Ceritra
Ceritra Warga

Trik Tetap Produktif Meski Ngantuk Melanda Setelah Makan

Nisrina - Saturday, 21 February 2026 | 03:15 PM

Background
Trik Tetap Produktif Meski Ngantuk Melanda Setelah Makan
Ilustrasi (Pexels/Andrea Piacquadio)

Pernahkah Anda berada di situasi seperti ini: Jarum jam baru saja melewati angka satu siang, perut sudah terisi penuh dengan seporsi nasi Padang atau ayam geprek level beringas, dan tiba-tiba kelopak mata terasa seberat beban hidup? Di depan laptop, kursor berkedip-kedip seolah mengejek produktivitas Anda yang mendadak terjun bebas. Dunia mendadak terlihat seperti filter sepia yang menenangkan, dan suara bising kantor berubah jadi nina bobo yang sangat menggoda.

Banyak dari kita yang refleks berujar, "Wah, tadi makan kangkung ya? Pantas ngantuk." Kangkung, sayuran hijau yang murah meriah dan lezat itu, sering kali dijadikan kambing hitam tunggal atas fenomena mata layu di jam rawan. Tapi, apakah benar sayuran itu punya kekuatan magis untuk membuat kita pingsan secara halus? Atau jangan-jangan, kita hanya butuh alasan untuk menutupi kenyataan bahwa porsi nasi kita tadi memang terlalu "brutal"?

Menggugat Mitos Kangkung

Mari kita bersihkan nama baik kangkung terlebih dahulu. Secara sains, kangkung memang mengandung zat bernama selenium dan zink yang memberikan efek rileks pada saraf. Ada juga kandungan triptofan, asam amino yang memang menjadi bahan baku hormon tidur. Namun, jumlahnya sebenarnya tidak sedahsyat itu. Anda butuh makan kangkung seember penuh sendirian untuk benar-benar merasakan efek "obat tidur" alami tersebut.

Kenyataannya, kangkung hanyalah korban salah sasaran. Musuh utamanya bukan di serat hijaunya, melainkan di gunungan karbohidrat dan lemak yang menyertainya. Fenomena medis ini punya nama keren: Postprandial Somnolence, atau yang lebih akrab kita sebut sebagai food coma. Kondisi ini adalah respons alami tubuh saat sistem pencernaan sedang bekerja lembur bagai kuda untuk mengolah makanan yang baru saja masuk.

Kenapa Mata Otomatis Tertutup?

Bayangkan tubuh Anda adalah sebuah pabrik besar. Saat Anda makan siang dalam porsi besar, terutama yang tinggi karbohidrat (nasi putih, mie, gorengan), kadar gula darah akan melonjak drastis. Sebagai respons, pankreas akan memompa insulin secara besar-besaran untuk menstabilkan gula darah tersebut. Nah, di sinilah drama dimulai.

Lonjakan insulin ini memicu masuknya asam amino bernama triptofan ke dalam otak. Di dalam otak, triptofan diubah menjadi serotonin. Kita tahu serotonin adalah hormon "feel good" yang bikin kita merasa tenang, nyaman, dan bahagia. Masalahnya, serotonin ini nantinya akan dikonversi lagi menjadi melatonin, sang hormon tidur. Jadi, secara kimiawi, tubuh Anda memang sedang dikondisikan untuk masuk ke mode istirahat. Bukan karena kangkungnya, tapi karena pesta karbohidrat yang Anda rayakan sebelumnya.

Selain urusan hormon, ada juga teori aliran darah. Saat lambung sedang sibuk-sibuknya menggiling rendang dan nasi, tubuh mengalihkan sebagian aliran darah ke sistem pencernaan. Akibatnya, aliran darah ke otak sedikit berkurang. Walaupun tidak drastis, penurunan ini cukup untuk membuat kewaspadaan kita menurun dan rasa kantuk mulai menyerang tanpa ampun.

Budaya Maksi yang "Mematikan"

Di Indonesia, makan siang alias "maksi" bukan sekadar urusan mengisi energi, tapi sudah jadi ritual sosial. Masalahnya, menu favorit kita sering kali adalah "karbo-double". Nasi putih pakai mie instan, atau nasi putih dengan lauk bakwan jagung. Belum lagi tambahan es teh manis yang gulanya bisa buat stok seminggu. Ini adalah resep sempurna untuk memicu food coma tingkat dewa.

Secara tidak sadar, kita sering terjebak dalam siklus: lapar - makan berat - ngantuk - kopi - lapar lagi. Kita sering merasa bahwa makan sampai begah adalah bentuk self-reward setelah lelah bekerja dari pagi. Padahal, tubuh kita justru merasa terbebani. Menariknya, rasa kantuk ini adalah cara tubuh memberikan sinyal: "Woi, saya capek mau mengolah makanan ini, tolong jangan suruh otak mikir berat dulu!"

Cara Melawan Food Coma Tanpa Harus Resign

Kalau Anda tidak punya kemewahan untuk tidur siang selama 15 menit ala power nap (yang sebenarnya sangat disarankan oleh ahli), ada beberapa trik yang bisa dilakukan agar tidak memalukan di depan bos saat rapat sore.

  • Kontrol Porsi Karbohidrat: Kurangi porsi nasi dan perbanyak protein serta serat. Serat akan memperlambat penyerapan gula sehingga tidak terjadi lonjakan insulin yang ekstrem.
  • Hindari Minuman Manis: Ganti es teh manis Anda dengan air mineral. Gula cair adalah pemicu tercepat lonjakan insulin.
  • Jalan Kaki Ringan: Setelah makan, jangan langsung duduk diam. Berjalan kaki selama 10-15 menit bisa membantu otot menyerap glukosa tanpa harus mengandalkan insulin terlalu banyak.
  • Pencahayaan yang Cukup: Cari tempat yang terang. Cahaya menghambat produksi melatonin, sehingga otak akan tetap terjaga.

Jadi, mulai sekarang, berhentilah menyalahkan kangkung yang tidak berdosa. Ia hanyalah sayuran hijau yang ingin memberikan nutrisi bagi tubuh Anda. Penyebab utama Anda ingin rebahan setelah makan siang adalah kombinasi antara biokimia tubuh dan pilihan menu yang mungkin terlalu ambisius.

Mengantuk setelah makan itu manusiawi, namun jika itu terjadi setiap hari dan mengganggu produktivitas, mungkin sudah saatnya kita mengevaluasi apa yang kita masukkan ke dalam piring. Ingat, makanan seharusnya memberikan energi, bukan justru merampasnya dan membuat kita tampak seperti zombi di sore hari. Tapi ya, kalau memang sudah terlanjur ngantuk berat, cuci muka adalah jalan ninja paling instan, atau setidaknya pura-puralah mengetik dengan serius padahal mata sudah tinggal lima watt.

Logo Radio
🔴 Radio Live