi Negatif yang Bikin Cepat Capek
5 hours ago

Sulap Suasana Rumah Jadi Berkelas Hanya dengan Wangi Diffuser
6 hours ago

Panduan Feng Shui Ruang Tamu untuk Tarik Energi Positif ke Rumah
7 hours ago

Bukan Sekadar Tren, Ini Pentingnya Unsur Alam di Rumah Kamu
8 hours ago

Solusi Redakan Stres Lewat Pencahayaan Interior Rumah
9 hours ago

Pentingnya Asupan Antioksidan Harian Demi Cegah Penuaan Dini Secara Alami
4 hours ago

5 Tanaman Hias Cantik Ini Bisa Ditanam dari Biji di Dalam Rumah
6 hours ago

Fenomena Kacamata Ray Ban Meta Laris Manis Hingga Penjualan Meroket
8 hours ago






