Cara Tepat Mengatasi Motor Mogok Setelah Menerjang Banjir
Nisrina - Wednesday, 18 February 2026 | 06:12 AM


Musim penghujan selalu membawa tantangan tersendiri bagi para pengguna jalan raya khususnya para pengendara sepeda motor. Curah hujan yang tinggi dan sistem drainase yang kurang optimal sering kali mengakibatkan genangan air atau banjir di berbagai ruas jalan perkotaan. Dalam situasi terdesak banyak pengendara yang akhirnya mengambil keputusan nekat untuk menerobos genangan air banjir tersebut demi bisa cepat sampai di tempat tujuan atau pulang ke rumah.
Sayangnya keputusan nekat ini sering kali harus dibayar mahal. Sepeda motor bukanlah kendaraan amfibi yang dirancang untuk menyelam di dalam air. Komponen kelistrikan dan sistem pembakaran pada mesin motor sangat rentan terhadap intrusi air. Akibat yang paling sering terjadi dan paling ditakuti oleh setiap pengendara adalah mesin motor yang tiba tiba mati total atau mogok tepat di tengah genangan air yang kotor.
Merujuk pada ulasan otomotif dan tips keselamatan berkendara dari portal berita Suara Surabaya mengatasi motor yang mogok akibat banjir tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Kepanikan sering kali membuat pengendara melakukan tindakan keliru yang justru memperparah kerusakan komponen mesin. Artikel ini akan membedah secara mendalam dan terperinci langkah demi langkah yang harus Anda lakukan untuk menyelamatkan sepeda motor kesayangan Anda setelah terjebak di dalam kepungan banjir.
Hindari Kepanikan dan Jangan Menyalakan Mesin Secara Paksa
Kesalahan pertama dan paling fatal yang hampir selalu dilakukan oleh pengendara saat motornya tiba tiba mati di tengah banjir adalah mencoba menyalakan mesinnya kembali secara paksa. Baik itu menggunakan tombol starter elektrik maupun menggunakan engkol kaki atau kick starter tindakan ini sangat dilarang keras dalam dunia mekanik otomotif.
Ketika mesin motor mati mendadak saat melewati banjir kemungkinan besar air telah berhasil masuk ke dalam ruang bakar melalui celah filter udara atau saluran knalpot. Jika Anda memaksa menyalakan mesin saat masih ada air di dalam ruang silinder Anda akan memicu terjadinya efek water hammer atau pukulan air.
Air memiliki sifat fisik yang berbeda dengan campuran bahan bakar dan udara. Air tidak bisa dikompresi atau dipampatkan. Ketika piston bergerak naik untuk melakukan kompresi dan bertabrakan dengan air yang terjebak di ruang bakar tekanan balik yang dihasilkan sangatlah luar biasa kuat. Efek water hammer ini bisa membuat stang piston menjadi bengkok melengkung atau bahkan patah hingga menghancurkan blok mesin berkeping keping. Kerusakan fatal ini akan memakan biaya perbaikan yang sangat fantastis.
Evakuasi Kendaraan ke Lokasi yang Kering dan Aman
Langkah pertama yang paling logis dan aman untuk dilakukan saat motor mogok adalah segera turun dari kendaraan dan doronglah motor Anda menepi ke tempat yang lebih tinggi kering dan aman. Jangan biarkan motor Anda terlalu lama berendam di dalam air karena genangan banjir sering kali mengandung lumpur tanah dan zat asam yang sangat korosif.
Mendorong motor ke tepi jalan juga merupakan tindakan yang sangat penting demi keselamatan Anda sendiri dan pengguna jalan lainnya. Berada di tengah jalan yang tergenang banjir sangat berbahaya karena Anda bisa terserempet oleh kendaraan roda empat yang melintas atau Anda bisa terperosok ke dalam lubang selokan yang tidak terlihat akibat tertutup oleh genangan air keruh. Setelah berada di tempat yang aman tarik napas dalam dalam tenangkan pikiran Anda dan bersiaplah untuk melakukan pengecekan komponen satu per satu.
Menguras Air yang Terjebak di Saluran Knalpot
Saluran pembuangan gas atau knalpot adalah pintu masuk yang sangat rendah dan rawan kemasukan air terutama jika Anda sempat melepaskan putaran tuas gas saat berada di tengah banjir. Jika knalpot sudah kemasukan air gas sisa pembakaran tidak akan bisa keluar sehingga mesin mustahil untuk bisa menyala kembali.
Untuk mengeluarkan air dari dalam knalpot Anda bisa memosisikan motor dengan menggunakan standar tengah. Kemudian Anda bisa meminta bantuan orang lain untuk menekan bagian belakang motor ke bawah sehingga posisi roda depan terangkat cukup tinggi. Posisi menukik ini akan memanfaatkan gaya gravitasi untuk mengalirkan air keluar melalui lubang pembuangan knalpot. Tunggu beberapa saat hingga tidak ada lagi sisa air yang menetes keluar dari ujung knalpot.
Pemeriksaan Busi Sebagai Jantung Pengapian Mesin
Busi adalah komponen kelistrikan berukuran kecil yang memiliki peran sangat vital. Busi berfungsi untuk memercikkan bunga api yang akan membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang mesin. Posisi busi yang biasanya berada di bagian bawah blok mesin membuatnya sangat mudah terendam air dan terkena cipratan lumpur.
Jika busi basah kuyup oleh air maka aliran listrik akan mengalami korsleting dan bunga api tidak akan tercipta. Gunakan kunci busi yang biasanya sudah tersedia di dalam bagasi perkakas motor Anda untuk melepaskan busi dari rumahnya. Setelah terlepas keringkan seluruh bagian busi menggunakan kain lap yang bersih dan kering. Anda juga bisa meniup bagian ujung elektrodanya untuk memastikan tidak ada sisa air yang bersarang di sela selanya.
Sebelum memasang busi kembali ke tempatnya ada sebuah trik mekanik kuno yang sangat efektif. Dalam kondisi busi masih terlepas selah pedal kick starter Anda berkali kali menggunakan kaki. Tindakan ini bertujuan untuk memompa dan menyemburkan sisa sisa air yang mungkin masih terjebak di dalam ruang bakar agar terdorong keluar melalui lubang busi yang terbuka. Setelah dirasa cukup kering barulah Anda memasang dan mengencangkan busi kembali.
Pengecekan Filter Udara Agar Mesin Bisa Bernapas
Komponen selanjutnya yang wajib mendapat perhatian ekstra adalah saringan atau filter udara. Filter udara berfungsi seperti paru paru bagi mesin motor yang bertugas menyaring kotoran sebelum udara bersih diisap masuk ke dalam ruang bakar. Letak boks filter udara pada motor matik biasanya berada di area samping dekat dengan roda belakang sehingga sangat rawan kemasukan air.
Buka boks pelindung filter udara menggunakan obeng. Jika motor Anda menggunakan filter udara berbahan busa Anda bisa memerasnya secara perlahan mencucinya dengan sedikit bensin untuk meluruhkan air dan lumpur lalu menjemurnya hingga benar benar kering sebelum dipasang kembali.
Namun jika motor Anda menggunakan filter udara jenis kertas beralur dan kondisinya sudah basah kuyup menyerap air maka tidak ada jalan lain selain menggantinya dengan suku cadang yang baru. Filter kertas yang basah akan hancur jika dipaksa digunakan dan serpihannya justru akan tersedot masuk ke dalam injektor atau karburator yang akan menciptakan masalah baru yang jauh lebih rumit.
Waspada Mutlak Terhadap Oli Mesin Bercampur Air
Ini adalah langkah krusial yang paling sering diabaikan oleh para pengendara awam. Air banjir sangat mungkin merembes masuk ke dalam bak penampungan oli mesin melalui lubang pernapasan mesin atau selang selang yang karet silnya sudah getas. Oli mesin yang sudah terkontaminasi oleh air akan kehilangan daya lumasnya secara total.
Untuk mengeceknya bukalah tuas pengukur kedalaman oli atau dipstick dan perhatikan warna cairan pelumas yang menempel di ujungnya. Oli mesin yang sehat berwarna kuning keemasan bening atau kecokelatan gelap kental. Namun jika Anda melihat warna oli berubah menjadi putih susu keruh kecokelatan pucat layaknya minuman kopi susu maka itu adalah tanda pasti bahwa air telah bercampur dengan pelumas mesin Anda.
Jika kondisi oli sudah berwarna seperti susu jangan pernah menyalakan mesin. Gesekan antar komponen logam di dalam mesin tanpa pelumasan yang baik akan membuat mesin menjadi sangat panas atau overheat dan merusak dinding silinder secara permanen. Anda harus segera menguras habis oli tersebut dan melakukan teknik pembilasan atau flushing. Masukkan oli baru yang murah nyalakan mesin selama beberapa menit agar oli bersirkulasi lalu kuras kembali. Ulangi proses ini hingga warna oli kembali normal barulah Anda mengisi mesin dengan oli berkualitas yang biasa Anda gunakan.
Perawatan Ekstra untuk Komponen CVT Motor Matik
Bagi Anda yang mengendarai sepeda motor jenis skuter matik Anda memiliki satu pekerjaan tambahan yang tidak boleh dilewatkan yaitu memeriksa ruang transmisi atau Continuously Variable Transmission (CVT). Ruang CVT ini memiliki lubang sirkulasi udara yang rentan menjadi jalan masuk air saat motor menerjang genangan yang cukup dalam.
Jika air dan lumpur masuk ke dalam boks CVT komponen v-belt atau sabuk penggerak yang terbuat dari karet akan menjadi sangat basah dan licin. Akibatnya saat mesin menyala sabuk penggerak hanya akan selip berputar di tempat tanpa bisa menggerakkan putaran roda belakang. Bukalah blok CVT Anda buang air yang menggenang di dalamnya lalu bersihkan dan keringkan seluruh mangkuk kampas ganda sabuk v-belt dan roller menggunakan kain lap kering yang bersih.
Pembersihan Menyeluruh untuk Mencegah Korosi Karat
Setelah mesin motor berhasil dihidupkan kembali dan Anda sudah tiba di rumah dengan selamat pekerjaan Anda belum sepenuhnya selesai. Air banjir jalanan bukanlah air bersih melainkan air kotor yang mengandung jutaan bakteri lumpur got kotoran hewan hingga tumpahan limbah bahan kimia dari jalan aspal.
Kandungan zat asam pada air banjir sangat mematikan bagi material logam pada sepeda motor Anda. Jika dibiarkan mengering dengan sendirinya lumpur sisa banjir tersebut akan segera memicu timbulnya korosi atau karat ganas pada bagian rangka motor lengan ayun leher knalpot hingga pelek roda.
Segera cuci sepeda motor Anda menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun khusus pencuci motor. Semprot bagian kolong motor dan sela sela mesin menggunakan tekanan air yang kuat untuk merontokkan kerak lumpur yang membandel. Pembersihan ini juga berfungsi untuk menjaga soket soket kabel kelistrikan agar terhindar dari tumpukan tanah basah yang bisa memicu arus pendek.
Mengunjungi Bengkel Resmi untuk Pemeriksaan Lanjutan
Jika Anda sama sekali tidak memiliki pengetahuan dasar mengenai mesin tidak membawa peralatan kunci yang memadai atau Anda sudah mencoba seluruh langkah di atas namun mesin motor tetap tidak mau menyala maka langkah paling bijak adalah mencari bantuan profesional. Jangan memaksa membongkar komponen mesin di pinggir jalan jika Anda tidak tahu cara merakitnya kembali.
Segera hubungi layanan mobil derek atau mintalah bantuan teman untuk mendorong motor Anda menuju bengkel resmi atau bengkel kepercayaan terdekat. Mekanik profesional memiliki peralatan diagnosis yang jauh lebih lengkap dan keahlian yang mumpuni untuk mendeteksi akar masalah kerusakan. Mereka bisa membantu melakukan pembersihan karburator atau injektor menguras tangki bahan bakar yang mungkin kemasukan air hingga melakukan kalibrasi sistem injeksi elektronik motor Anda agar kembali prima.
Berkendara di musim hujan memang menuntut tingkat kewaspadaan dan kebijaksanaan pengambilan keputusan yang lebih tinggi. Menerjang banjir adalah pertaruhan yang sangat berisiko bagi kesehatan sepeda motor Anda. Jika genangan air di depan Anda terlihat sudah melebihi ketinggian sumbu roda atau mencapai area boks filter udara maka bersabarlah sejenak. Berhenti di tempat yang teduh menunggu air surut atau mencari jalur alternatif lain adalah keputusan yang jauh lebih cerdas daripada harus menanggung biaya perbaikan mesin yang menguras tabungan Anda.
Next News

Inspirasi Ucapan Menyambut Ramadan 2026 Penuh Makna
2 days ago

Waspada! Bahaya Minum Air Galon yang Terpapar Sinar Matahari Langsung
4 days ago

Strategi Tidur Berkualitas Agar Tidak Loyo di Akhir Pekan
5 days ago

Self Harm, Perilaku Melukai Diri yang Bukan Hanya Sekadar Luka Fisik
8 days ago

Jangan Salah Tidur! Simak Panduan Power Nap yang Benar
18 days ago

Apakah Déjà Vu Bisa Menandakan Masalah Kesehatan? Simak Penjelasan
19 days ago





