Ternyata Ini Alasan Mengapa Waktu Terasa Berjalan Sangat Cepat Saat Dewasa
Nisrina - Sunday, 22 February 2026 | 07:18 AM


Pernahkah Anda duduk termenung dan menyadari betapa cepatnya pergantian tahun terjadi belakangan ini. Rasanya baru kemarin kita merayakan pergantian tahun baru, tetapi tiba tiba kita sudah berada di penghujung tahun lagi. Fenomena ini sering kali membuat banyak orang dewasa merasa cemas seolah olah waktu berlari meninggalkan mereka.
Sebaliknya mari kita putar kembali memori saat kita masih duduk di bangku sekolah dasar. Ingatkah Anda betapa lamanya waktu yang harus dihabiskan untuk menunggu jam istirahat tiba. Ingatkah Anda betapa panjang dan menyenangkannya masa libur kenaikan kelas. Satu bulan saat masa kanak kanak terasa seperti satu tahun yang penuh dengan petualangan panjang.
Perbedaan persepsi waktu antara masa kanak kanak dan masa dewasa ini bukanlah sekadar ilusi atau perasaan semata. Fenomena psikologis ini telah lama menjadi subjek penelitian para ilmuwan saraf dan ahli psikologi kognitif. Berdasarkan cara kerja otak manusia ternyata ada penjelasan logis mengapa jarum jam terasa berdetak lebih cepat seiring bertambahnya usia kita.
Masa Kecil Adalah Taman Bermain Keajaiban Baru
Untuk memahami fenomena ini kita harus melihat dunia melalui kacamata seorang anak kecil. Pada masa kanak kanak otak manusia berada dalam fase perkembangan yang sangat pesat. Setiap hari adalah sebuah lembaran baru yang diisi dengan pengalaman pengalaman yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Bayangkan momen pertama kali seorang balita mencicipi asamnya buah lemon hingga wajahnya berkerut. Bayangkan perjuangan pertama kali seorang anak belajar menyeimbangkan diri di atas sepeda roda dua, atau sensasi euforia yang meledak ledak ketika pertama kali memenangkan sebuah perlombaan dan mendapatkan hadiah.
Setiap pengalaman pertama ini adalah sebuah kejutan besar bagi sistem saraf. Otak anak anak secara konstan dibombardir oleh stimulus dan informasi visual, suara, rasa, serta emosi yang benar benar baru. Untuk memahami semua informasi asing ini otak harus bekerja ekstra keras untuk menyerap, memproses, dan menyimpannya menjadi memori jangka panjang.
Proses penyerapan data yang sangat masif dan intens inilah yang menciptakan sebuah ilusi waktu. Karena otak membutuhkan waktu dan energi kognitif yang besar untuk memproses begitu banyak informasi baru dalam satu hari, durasi hari tersebut terekam dalam ingatan sebagai sesuatu yang sangat padat dan panjang. Inilah alasan utama mengapa waktu terasa melambat saat kita masih kecil.
Rutinitas Dewasa dan Otak yang Mulai Bosan
Lalu apa yang terjadi ketika kita tumbuh dewasa dan memasuki dunia kerja. Jawabannya terletak pada kata rutinitas dan repetisi. Seiring berjalannya waktu segala sesuatu yang dulunya merupakan pengalaman baru dan menakjubkan perlahan lahan berubah menjadi hal yang biasa biasa saja.
Kehidupan orang dewasa umumnya berjalan di atas pola yang sudah terprediksi. Kita bangun di jam yang sama, melewati rute jalan yang sama menuju kantor, mengerjakan tugas pekerjaan yang serupa setiap hari, bertemu dengan orang orang yang sama, dan pulang ke rumah untuk melakukan rutinitas malam yang itu itu saja.
Ketika Anda melakukan aktivitas yang sudah sangat Anda kuasai otak Anda akan mengaktifkan mode autopilot. Otak manusia pada dasarnya adalah organ yang sangat efisien dalam menghemat energi. Otak menyadari bahwa ia tidak perlu lagi merekam setiap detail dari perjalanan Anda ke kantor karena tidak ada informasi baru atau ancaman yang perlu dianalisis.
Akibatnya otak mulai mengabaikan dan melupakan potongan potongan hari Anda. Hari Senin terasa sama dengan hari Selasa, dan minggu demi minggu berlalu tanpa ada memori menonjol yang tertinggal di kepala. Ketika Anda menoleh ke belakang dan otak tidak menemukan memori atau pengalaman baru yang signifikan, otak akan menyimpulkan bahwa waktu telah berlalu begitu saja dalam sekejap mata.
Menciptakan Kejutan untuk Memperlambat Waktu
Kabar baiknya adalah kita tidak harus pasrah menjadi korban dari rutinitas yang membosankan ini. Persepsi waktu sangat bergantung pada seberapa banyak informasi baru yang kita berikan kepada otak. Jika hilangnya hal hal baru adalah penyebab waktu terasa cepat maka solusi logisnya adalah dengan secara sadar membawa kembali pengalaman baru ke dalam hidup kita.
Ketika sesuatu terjadi dan mematahkan rutinitas harian yang monoton Anda sedang memberikan kejutan sensorik kepada sistem saraf Anda. Kejutan ini memaksa otak untuk mematikan mode autopilot dan kembali bekerja keras layaknya otak seorang anak kecil. Otak harus kembali awas menyerap informasi di sekitar dan memproses data baru tersebut.
Proses penyerapan informasi baru inilah yang akan membuat waktu terasa melambat sekali lagi. Mematahkan rutinitas tidak selalu berarti Anda harus melakukan hal hal yang ekstrem atau mahal seperti pergi liburan ke luar negeri setiap bulan. Ada banyak cara sederhana yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari.
Langkah Praktis Meretas Persepsi Waktu Anda
Anda bisa mulai memanipulasi persepsi waktu Anda dengan melakukan perubahan perubahan kecil yang bermakna. Misalnya cobalah untuk mengambil rute jalan yang sama sekali berbeda saat Anda berangkat atau pulang kerja. Pemandangan gedung yang berbeda, kemacetan yang berbeda, dan rute yang tidak familier akan memaksa otak Anda untuk tetap fokus dan sadar.
Langkah lainnya adalah dengan mencoba mengeksplorasi hobi baru yang belum pernah Anda sentuh sebelumnya. Jika Anda terbiasa dengan aktivitas fisik cobalah belajar melukis atau bermain alat musik. Mempelajari keterampilan baru adalah cara paling efektif untuk membangun jaringan saraf baru di dalam otak.
Selain itu luangkan waktu di akhir pekan untuk mengunjungi tempat tempat baru di kota Anda, mencicipi menu makanan dari restoran yang belum pernah Anda kunjungi, atau sekadar membaca buku dengan genre yang sama sekali berbeda dari selera Anda biasanya.
Semakin banyak kebaruan yang Anda ciptakan semakin banyak pula memori unik yang akan terekam oleh otak Anda. Ketika suatu hari nanti Anda mengingat kembali tahun yang telah berlalu tahun tersebut akan terasa sangat panjang, padat, dan penuh warna layaknya liburan musim panas saat Anda masih kecil dahulu.
Next News

Rahasia Kecepatan Speedometer Lebih Tinggi dari Aslinya
in 2 hours

Alasan Unik Kenapa Guling Jadi Perlengkapan Tidur Wajib
6 hours ago

Kenapa Orang Indonesia Susah Tidur Tanpa Guling di Luar Negeri?
7 hours ago

Mitos atau Fakta Tidur Rambut Basah Bikin Pusing
8 hours ago

Jangan Cuma Rebahan! Ini Alasan Kamu Harus Rutin Ganti Sprei
9 hours ago

Rahasia Gigi Bersih dari Selilipan Usai Santap Daging
10 hours ago

Debat Rutinitas Pagi Pilih Sikat Gigi atau Sarapan Dulu
11 hours ago

Sering Cairkan Daging Ayam Pakai Air? Awas Jadi Sarang Bakteri
12 hours ago

Tips Kelola Sisa Makanan untuk Kaum Mendang-Mending
13 hours ago

Stop! Jangan Masukkan Semua Makanan ke Kulkas, Ini Alasannya
14 hours ago





