Ceritra
Warganet

Waspada! Bahaya Minum Air Galon yang Terpapar Sinar Matahari Langsung

Refa - Saturday, 14 February 2026 | 12:00 PM

Background
Waspada! Bahaya Minum Air Galon yang Terpapar Sinar Matahari Langsung
Ilustrasi galon terpapar sinar matahari (era.id/)

Seringkali kita melihat pemandangan galon-galon air menumpuk di depan toko atau di atas bak terbuka truk pengantar di bawah terik matahari. Meskipun terlihat praktis, secara sains, paparan sinar matahari langsung terhadap kemasan plastik (terutama polikarbonat) dalam jangka panjang dapat memicu reaksi kimia yang merugikan kesehatan.

Berikut adalah bahaya utama yang perlu kamu waspadai jika sering mengonsumsi air galon yang terpapar sinar matahari:

1. Migrasi Bahan Kimia (BPA & Phthalates)

Sebagian besar galon isi ulang di Indonesia menggunakan bahan plastik polikarbonat yang mengandung Bisphenol A (BPA).

  • Proses: Sinar ultraviolet (UV) dan panas matahari bertindak sebagai katalis yang memperlemah ikatan polimer pada plastik. Hal ini menyebabkan molekul BPA bermigrasi atau "luruh" dari dinding galon ke dalam air minum.
  • Risiko: BPA adalah pengganggu endokrin yang dapat meniru hormon estrogen. Konsumsi jangka panjang dikaitkan dengan masalah kesuburan, gangguan perkembangan pada anak, hingga risiko penyakit degeneratif.

2. Pelepasan Mikroplastik dan Nanoplastik

Paparan panas matahari yang ekstrem menyebabkan plastik mengalami degradasi fisik atau pelapukan.

  • Proses: Struktur plastik yang menjadi rapuh karena panas akan melepaskan partikel-partikel kecil berukuran mikroskopis ke dalam air.
  • Risiko: Seperti yang kita bahas sebelumnya, mikroplastik yang masuk ke aliran darah dapat memicu peradangan jaringan dan menjadi beban bagi sistem detoksifikasi tubuh.

3. Pertumbuhan Alga dan Bakteri

Air galon bukanlah air yang sepenuhnya steril secara absolut. Sinar matahari menyediakan elemen kunci bagi kehidupan: Cahaya dan Panas.

  • Proses: Sinar matahari yang menembus galon transparan/biru bening memicu pertumbuhan spora alga (lumut) yang mungkin terbawa dari proses pembersihan yang kurang sempurna di depo isi ulang.
  • Risiko: Selain membuat air berbau dan berubah rasa, pertumbuhan mikroorganisme ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare atau mual, terutama bagi anak-anak dan orang dengan sistem imun lemah.

4. Perubahan Rasa dan Bau (Off-Flavor)

Sinar matahari dapat memicu reaksi oksidasi pada air dan material plastik.

  • Proses: Panas menyebabkan air berinteraksi dengan residu plastik dan menghasilkan senyawa organik volatil (VOCs) seperti antimony atau acetaldehyde.
  • Risiko: Air akan memiliki rasa "plastik" atau "apek". Meskipun tidak selalu beracun seketika, perubahan rasa ini adalah indikator bahwa kualitas air sudah tidak lagi sesuai standar keamanan pangan.

Tips Meminimalisir Risiko:

  1. Pilih Toko yang Teduh: Belilah air galon dari toko atau agen yang menyimpan stoknya di dalam ruangan atau area yang tertutup kanopi (tidak terkena matahari langsung).
  2. Perhatikan Proses Pengiriman: Jika memungkinkan, hindari membeli dari distributor yang mengangkut galon dengan motor atau truk terbuka tanpa penutup terpal di siang bolong.
  3. Gunakan Galon Bebas BPA (BPA Free): Di tahun 2026, semakin banyak produsen yang beralih ke plastik PET (lebih jernih dan biasanya bebas BPA) untuk galon sekali pakai atau isi ulang tertentu. Periksa kode segitiga di bawah galon (Angka 1 untuk PET lebih disarankan daripada Angka 7 untuk Polikarbonat).
  4. Cek Warna Galon: Hindari galon yang warnanya sudah kusam, baret-baret parah, atau terlihat menguning, karena itu tanda plastik sudah mengalami degradasi berat akibat panas dan usia.
Logo Radio
🔴 Radio Live