Ceritra
Ceritra Warga

Arti di Balik Tradisi Cheers yang Sering Kamu Lakukan

Nisrina - Thursday, 19 February 2026 | 11:15 AM

Background
Arti di Balik Tradisi Cheers yang Sering Kamu Lakukan
Ilustrasi cheers (Pexels/cottonbro studio)

Dari Takut Diracun Jadi Ritual Seru: Mengapa Kita Selalu 'Tos' Sebelum Minum?

Pernah nggak sih lo lagi nongkrong di bar, cafe, atau sekadar di teras rumah bareng temen-temen, terus pas minuman dateng, secara otomatis tangan lo ngangkat gelas dan membenturkannya ke gelas temen lo? "Cheers!", "Tos!", atau "Prost!" teriak kalian bareng-bareng. Kedengerannya sepele banget, ya? Cuma bunyi 'ting' dari gelas yang beradu. Tapi, pernah kepikiran nggak kenapa kita harus repot-repot ngebenturin gelas sebelum cairan itu masuk ke tenggorokan?

Kalau lo mikir itu cuma biar kelihatan keren di Instagram Story atau biar ada suasana ramai, lo nggak sepenuhnya salah buat konteks zaman sekarang. Tapi kalau ditarik jauh ke belakang, tradisi ini punya sejarah yang jauh lebih gelap, lebih parno, dan sekaligus lebih puitis dari sekadar konten media sosial. Evolusi budaya membenturkan gelas ini adalah perjalanan panjang dari rasa takut mati menuju perayaan hidup.

Zaman Dulu: Cheers adalah Masalah Hidup dan Mati

Bayangin lo hidup di Eropa abad pertengahan. Masa itu bukan masa yang asyik buat jadi orang penting atau bangsawan. Pengkhianatan ada di mana-mana, dan salah satu cara paling populer buat nyingkirin musuh politik bukan pakai pedang, tapi pakai racun di dalam piala anggur. Saking seringnya kasus keracunan ini, orang-orang zaman dulu jadi super parnoan kalau diundang makan malam atau pesta minum.

Nah, di sinilah mitos asal-usul 'tos' dimulai. Konon, orang-orang mulai membenturkan gelas mereka dengan sangat keras sampai isi minumannya tumpah dan saling bercampur ke gelas lawan bicaranya. Logikanya simpel: kalau gue ngeracunin minuman lo, terus kita benturin gelas sampai minuman lo tumpah ke gelas gue, gue juga bakal mati dong? Jadi, ritual membenturkan gelas ini sebenarnya adalah bentuk 'security check' atau pembuktian kalau "Eh, minuman gue aman, dan gue harap minuman lo juga nggak bakal bikin gue mati."

Meskipun banyak sejarawan yang bilang kalau teori 'pertukaran racun' ini mungkin cuma legenda urban masa lalu yang dibumbui, tapi ceritanya tetap seru buat diceritain, kan? Ini menunjukkan kalau dulu, minum bersama itu adalah aktivitas yang penuh ketegangan, beda jauh sama kita sekarang yang malah sibuk nanyain password Wi-Fi sambil nunggu pesanan datang.

Mengusir Setan Lewat Dentingan Gelas

Selain soal racun, ada juga sisi supranaturalnya. Orang zaman dulu percaya kalau alkohol itu bisa bikin 'pintu' kesadaran kita terbuka, dan di saat itulah setan atau roh jahat bisa masuk ke tubuh. Mereka percaya kalau setan itu benci banget sama suara dentingan yang menyerupai suara lonceng gereja. Jadi, dengan membenturkan gelas sampai bunyi 'ting', mereka merasa sudah mengusir makhluk halus yang mau ikut 'nimbrung' atau masuk ke raga mereka saat mabuk. Ya, bisa dibilang 'tos' itu semacam pengusir setan versi low-budget pada masanya.

Melengkapi Lima Panca Indra: Rahasia di Balik Kepuasan Minum

Sekarang, mari kita geser pembahasannya ke sesuatu yang lebih modern dan lebih masuk akal secara sensorik. Kenapa sih tradisi ini tetap bertahan padahal kita sudah nggak takut diracun (kecuali mungkin sama mantan yang dendam)? Jawabannya ada pada pengalaman panca indra.

Coba deh lo perhatiin. Saat kita mau menikmati segelas kopi cantik atau bir dingin, hampir semua indra kita terlibat. Mata kita melihat warnanya yang menggoda (indra penglihatan). Tangan kita merasakan suhu gelasnya (indra peraba). Hidung kita mencium aromanya yang khas (indra penciuman). Dan lidah kita, tentu saja, merasakan rasanya (indra pengecap).

Tapi ada satu yang kurang: indra pendengaran. Tanpa suara 'ting' dari gelas yang beradu, pengalaman minum itu terasa ada yang bolong. Dengan membenturkan gelas, kita secara nggak sadar 'mengundang' indra kelima kita untuk ikut berpesta. Jadi, tradisi cheers itu sebenarnya adalah cara kita melakukan selebrasi yang holistik. Kita ingin semua bagian dari tubuh kita—dari mata sampai telinga—tahu kalau "Woi, kita lagi senang-senang nih!"

Filosofi di Balik Tatapan Mata

Ada satu aturan nggak tertulis yang sering banget diingetin orang Eropa kalau lagi 'tos': lo harus menatap mata lawan bicara lo. Kalau nggak, konon lo bakal sial dalam urusan asmara selama tujuh tahun. Terdengar konyol? Mungkin. Tapi secara psikologis, ini ada maknanya.

Membenturkan gelas sambil menatap mata itu menciptakan koneksi yang jujur. Di dunia yang serba digital ini, di mana orang seringkali lebih fokus ke layar HP daripada ke orang di depannya, momen 'tos' memaksa kita buat sejenak hadir sepenuhnya (present). Gelas yang bersentuhan itu adalah simbol dari dua atau lebih kehidupan yang saling bersinggungan di satu titik waktu yang sama. Itu adalah pengakuan bahwa "Gue di sini, lo di sini, dan kita lagi ngerayain momen ini bareng-bareng."

Dari Paranoia Menjadi Solidaritas

Keren banget kan, melihat bagaimana sebuah gerakan sederhana bisa berevolusi dari mekanisme pertahanan diri karena takut mati, jadi sebuah simbol solidaritas dan kebahagiaan. Dari yang tadinya penuh curiga, sekarang jadi penuh tawa. Ini membuktikan kalau manusia itu memang makhluk sosial yang selalu butuh ritual untuk mempererat ikatan.

Jadi, lain kali kalau lo lagi nongkrong dan gelas-gelas mulai diangkat, jangan cuma sekadar ngebenturin gelas karena ikut-ikutan. Ingat kalau di balik suara dentingan itu, ada sejarah ribuan tahun, ada usaha manusia buat merasa aman, dan ada keinginan buat menikmati hidup lewat lima panca indra secara utuh.

Membenturkan gelas adalah pengingat bahwa meskipun dunia luar mungkin lagi kacau, meskipun beban kerjaan lagi numpuk, atau meskipun hidup lagi nggak jelas arahnya, setidaknya di detik itu, lo punya teman, lo punya minuman, dan lo punya alasan buat bilang, "Cheers!" untuk hari ini. Karena pada akhirnya, yang kita rayakan bukan cuma isi gelasnya, tapi siapa yang ada di sekitar kita saat gelas itu beradu.

Gimana? Udah siap buat 'tos' lagi nanti malam?

Logo Radio
🔴 Radio Live