Ceritra
Ceritra Warga

Hemat Saat Ramadan! Ini Cara Simpan Stok Makanan Biar Gak Mubazir

Refa - Thursday, 19 February 2026 | 03:00 PM

Background
Hemat Saat Ramadan! Ini Cara Simpan Stok Makanan Biar Gak Mubazir
Ilustrasi bahan makanan di kulkas (Freepik/Freepik)

Menjaga Sayur dan Bahan Takjil Tetap Segar: Biar Nggak Ada Drama Buang Makanan di Bulan Puasa

Ramadan itu vibes-nya emang beda. Selain urusan ibadah, entah kenapa gairah kita buat belanja bahan makanan mendadak naik drastis. Kalau biasanya belanja cuma buat dua hari, pas puasa begini rasanya mau nyetok isi kulkas buat seminggu ke depan biar nggak perlu bolak-balik ke pasar atau supermarket di tengah terik matahari. Masalahnya, semangat belanja seringkali nggak dibarengi sama ilmu penyimpanan yang mumpuni. Akhirnya apa? Baru hari ketiga, bayam sudah menghitam, cabai mulai berlendir, dan kolang-kaling baunya sudah mulai mencurigakan.

Jujur saja, melihat sayuran layu itu rasanya lebih sakit daripada melihat mantan jalan sama gebetan baru. Ada rasa berdosa karena sudah membuang uang dan membiarkan bahan makanan terbuang percuma. Nah, biar stok makanan buat sahur dan buka puasa tetap on point sampai seminggu ke depan, kita butuh strategi khusus. Ini bukan cuma soal masuk-masukin barang ke kulkas, tapi soal memahami "karakter" masing-masing bahan makanan itu sendiri.

Sayuran Hijau: Si Diva yang Gampang Ngambek

Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, atau sawi itu ibarat diva yang butuh perlakuan ekstra. Mereka sangat sensitif sama kelembapan. Kalau terlalu basah, mereka busuk; kalau terlalu kering, mereka layu. Rahasianya? Jangan pernah mencuci sayuran hijau kalau kamu nggak berniat memasaknya saat itu juga. Air yang tersisa di sela-sela daun adalah undangan terbuka bagi bakteri pembusuk untuk berpesta.

Cara terbaik adalah dengan melakukan dry grooming. Bersihkan bagian yang kuning atau akar yang terlalu kotor, lalu bungkus dengan kertas koran atau tisu dapur yang tebal. Tisu ini fungsinya buat menyerap uap air yang keluar dari pori-pori sayur (respirasi). Setelah dibungkus rapi, masukkan ke dalam wadah plastik kedap udara atau plastik klip. Dengan trik ini, bayam yang biasanya cuma bertahan dua hari bisa tetap segar dan renyah sampai lima atau enam hari ke depan. Percayalah, tisu dapur adalah investasi terbaik buat kulkas kamu.

Urusan Cabai dan Bumbu Dapur yang Sering Bikin Emosi

Harga cabai kalau mau Lebaran biasanya suka naik nggak masuk akal, mirip harga saham yang lagi to the moon. Makanya, menjaga stok cabai tetap awet itu wajib hukumnya. Kesalahan paling umum adalah menyimpan cabai di dalam plastik kresek dalam keadaan tertutup rapat tanpa alas. Uap air yang terperangkap bakal bikin cabai cepat lembek dan berjamur.

Tips jitu dari para suhu dapur: petik tangkai cabainya terlebih dahulu. Kenapa? Karena proses pembusukan biasanya dimulai dari tangkai. Setelah itu, alas wadah penyimpanan dengan tisu, masukkan cabai, dan selipkan satu siung bawang putih yang sudah dikupas di tengah-tengahnya. Bawang putih ini bertindak sebagai antibakteri alami yang menghambat pembusukan. Simpan di bagian bawah kulkas (chiller), jangan di freezer kecuali kamu mau bikin sambal yang teksturnya hancur.

Bahan Takjil: Kolang-Kaling dan Cincau Harus "Mandi" Tiap Hari

Beralih ke urusan takjil. Bahan-bahan seperti kolang-kaling, cincau hitam, atau pacar cina itu punya kadar air tinggi dan gampang banget asam kalau salah simpan. Untuk kolang-kaling, sebelum masuk kulkas, cuci bersih dulu sampai lendirnya hilang. Setelah itu, rendam dalam wadah berisi air bersih dan tutup rapat. Ingat, air rendamannya harus diganti setiap hari. Ini kunci supaya kolang-kaling tetap kenyal dan nggak bau asam.

Hal yang sama berlaku buat cincau. Cincau hitam yang biasanya dijual di pasar itu rentan banget ditumbuhi jamur halus. Jangan simpan cincau dalam keadaan telanjang di rak kulkas. Rendam di air matang dingin dalam wadah tertutup. Kalau buat buah-buahan seperti melon atau semangka untuk es buah, usahakan jangan dipotong-potong dulu kalau belum mau dikonsumsi. Buah yang sudah dipotong permukaannya bakal teroksidasi dan kehilangan kesegarannya dengan cepat.

Santan: Musuh Terbesar Adalah Udara

Nggak afdal rasanya buka puasa tanpa masakan bersantan atau kolak. Tapi kita semua tahu kalau santan itu "manja" banget. Santan segar peras sendiri biasanya cuma tahan hitungan jam di suhu ruang. Kalau mau awet seminggu, setelah santan diperas, segera masukkan ke dalam botol plastik atau wadah kecil-kecil sesuai porsi masak, lalu masukkan ke freezer. Jadi pas mau masak, kamu tinggal ambil satu porsi tanpa harus mencairkan seluruh stok santan. Proses beku-cair yang berulang-ulang itulah yang bikin santan pecah dan rasanya jadi aneh.

Jangan Overcapacity: Kulkas Juga Butuh Napas

Ini poin yang sering dilupakan. Mentang-mentang mau food prep, semua lubang di kulkas diisi sampai penuh sesak. Ingat, cara kerja kulkas itu mengandalkan sirkulasi udara dingin. Kalau kulkas terlalu penuh, udara nggak bisa muter dengan lancar. Akibatnya, suhu di dalam nggak stabil, dan ada bagian yang terlalu dingin sampai bikin sayur beku (dan rusak), atau malah ada bagian yang kurang dingin yang bikin makanan cepat basi.

Coba deh kasih jarak antar wadah. Gunakan wadah transparan biar kamu nggak perlu bongkar-pasang isi kulkas cuma buat nyari seikat seledri. Menyusun kulkas secara rapi bukan cuma biar estetik buat konten Instagram, tapi emang ada fungsinya buat menjaga keawetan bahan makanan itu sendiri. Dengan sedikit usaha ekstra di awal waktu belanja, kamu bakal menghemat banyak waktu, uang, dan emosi selama seminggu ke depan. Selamat mencoba, dan semoga stok makananmu tetap segar secerah semangat puasamu!

Logo Radio
🔴 Radio Live