Alasan Mona Lisa Tak Sebesar Bayanganmu dan Karya Lain yang Terabaikan
Nisrina - Thursday, 19 February 2026 | 10:15 AM


Misteri di Balik Senyum Tipis: Gimana Sebuah Kasus Kriminal Bikin Mona Lisa Jadi Selebriti Dunia
Pernah nggak sih kamu ngerasa bingung pas main ke Museum Louvre di Paris? Kamu harus desak-desakan sama ribuan turis cuma buat ngelihat satu lukisan yang ukurannya ternyata nggak segede yang dibayangin. Padahal, di ruangan yang sama atau di galeri sebelah, ada banyak lukisan lain yang skalanya jauh lebih megah, warnanya lebih mentereng, dan tekniknya nggak kalah gokil. Pertanyaannya: Kenapa harus Mona Lisa? Kenapa bukan lukisan mahakarya Da Vinci yang lain?
Kalau kamu mikir Mona Lisa terkenal karena teknik "sfumato" yang halus atau senyumnya yang penuh misteri, ya, kamu nggak sepenuhnya salah sih. Tapi jujur aja, alasan itu cuma konsumsi akademisi sejarah seni. Buat masyarakat umum, alasan sebenarnya kenapa Lisa Gherardini ini jadi ikon global bukan karena kuasnya Leonardo, melainkan karena sebuah plot twist kriminal yang epik di tahun 1911. Bisa dibilang, Mona Lisa itu "terkenal karena pernah hilang".
Dulu Mah Biasa Aja
Bayangin dunia sebelum tahun 1911. Mona Lisa emang sudah ada di Louvre, tapi statusnya bukan "The Queen of Art". Dia cuma salah satu dari sekian banyak koleksi berharga milik Prancis. Para kritikus seni emang memujinya, tapi rakyat jelata mungkin nggak bakal ngenalin wajahnya kalau ketemu di jalan. Bahkan, saking biasanya, sistem keamanan Louvre waktu itu tergolong ampas. Bayangin aja, museum sebesar itu cuma dijaga sama beberapa orang dan sistem pengamannya hampir nol.
Sampai akhirnya, pada tanggal 21 Agustus 1911, terjadilah sebuah peristiwa yang bakal ngerubah sejarah budaya pop selamanya. Seorang pria bernama Vincenzo Peruggia, seorang tukang cat dan tukang kaca asal Italia yang kerja di Louvre, punya ide nekat. Dia nggak butuh peralatan canggih ala Mission Impossible atau kru kayak di film Ocean's Eleven. Dia cuma modal baju kerja putih (smock) yang biasa dipake staf museum.
Peruggia masuk ke museum, ngumpet di lemari penyimpanan semalaman, dan pas pagi harinya saat museum masih tutup, dia keluar, nyopot lukisan itu dari dinding, nyopot bingkai kayunya yang berat di tangga darurat, lalu nyelipin kanvas seukuran 77 x 53 cm itu di balik bajunya. Dia jalan keluar lewat pintu depan seolah-olah nggak terjadi apa-apa. Simpel banget, kan? Saking simpelnya, pihak museum baru sadar lukisannya ilang setelah 24 jam kemudian!
Kegaduhan yang Meroketkan Nama
Pas kabar pencurian ini meledak, media massa di seluruh dunia langsung heboh. Ini adalah pertama kalinya sebuah karya seni dapet sorotan media massa layaknya kasus pembunuhan berantai atau perang besar. Foto-foto Mona Lisa mulai muncul di koran-koran di London, New York, sampai Tokyo. Orang-orang yang tadinya nggak peduli sama seni tiba-tiba pengen tahu: "Emang sehebat apa sih lukisan ini sampai ada yang berani nyuri?"
Lucunya lagi, polisi Prancis waktu itu bener-bener kayak kehilangan arah. Mereka sempat nangkep penyair terkenal Guillaume Apollinaire dan bahkan menginterogasi Pablo Picasso! Iya, Picasso sempat jadi tersangka pencurian Mona Lisa karena dia pernah ketahuan punya beberapa patung kecil yang dicuri dari Louvre sebelumnya. Plot twist yang lumayan absurd, kan?
Selama dua tahun Mona Lisa menghilang, museum Louvre justru makin ramai. Orang-orang antre panjang bukan buat ngelihat lukisan, tapi buat ngelihat "ruang kosong" di dinding tempat Mona Lisa dulu digantung. Mereka datang buat berduka seolah-olah ada orang penting yang meninggal. Di titik inilah, Mona Lisa berubah dari sekadar benda seni menjadi simbol nasional dan ikon global. Dia jadi misteri yang harus dipecahkan.
Misi "Patriotik" yang Gagal Total
Setelah dua tahun sembunyiin Mona Lisa di dasar kopernya di sebuah apartemen murah di Paris, Peruggia akhirnya bikin kesalahan. Di tahun 1913, dia pulang ke Italia dan mencoba menjual lukisan itu ke seorang galeri seni di Florence. Alasannya? Dia ngerasa Mona Lisa harus balik ke tanah airnya, Italia, karena dicuri sama Napoleon Bonaparte. Padahal aslinya, Leonardo da Vinci sendiri yang bawa lukisan itu ke Prancis sebagai hadiah buat Raja Francis I.
Singkat cerita, Peruggia ketangkep. Tapi bukannya dihujat, di Italia dia malah dianggap pahlawan nasional karena dianggap punya niat suci buat balikin harta karun negara (meskipun dia tetep dipenjara sebentar). Sebelum balik ke Prancis, Mona Lisa "tur" dulu keliling Italia. Ribuan orang datang buat ngelihat lukisan yang udah jadi superstar itu.
Pas balik ke Louvre, Mona Lisa udah nggak sama lagi. Dia bukan lagi lukisan yang "biasa aja". Dia adalah lukisan yang selamat dari kejahatan abad ini. Hype-nya nggak pernah turun sampai sekarang. Kejadian itu ngajarin kita satu hal tentang psikologi manusia: kita cenderung lebih menghargai sesuatu justru setelah kita kehilangannya.
Kesimpulan: Marketing Lewat Skandal
Jadi, kalau ada yang tanya kenapa Mona Lisa sangat terkenal, jawaban jujurnya adalah karena Vincenzo Peruggia. Tanpa aksi nekat si tukang kaca ini, mungkin Mona Lisa cuma bakal jadi salah satu koleksi yang dilewati turis begitu saja demi nyari karya lain yang lebih megah. Kejahatan ini adalah strategi marketing "nggak sengaja" terbaik sepanjang masa.
Sekarang, setiap kali kamu ngelihat orang-orang berdesakan di Louvre cuma buat dapet foto blur si Lisa, inget aja kalau popularitas itu kadang datang dari cara yang nggak terduga. Bukan cuma soal skill atau estetika, tapi soal narasi, drama, dan sedikit sentuhan kriminalitas yang bikin dunia nggak bisa berpaling. Mona Lisa bukan cuma mahakarya Renaissance, dia adalah influencer pertama di dunia yang dapet panggung lewat headline berita kriminal.
Next News

Rahasia Ruang Operasi: Kenapa Dokter Tidak Pakai Jas Putih?
in 6 hours

Kenapa Bus Sekolah Warna Kuning? Bukan Sekadar Estetika!
in 5 hours

Kenapa Nggak Biru atau Ungu? Rahasia Warna Lampu Lalu Lintas
in 4 hours

Arti Warna Paspor: Dari Alasan Geopolitik hingga Standar Global
in 3 hours

Arti di Balik Tradisi Cheers yang Sering Kamu Lakukan
in 2 hours

Panduan Bijak Beli Takjil Agar Dompet Tidak Menangis
in 5 hours

Asal-usul Kata Halo: Sapaan Telepon yang Mendunia
in 24 minutes

Suka Bau Tanah Saat Hujan Itu Namanya Petrichor
6 minutes ago

Misteri Menguap Berjamaah: Mengapa Kita Saling Menulari?
36 minutes ago

Hemat Saat Ramadan! Ini Cara Simpan Stok Makanan Biar Gak Mubazir
in 6 hours






