Ceritra
Ceritra Warga

Panduan Bijak Beli Takjil Agar Dompet Tidak Menangis

Refa - Thursday, 19 February 2026 | 02:00 PM

Background
Panduan Bijak Beli Takjil Agar Dompet Tidak Menangis
Takjil (dewimagazine.com/)

War Takjil atau War Dompet? Tips Biar Nggak Kalap Pas Berburu Menu Buka Puasa

Pernah nggak sih lo ngerasa kalau pas lagi puasa, semua makanan yang lewat di timeline Instagram atau yang kelihatan di pinggir jalan itu level enaknya naik seribu persen? Gorengan yang biasanya biasa aja, mendadak terlihat seperti mahakarya kuliner. Es buah yang warnanya gonjreng gitu aja kelihatan lebih segar daripada oase di tengah padang pasir. Fenomena ini yang sering kita sebut sebagai "lapar mata", dan kalau nggak dikontrol, bisa berujung pada panic buying takjil yang bikin dompet lo nangis di pojokan sebelum Lebaran tiba.

Ramadhan yang harusnya jadi momen buat menahan diri, eh malah sering jadi ajang balas dendam pas jam buka. Kita sering terjebak dalam siklus: lapar, beli semuanya, kenyang bego, lalu menyesal karena makanan nggak habis dan uang di rekening berkurang drastis. Nah, biar bulan suci ini nggak cuma nyisain bon belanjaan yang membengkak, yuk kita bahas gimana caranya tetap bisa jajan enak tanpa harus bikin anggaran makan lo boncos.

Kenapa Kita Suka Banget Panic Buying Takjil?

Secara psikologis, saat kita lapar, otak kita cenderung masuk ke mode survival. Semua makanan dianggap penting untuk dikonsumsi nanti. Makanya, pas lo jalan ke pasar kaget jam lima sore, logika seringkali kalah sama nafsu. Lo ngerasa butuh beli kolak, gorengan lima biji, es teh manis, plus martabak telur. Padahal, pas adzan maghrib berkumandang, minum segelas air putih dan makan tiga butir kurma aja rasanya perut sudah penuh banget.

Belum lagi fenomena "War Takjil" yang lagi viral belakangan ini. Seru sih liat orang rebutan jajan, tapi seringkali kita beli cuma karena FOMO (Fear of Missing Out). "Eh, itu antriannya panjang, pasti enak!" atau "Ini lagi hits banget di TikTok, harus beli!" Padahal belum tentu lo doyan-doyan amat. Inilah awal mula pengeluaran yang nggak perlu itu merayap masuk ke catatan keuangan lo.

Strategi Biar Nggak Khilaf di Depan Abang Gorengan

Supaya dompet lo nggak ikut puasa berkepanjangan, ada beberapa cara taktis yang bisa lo terapin. Pertama, terapkan aturan "List Before Go". Kedengarannya klise, tapi beneran ampuh. Sebelum keluar rumah buat cari takjil, tentukan dulu lo mau beli apa. Satu jenis minuman dan satu jenis camilan itu sebenernya sudah lebih dari cukup. Dengan punya rencana, lo punya "perisai" buat nolak godaan aroma ayam bakar atau martabak yang manggil-manggil di sepanjang jalan.

Kedua, coba batasi penggunaan QRIS atau dompet digital pas lagi hunting takjil. Memang sih, cashless itu praktis banget. Tapi kepraktisan itulah yang bikin kita nggak kerasa sudah ngeluarin duit berkali-kali. Coba deh bawa uang cash dengan jumlah pas, misalnya cuma 20 ribu atau 30 ribu rupiah. Kalau uangnya habis, ya sudah, lo harus pulang. Ini cara memaksa diri buat jadi lebih selektif dalam memilih mana yang beneran lo pengen dan mana yang cuma sekadar laper mata.

Masak Sendiri: Lebih Hemat dan Higienis

Gue tau, nggak semua orang punya waktu atau tenaga buat masak setelah seharian kerja. Tapi, coba deh hitung-hitung lagi. Beli es buah di pinggir jalan sekarang rata-rata 10 ribu sampai 15 ribu. Kalau lo beli bahan-bahannya sendiri di pasar, uang segitu bisa dapet buah-buahan yang bisa dipake buat tiga sampai empat hari. Selain lebih hemat, lo juga bisa mastiin kalau gula yang dipake bukan pemanis buatan yang bikin tenggorokan sakit.

Nggak perlu masak yang ribet ala chef bintang lima. Goreng tempe sendiri di rumah atau bikin es sirup pakai timun suri itu gampang banget. Rasanya nggak kalah kok sama yang dijual di luar. Plus, lo nggak perlu desak-desakan di tengah kemacetan cuma buat beli seporsi kolak pisang.

Pilah-Pilih Ajakan Buka Bersama (Bukber)

Ini nih final boss dari pengeluaran Ramadhan: Bukber. Agenda bukber itu biasanya dimulai dari minggu kedua dan puncaknya di minggu terakhir puasa. Dari temen SD, temen kuliah, temen kantor, sampai temen les piano yang udah sepuluh tahun nggak ketemu, tiba-tiba ngajak bukber semua. Kalau lo oke-in semuanya, siap-siap aja saldo lo terkuras buat bayar paket bukber yang harganya seringkali di atas rata-rata.

Opini jujur gue, nggak semua ajakan bukber itu harus lo ikutin. Pilih mana yang emang beneran mau lo silaturahmi, bukan cuma sekadar dateng terus sibuk main HP masing-masing. Batasi bukber di luar maksimal seminggu sekali. Sisa harinya? Lebih baik makan di rumah bareng keluarga. Selain lebih hangat, budget yang harusnya buat bayar pajak resto bisa lo tabung buat beli baju Lebaran atau tiket mudik.

Penutup: Ramadhan Bukan Tentang Konsumsi Berlebihan

Pada akhirnya, esensi puasa itu kan tentang menahan diri dan merasa cukup. Sangat ironis kalau di bulan yang penuh berkah ini kita malah jadi lebih boros dan banyak membuang makanan karena nafsu sesaat. Panic buying takjil cuma bakal kasih lo kepuasan selama lima menit pas buka puasa, tapi penyesalannya bisa sampai akhir bulan.

Jadi, sebelum lo berangkat "perang" takjil nanti sore, coba tarik napas dalam-dalam. Ingat-ingat lagi target finansial lo tahun ini. Jangan sampai rencana beli gadget baru atau liburan akhir tahun gagal cuma gara-gara lo terlalu rajin nyetok gorengan yang akhirnya dingin dan nggak kemakan. Stay mindful, stay healthy, dan pastinya, stay financially secure selama bulan suci ini. Selamat menantikan waktu berbuka!

Logo Radio
🔴 Radio Live