Ceritra
Ceritra Warga

7 Cara Jitu Usir Bau Naga Saat Puasa Di Bulan Ramadan

Refa - Thursday, 19 February 2026 | 10:00 AM

Background
7 Cara Jitu Usir Bau Naga Saat Puasa Di Bulan Ramadan
Ilustrasi perempuan merasa bau (Freepik/stockking)

Jurus Jitu Usir Bau Naga: Tips Sahur Biar Mulut Nggak Bikin Temen Pingsan

Ramadan itu bulan penuh berkah, semua setuju. Tapi ada satu hal yang sering bikin kita dilema, yaitu urusan bau mulut. Bayangkan, kamu lagi asyik ngobrol sama gebetan atau lagi meeting serius sama bos sore-sore, eh tiba-tiba kamu ngerasa ada aroma "naga" yang keluar dari mulut. Mau nutup mulut pake tangan kok kayaknya nggak sopan, tapi kalau dibiarin, kasihan lawan bicara kita yang mungkin diam-diam lagi nahan napas demi menghargai kesucian bulan ini.

Masalah bau mulut atau istilah kerennya halitosis saat puasa itu sebenarnya wajar banget. Produksi air liur kita berkurang drastis karena nggak ada makanan atau minuman yang masuk selama belasan jam. Padahal, air liur itu fungsinya kayak "petugas kebersihan" alami yang membilas bakteri di dalam mulut. Tanpa si pembersih ini, bakteri berpesta pora dan menghasilkan gas sulfur yang baunya aduhai itu. Tapi tenang, kita nggak perlu pasrah gitu aja sama keadaan. Rahasianya ternyata ada di meja makan saat sahur.

Green Tea: Si Pahit yang Bikin Napas Adem

Lupakan sejenak kopi susu kekinian pas sahur. Kalau kamu mau napas yang lebih bersahabat di siang hari, coba ganti minuman sahurmu dengan teh hijau atau green tea. Kenapa? Karena teh hijau mengandung zat bernama polifenol. Zat ini fungsinya bukan cuma buat antioksidan tubuh doang, tapi juga jagoan banget buat membunuh bakteri penyebab bau mulut.

Minum teh hijau hangat tanpa gula pas sahur bakal membantu menekan pertumbuhan bakteri di area mulut dan tenggorokan. Rasanya mungkin agak sepet-sepet gimana gitu, tapi efeknya jauh lebih oke daripada kamu minum kopi yang malah bikin mulut makin kering karena sifat diuretiknya. Jadi, mending pahit di lidah pas sahur daripada pahit di perasaan karena orang-orang menjauh pas kamu ajak ngobrol nanti siang.

Yogurt: Diplomasi Bakteri Baik

Mungkin terdengar agak aneh makan yogurt pas sahur, tapi percaya deh, ini salah satu trik paling ampuh. Beberapa penelitian menyebutkan kalau mengonsumsi yogurt tanpa pemanis (plain yogurt) bisa mengurangi kadar hidrogen sulfida di dalam mulut. Hidrogen sulfida inilah aktor utama di balik aroma kurang sedap saat kita berpuasa.

Bakteri aktif dalam yogurt, seperti Lactobacillus, bakal berperan sebagai "pasukan perdamaian" yang mengusir bakteri jahat penyebab bau. Selain itu, yogurt juga kaya akan kalsium yang bagus buat kesehatan gigi. Jadi, satu cup yogurt pas sahur itu kayak investasi jangka pendek buat kesegaran napas kamu sampai waktu berbuka tiba.

Buah-buahan Renyah: Sikat Gigi Alami

Kalau kamu tipe orang yang malas makan buah, coba deh mulai sekarang sisipkan apel atau pir di menu sahurmu. Buah-buahan yang teksturnya renyah ini berfungsi sebagai "mechanical cleanser" atau pembersih mekanis. Saat kamu mengunyah apel, serat-seratnya bakal membantu mengikis sisa-sisa makanan dan plak yang menempel di gigi secara alami.

Selain itu, mengunyah buah yang renyah bakal merangsang produksi air liur lebih banyak. Semakin banyak air liur yang terstimulasi saat sahur, semakin lembap area mulutmu untuk beberapa jam ke depan. Plus, vitamin C yang ada di buah-buahan ini juga bikin gusi lebih sehat. Ingat, gusi yang bermasalah juga jadi salah satu sumber bau mulut yang sering terlupakan.

Jahe: Bukan Cuma Buat Hangat, Tapi Buat Segar

Jahe biasanya kita cari kalau lagi masuk angin atau butuh yang hangat-hangat. Tapi tahu nggak sih kalau jahe itu punya kandungan 6-gingerol? Senyawa ini bisa menstimulasi enzim di dalam air liur kita untuk memecah zat-zat berbau busuk di mulut. Efeknya instan banget buat bikin napas terasa lebih segar.

Cara konsumsinya nggak harus dikunyah mentah-mentah kok, tenang aja. Kamu bisa iris tipis jahe dan seduh bareng teh hijau tadi, atau cukup minum air jahe hangat di akhir sesi sahur. Aroma jahe yang khas bakal meninggalkan kesan bersih di tenggorokan, dan ini sangat membantu mengurangi rasa "eneg" atau asam lambung yang naik ke kerongkongan, yang juga sering jadi penyebab bau mulut tak sedap.

Cengkeh: Rempah Kecil Cabe Rawit

Ini adalah resep orang tua zaman dulu yang ternyata secara sains masuk akal banget. Cengkeh punya sifat antiseptik yang sangat kuat. Kalau kamu berani, kamu bisa mengunyah satu butir cengkeh setelah makan sahur, lalu buang ampasnya. Atau kalau mau lebih manusiawi, seduh cengkeh bersama air hangat.

Zat eugenol dalam cengkeh nggak cuma bikin bakteri mati kutu, tapi juga memberikan aroma rempah yang dominan. Ini jauh lebih efektif dan alami daripada kamu pakai obat kumur berbahan alkohol yang kadang malah bikin mulut makin kering dalam jangka panjang. Cukup satu butir kecil saja, efeknya bisa bertahan lama.

Strategi Air Putih dan Pantangan Wajib

Semua bahan alami di atas nggak bakal maksimal kalau kamu kurang minum air putih. Rumus 2-4-2 (dua gelas saat buka, empat gelas malam hari, dua gelas saat sahur) itu bukan sekadar mitos. Hidrasi adalah kunci utama supaya mulut nggak jadi gurun pasir yang gersang.

Satu lagi pengamatan penting: tolong hindari makanan yang baunya terlalu tajam seperti petai, jengkol, atau bawang putih mentah yang berlebihan saat sahur. Enak sih, tapi sisa aromanya itu bakal menetap di paru-paru dan keluar lewat napas setiap kali kamu buang napas, sesering apapun kamu sikat gigi. Nggak lucu kan kalau niatnya mau silaturahmi malah jadi ajang uji nyali buat orang di sekitar kita?

Intinya, bau mulut saat puasa itu memang tantangan, tapi bukan berarti nggak bisa diakali. Dengan sedikit modifikasi pada apa yang kita konsumsi saat sahur, kita bisa tetap percaya diri berinteraksi tanpa harus merasa minder. Puasa lancar, pahala dapat, dan hubungan sosial tetap terjaga tanpa ada yang perlu tutup hidung. Selamat mencoba!

Logo Radio
🔴 Radio Live