Alasan Medis Tidur Larut Malam Bikin Berat Badan Naik
Nisrina - Wednesday, 18 February 2026 | 08:45 AM


Banyak orang yang berjuang mati matian untuk menurunkan berat badan dengan cara menjaga pola makan ketat dan rutin berolahraga di pusat kebugaran. Namun sering kali usaha keras tersebut berakhir sia sia karena jarum timbangan tidak kunjung bergerak ke kiri atau bahkan justru semakin bergerak ke kanan. Jika Anda mengalami hal ini mungkin ada satu faktor krusial yang selama ini luput dari perhatian Anda yaitu kualitas dan durasi tidur malam Anda.
Tidur sering kali dianggap sebagai aktivitas pasif yang hanya berfungsi untuk mengistirahatkan tubuh yang lelah. Padahal saat kita terlelap tubuh sedang bekerja sangat keras untuk melakukan perbaikan sel mengatur ulang sistem saraf dan menyeimbangkan hormon. Merujuk pada penjelasan medis dari para dokter ahli yang dikutip oleh Antara News kebiasaan begadang atau tidur larut malam memiliki dampak langsung yang sangat signifikan terhadap metabolisme tubuh dan akumulasi lemak.
Artikel ini akan membedah secara ilmiah mengapa kurang tidur bisa menjadi sabotase terbesar bagi program diet Anda. Kita akan menyelami bagaimana hormon lapar bekerja saat malam hari hingga dampaknya terhadap resistensi insulin yang bisa berujung pada obesitas permanen jika tidak segera diperbaiki.
Kekacauan Hormon Lapar dan Kenyang
Alasan utama mengapa begadang membuat Anda gemuk terletak pada ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Tubuh manusia memiliki dua hormon utama yang bertugas mengatur nafsu makan yaitu ghrelin dan leptin. Ghrelin adalah hormon yang memberi sinyal rasa lapar kepada otak sedangkan leptin adalah hormon yang memberi sinyal rasa kenyang dan memerintahkan tubuh untuk berhenti makan.
Ketika Anda tidur larut malam atau kurang tidur produksi hormon ghrelin akan melonjak tajam secara tidak wajar. Di saat yang bersamaan produksi hormon leptin justru menurun drastis. Akibatnya otak Anda akan terus menerus menerima sinyal palsu bahwa tubuh sedang kelaparan dan membutuhkan asupan energi segera. Inilah alasan mengapa orang yang begadang sering kali merasa sangat lapar di tengah malam meskipun mereka sudah makan malam dengan porsi yang cukup sebelumnya.
Ketidakseimbangan ini menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus. Anda akan terus merasa lapar mata akan terus mencari makanan dan perut tidak akan pernah merasa puas meskipun sudah diisi. Kondisi biologis ini bukanlah masalah kurangnya tekad atau niat diet melainkan respons fisiologis alami tubuh yang sedang mengalami stres akibat kurang istirahat.
Penurunan Laju Metabolisme Tubuh
Selain mengacaukan sinyal lapar tidur larut malam juga berdampak buruk pada laju metabolisme basal tubuh atau Basal Metabolic Rate. Metabolisme adalah proses pembakaran kalori menjadi energi. Saat tubuh kurang istirahat sistem metabolisme akan cenderung melambat sebagai mekanisme pertahanan diri untuk menghemat energi.
Tubuh yang lelah akan merespons dengan cara menyimpan kalori sebagai cadangan lemak alih alih membakarnya. Jadi meskipun Anda mengonsumsi jumlah kalori yang sama dengan saat Anda cukup tidur tubuh Anda akan membakar kalori tersebut dengan jauh lebih lambat jika Anda begadang. Sisa kalori yang tidak terbakar inilah yang kemudian menumpuk menjadi lemak viseral di area perut dan pinggang yang sangat sulit untuk dihilangkan.
Selain itu kurang tidur juga menyebabkan kelelahan fisik yang membuat Anda malas bergerak di keesokan harinya. Aktivitas fisik spontan seperti berjalan kaki atau naik tangga akan berkurang secara drastis karena tubuh merasa lemas. Penurunan aktivitas fisik ini tentu saja semakin memperparah penimbunan kalori di dalam tubuh.
Kecenderungan Memilih Makanan Tinggi Kalori
Fakta medis lain yang diungkapkan oleh para ahli adalah pengaruh kurang tidur terhadap fungsi otak bagian depan atau frontal lobe yang bertugas mengambil keputusan dan mengendalikan impuls. Saat Anda mengantuk aktivitas di area otak ini akan menurun sehingga kemampuan Anda untuk menahan godaan dan membuat keputusan sehat menjadi lemah.
Di sisi lain pusat penghargaan di otak atau reward center menjadi lebih aktif. Hasilnya orang yang kurang tidur cenderung memiliki hasrat atau craving yang sangat kuat terhadap makanan yang tinggi karbohidrat tinggi gula dan tinggi lemak. Otak yang lelah menginginkan energi instan yang bisa didapatkan dari makanan cepat saji atau camilan manis.
Itulah sebabnya saat begadang Anda jarang sekali menginginkan sayuran rebus atau buah buahan segar. Pilihan Anda hampir pasti akan jatuh pada mi instan gorengan keripik asin atau minuman bersoda. Asupan kalori ekstra dari camilan tengah malam atau late night snacking ini biasanya jauh melebihi kebutuhan kalori harian dan langsung disimpan sebagai lemak karena tidak ada aktivitas fisik yang dilakukan setelahnya.
Resistensi Insulin dan Risiko Diabetes
Dampak jangka panjang dari kebiasaan tidur larut malam yang paling mengkhawatirkan adalah risiko terjadinya resistensi insulin. Insulin adalah hormon yang bertugas membantu sel tubuh menyerap gula darah untuk diubah menjadi energi. Kurang tidur dapat membuat sel sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin.
Ketika resistensi insulin terjadi kadar gula dalam darah akan tetap tinggi dan tidak bisa diserap oleh sel. Tubuh kemudian akan merespons dengan memproduksi lebih banyak insulin lagi. Kadar insulin yang tinggi dalam darah adalah sinyal bagi tubuh untuk menyimpan lemak terutama di area perut. Jika kondisi ini dibiarkan terus menerus dalam jangka waktu lama risiko Anda terkena diabetes tipe 2 dan obesitas morbid akan meningkat berkali kali lipat.
Para dokter menegaskan bahwa tidur yang cukup sama pentingnya dengan diet sehat dan olahraga. Anda tidak bisa mendapatkan tubuh yang ideal jika Anda hanya fokus pada makanan dan gerak tubuh tetapi mengabaikan istirahat. Mengembalikan jam tidur ke pola yang normal yaitu sekitar tujuh hingga delapan jam per malam dan tidur sebelum tengah malam adalah langkah medis yang wajib dilakukan untuk mengembalikan keseimbangan hormonal dan metabolisme tubuh Anda.
Next News

4 Langkah Simpel Amankan Rumah dari Ancaman Banjir
6 hours ago

Pasangan Ngorok Bikin Stres? Lakukan Cara Ini Agar Tetap Pulas
2 hours ago

5 Tanda Kamar Kamu Penuh Energi Negatif yang Bikin Cepat Capek
3 hours ago

Sulap Suasana Rumah Jadi Berkelas Hanya dengan Wangi Diffuser
4 hours ago

Panduan Feng Shui Ruang Tamu untuk Tarik Energi Positif ke Rumah
5 hours ago

Bukan Sekadar Tren, Ini Pentingnya Unsur Alam di Rumah Kamu
6 hours ago

Solusi Redakan Stres Lewat Pencahayaan Interior Rumah
7 hours ago

Pentingnya Asupan Antioksidan Harian Demi Cegah Penuaan Dini Secara Alami
3 hours ago

7 Mitos Perawatan Rumah yang Keliru dan Merusak Perabot
4 hours ago

5 Tanaman Hias Cantik Ini Bisa Ditanam dari Biji di Dalam Rumah
5 hours ago





