Ceritra
Ceritra Warga

Saus Tomat Tak Mau Keluar? Simak Tips Ampuh Agar Tidak Tumpah

Nisrina - Thursday, 19 February 2026 | 05:15 PM

Background
Saus Tomat Tak Mau Keluar? Simak Tips Ampuh Agar Tidak Tumpah
Ilustrasi (Shutterstock/New Africa)

Misteri di Balik Botol Kaca: Mengapa Saus Tomat Lebih Keras Kepala daripada Mantan?

Bayangkan skenario ini: Kamu lagi di sebuah restoran burger yang estetiknya dapet banget. Pesanan datang, kentang gorengnya masih panas, mengepul, dan aromanya menggoda iman. Di meja tersedia botol saus tomat kaca yang legendaris itu. Kamu balik botolnya, kamu tunggu beberapa detik, dan... nihil. Nggak ada setetes pun saus yang keluar. Kamu mulai mengguncang-guncangnya dengan emosi, lalu tiba-tiba—BARRR—separuh isi botol tumpah menggenangi piringmu kayak kiamat kecil di atas meja makan. Malu? Jelas. Kesel? Banget.

Kenapa sih saus tomat di botol kaca itu susah banget diajak kerja sama? Kenapa dia nggak bisa seluwes air mineral atau kecap manis yang sekali tuang langsung ngucur? Ternyata, jawaban dari drama di meja makan ini bukan karena sausnya lagi ngambek, melainkan karena ada urusan fisika yang cukup rumit di dalamnya. Selamat datang di dunia cairan Non-Newtonian, di mana logika zat cair biasa nggak berlaku di sini.

Bukan Cairan Biasa: Mengenal Fluida Non-Newtonian

Secara sains, air atau minyak goreng disebut sebagai cairan "Newtonian". Artinya, viskositas atau kekentalannya bakal tetap sama mau kamu aduk secepat apa pun atau kamu tuang dengan gaya gimana pun. Air ya tetap air. Tapi saus tomat? Dia masuk kategori "Non-Newtonian", spesifiknya lagi dia adalah zat yang punya sifat shear-thinning atau dalam bahasa yang lebih keren disebut pseudoplastic.

Saus tomat itu terdiri dari partikel padat tomat yang dihancurkan, air, gula, cuka, dan bumbu-bumbu yang saling berdesakan. Dalam kondisi diam di dalam botol, partikel-partikel ini saling mengunci satu sama lain. Mereka membentuk jaringan yang cukup kuat sehingga saus tomat bertingkah laku hampir seperti benda padat. Inilah alasan kenapa kalau kamu cuma membalikkan botol tanpa melakukan apa-apa, sausnya bakal tetap diam di sana, menatapmu dengan dingin seolah menantang kesabaranmu.

Untuk membuat saus ini mau bergerak, kamu butuh sesuatu yang namanya yield stress. Ini adalah ambang batas gaya yang harus kamu berikan supaya struktur "padat" di dalam saus itu runtuh dan berubah jadi cair. Begitu kamu kasih tekanan atau guncangan yang pas, kekentalannya bakal menurun drastis, dan barulah dia mau mengalir. Masalahnya, botol kaca itu kaku. Kamu nggak bisa memencetnya kayak botol plastik. Jadi, satu-satunya cara adalah dengan memberikan gaya dari luar: alias ditepuk-tepuk.

Seni Menepuk Botol dan Rahasia Angka 57

Pernah nggak kamu perhatiin kalau di botol kaca merk saus tomat paling terkenal di dunia, ada angka "57" yang timbul di bagian leher botolnya? Itu bukan cuma hiasan atau kode produksi nggak jelas. Itu adalah panduan pengguna buat orang-orang yang tahu ilmunya. Pihak produsen sebenarnya sudah kasih kisi-kisi: kalau mau sausnya keluar dengan elegan, jangan tepuk bagian pantat botolnya.

Kenapa menepuk pantat botol itu ide buruk? Secara fisika, kalau kamu menepuk bagian bawah botol yang terbalik, saus yang ada di bagian paling bawah (dekat tutup) justru bakal terkompresi dan makin menyumbat lubang keluar. Alih-alih keluar sedikit-sedikit, saus yang tersumbat itu bakal memberikan tekanan besar yang ujung-ujungnya bikin saus "meledak" keluar secara masif begitu sumbatannya jebol. Hasilnya? Piring kamu jadi kolam saus.

Trik yang benar adalah dengan memiringkan botol sekitar 45 derajat, lalu tepuk dengan telapak tangan di bagian "leher" botol, tepat di angka 57 itu. Getaran yang kamu berikan di bagian leher bakal memberikan gaya gesek (shear stress) yang cukup untuk mencairkan saus di dekat lubang keluar tanpa harus mengganggu kestabilan saus di bagian belakang. Dengan begitu, saus bakal mengalir dengan santuy dan terkontrol. Ilmu ini mahal, Guys, tapi sering banget kita lupain karena keburu laper.

Thixotropy: Saat Waktu Menjadi Kunci

Selain sifat shear-thinning, saus tomat juga punya sifat yang disebut thixotropy. Ini adalah istilah keren untuk menjelaskan bahwa kekentalan suatu zat bisa berubah tergantung seberapa lama dia diberi gaya. Semakin lama kamu mengocok botol saus, dia bakal semakin encer. Itu sebabnya kadang kalau kita terlalu semangat ngocok botolnya di awal, pas dituang eh malah jadi terlalu cair kayak sup tomat.

Fenomena ini sebenarnya sering kita temui di kehidupan sehari-hari tapi jarang kita sadari. Contoh lainnya adalah cat dinding. Cat itu kental di dalam kaleng, tapi pas disapukan pakai kuas (dikasih gaya), dia jadi encer dan gampang diratakan. Begitu kuasnya diangkat, dia jadi kental lagi supaya nggak netes ke mana-mana. Saus tomat pun pengennya gitu, tapi botol kaca yang sempit dan kaku bikin proses "pencairan" ini jadi lebih dramatis.

Kenapa Masih Pakai Botol Kaca?

Mungkin kamu bertanya-tanya, "Kalau emang ribet banget, kenapa nggak semua saus tomat pakai botol plastik pencet (squeeze bottle) aja?" Jawabannya ada dua: estetika dan kimia. Botol kaca memberikan kesan premium dan klasik. Selain itu, kaca adalah material yang sangat stabil secara kimia. Dia nggak bereaksi dengan asam dari tomat dan cuka, sehingga rasa sausnya tetap terjaga dalam waktu lama. Plus, buat sebagian orang, ada kepuasan tersendiri pas berhasil "menaklukkan" botol kaca saus tomat setelah perjuangan panjang.

Namun, di era yang serba cepat ini, banyak orang yang sudah nggak punya waktu buat ritual tepuk-tepuk botol. Itulah kenapa botol plastik sekarang lebih dominan. Tapi hey, setidaknya sekarang kamu sudah paham sains di baliknya. Kamu bukan lagi orang yang bakal frustrasi sambil mukulin pantat botol dengan brutal. Kamu adalah orang yang paham fisika fluida, yang bakal dengan tenang memiringkan botol dan memberikan tepukan cinta di leher botol dengan presisi.

Kesimpulannya, saus tomat di dalam botol kaca adalah pengingat bahwa kadang-kadang, hal-hal baik dalam hidup butuh sedikit usaha dan tekanan yang tepat untuk bisa dinikmati. Jangan langsung emosi kalau sausmu nggak keluar. Ingat, dia cuma butuh sedikit shear stress buat melepaskan ego "padat"-nya dan mengalir untuk melengkapi kentang gorengmu. Fisika itu asik, kan? Terutama kalau hasilnya bisa dimakan.

Logo Radio
🔴 Radio Live