Ceritra
Ceritra Warga

Pasangan Ngorok Bikin Stres? Lakukan Cara Ini Agar Tetap Pulas

Refa - Wednesday, 18 February 2026 | 09:30 PM

Background
Pasangan Ngorok Bikin Stres? Lakukan Cara Ini Agar Tetap Pulas
Ilustrasi istri yang terganggu oleh ngorok suami (pexels.com/Kampus Production)

Menghadapi 'Konser' di Atas Kasur: Tips Mengatasi Pasangan Ngorok Tanpa Perlu Drama

Bayangkan skenario ini: Kamu sudah lelah seharian dihajar deadline kantor yang nggak ada habisnya. Badan rasanya sudah rontok, dan satu-satunya hal yang kamu dambakan adalah kasur empuk dan tidur nyenyak selama delapan jam penuh. Begitu kepala nempel di bantal, bukannya suara jangkrik atau keheningan malam yang kamu dengar, tapi justru suara mirip traktor mogok atau konser heavy metal tepat di samping telinga kamu. Ya, pasangan kamu mendengkur dengan sangat khusyuk.

Masalahnya, mendengkur itu bukan cuma soal gangguan suara. Ini adalah dilema asmara yang nyata. Di satu sisi, kamu sayang banget sama dia. Di sisi lain, kamu rasanya pengen banget nendang dia dari kasur atau minimal nutup mukanya pakai bantal (jangan dilakukan, ya!). Memberitahu pasangan kalau dia ngorok itu gampang-gampang susah. Salah ngomong dikit, dia bisa baper, merasa insecure, atau malah jadi berantem hebat karena dia merasa diserang secara personal. Padahal kan, dia juga nggak sengaja pengen jadi vokalis band death metal pas tidur.

Kenapa Ngomongin Ngorok Itu Sensitif?

Bagi banyak orang, mendengkur sering dianggap sebagai tanda kelelahan yang luar biasa atau malah simbol maskulinitas yang salah kaprah. Tapi bagi yang mendengar, itu adalah siksaan. Ada semacam rasa bersalah yang muncul saat kita ingin komplain. Kita takut dianggap nggak menerima pasangan apa adanya. Padahal, kurang tidur itu efeknya nyata: emosi jadi gampang kesulut, produktivitas menurun, dan lama-lama bisa bikin hubungan jadi hambar karena masing-masing bawaannya pengen marah terus.

Jadi, gimana cara mengatasinya tanpa bikin dia merasa rendah diri? Berikut adalah beberapa strategi gerilya yang halus tapi efektif.

1. Pilih Waktu yang Tepat, Jangan Pas Lagi Emosi

Kesalahan fatal yang sering dilakukan banyak orang adalah komplain tepat saat pasangan baru bangun tidur atau, lebih parah lagi, saat kamu baru saja terbangun gara-gara suaranya yang menggelegar. Di saat itu, emosi kamu lagi di puncak dan dia lagi dalam kondisi nyawa belum ngumpul. Hasilnya? Pasti saling ngegas.

Coba cari waktu saat kalian lagi santai, mungkin pas lagi ngopi sore atau makan malam. Mulailah dengan kalimat yang empati. Bukannya bilang, "Kamu semalam berisik banget, aku nggak bisa tidur!", coba ganti jadi, "Sayang, semalam aku perhatikan tidur kamu kayaknya kurang tenang deh, soalnya napas kamu agak berat dan mendengkur. Aku khawatir kamu kecapekan banget." Dengan memposisikan diri sebagai orang yang khawatir akan kesehatannya, dia nggak akan merasa dipojokkan.

2. Gunakan Kata "Kita" Bukan "Kamu"

Psikologi sederhana: orang bakal lebih kooperatif kalau merasa ada di tim yang sama. Alih-alih menjadikan dia sebagai masalahnya, jadikan "ngorok" itu sebagai musuh bersama. "Gimana ya caranya supaya kita bisa tidur lebih nyenyak malam ini?" atau "Kayaknya kita perlu coba ganti bantal deh supaya napas kamu lebih plong."

Dengan cara ini, beban masalah nggak cuma ditaruh di pundak dia sendirian. Dia akan merasa didukung untuk mencari solusi bersama daripada merasa diadili seperti terdakwa di ruang sidang.

3. Strategi Posisi Tidur: Jurus Miring Kiri

Secara ilmiah, mendengkur paling parah terjadi saat seseorang tidur telentang karena lidah dan jaringan lunak di tenggorokan cenderung jatuh ke belakang dan menyumbat jalan napas. Nah, solusinya adalah mengajaknya tidur miring. Tapi gimana caranya supaya dia nggak balik telentang lagi pas sudah lelap?

Ada trik klasik yang agak kocak tapi efektif: jahitkan bola tenis di bagian belakang baju tidurnya. Jadi, setiap kali dia mencoba telentang, dia akan merasa nggak nyaman dan otomatis miring lagi. Kedengarannya jahat? Sedikit. Tapi kalau nggak mau se-ekstrem itu, belikan saja bantal khusus (body pillow) yang enak dipeluk supaya dia betah tidur dalam posisi miring seharian.

4. Perubahan Gaya Hidup Tanpa Perlu Ceramah

Seringkali ngorok itu dipicu oleh gaya hidup, seperti berat badan yang naik, kebiasaan merokok, atau hobi minum kopi/alkohol terlalu dekat dengan jam tidur. Jangan langsung suruh dia diet atau berhenti merokok (walaupun itu bagus). Mulailah dengan mengajak dia jalan sore bareng atau masak makanan sehat bareng di rumah.

Kalau dia sering ngorok karena hidung tersumbat atau alergi, pastikan kamar selalu bersih dan bebas debu. Nyalakan air purifier atau gunakan humidifier dengan aroma eucalyptus yang menenangkan. Bilang saja, "Ini biar kamar kita lebih estetik dan udaranya segar," padahal misi rahasianya adalah supaya hidung dia nggak mampet dan suara 'traktor' itu hilang.

5. Alat Bantu: Dari yang Murah Sampai yang Canggih

Kalau cara-cara halus di atas belum mempan, saatnya pakai alat bantu. Sekarang sudah banyak banget dijual nasal strips (plester hidung) yang bisa bantu ngebuka jalan napas. Bilang ke pasangan kalau plester itu lagi tren buat atlet supaya oksigen masuk lebih banyak, biar dia merasa keren pas pakainya.

Kalau ternyata suara ngoroknya sudah di level yang mengkhawatirkan—misalnya sering ada jeda napas atau dia bangun dengan rasa kaget—ini saatnya mengajak dia ke dokter. Ini bisa jadi tanda Sleep Apnea, kondisi medis yang cukup serius. Katakan padanya kalau kamu peduli sama jantungnya, karena mendengkur yang parah bisa berdampak ke kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Jangan Takut untuk Tidur Terpisah Sesekali

Di budaya kita, tidur di kamar berbeda sering dianggap sebagai tanda rumah tangga lagi retak. Padahal, banyak pasangan modern yang melakukan "sleep divorce" demi kewarasan masing-masing. Tidur di kamar sebelah atau di sofa sekali-sekali bukan berarti kamu nggak sayang lagi. Justru itu adalah cara untuk menyelamatkan hubungan dari pertengkaran yang nggak perlu akibat kurang tidur.

Intinya, kejujuran yang dibalut dengan kasih sayang itu kuncinya. Mendengkur itu hal manusiawi, kok. Hampir semua orang pernah melakukannya. Dengan komunikasi yang santai, penuh canda, dan tanpa niat menyakiti, masalah konser malam ini pasti bisa diatasi. Jadi, siap untuk tidur nyenyak malam ini tanpa gangguan suara mesin diesel?

Logo Radio
🔴 Radio Live