Ceritra
Ceritra Warga

Stop! Jangan Masukkan Semua Makanan ke Kulkas, Ini Alasannya

Nisrina - Monday, 23 February 2026 | 02:15 PM

Background
Stop! Jangan Masukkan Semua Makanan ke Kulkas, Ini Alasannya
Ilustrasi (Pexels/Polina Tankilevitch)

Bagi kebanyakan dari kita, kulkas adalah semacam "kotak ajaib" penyelamat kehidupan. Begitu pulang dari pasar atau supermarket dengan kantong belanjaan penuh, ritual pertama yang kita lakukan adalah membuka pintu kulkas dan menjejal semua isinya ke dalam sana. Harapannya sederhana: biar awet, tetap segar, dan nggak cepat busuk. Logikanya, kalau dingin berarti kuman malas gerak, kan?

Tapi sayangnya, logika "masuk kulkas pasti aman" ini adalah sebuah kesalahkaprahan kolektif yang perlu segera kita luruskan. Alih-alih menjaga kesegaran, suhu dingin yang ekstrem justru bisa jadi musuh dalam selimut bagi beberapa bahan makanan tertentu. Bukannya jadi enak, makanan kita malah bisa berubah tekstur jadi aneh, rasanya hilang, atau malah lebih cepat rusak. Ibaratnya, kamu menyuruh orang yang hobi pantai untuk tinggal di kutub utara tanpa jaket; ya jelas merana.

Nah, supaya kamu nggak terus-terusan "mendzalimi" bahan makananmu sendiri, yuk kita bedah satu per satu bahan apa saja yang haram hukumnya masuk kulkas dan apa alasan di balik perubahan rasa serta teksturnya.

Tomat yang Berubah Jadi Berpasir

Pernah nggak kamu menggigit tomat yang teksturnya nggak lagi kenyal dan berair, tapi malah terasa lembek dan "berpasir" seperti tepung? Kalau iya, kemungkinan besar tomat itu adalah korban dari suhu kulkas. Tomat adalah buah yang sangat sensitif terhadap udara dingin. Suhu di bawah 12 derajat Celcius akan menghentikan proses pematangan alami tomat.

Lebih parahnya lagi, udara dingin merusak membran di dalam dinding sel tomat. Hasilnya? Tekstur yang awalnya juicy berubah jadi mealy alias berpasir. Selain teksturnya rusak, aroma umami khas tomat yang bikin sambal atau masakanmu sedap juga bakal menguap entah ke mana. Jadi, biarkan tomatmu nongkrong manis di suhu ruang dalam keranjang buah. Mereka lebih bahagia di sana.

Kentang: Manis tapi Aneh

Kentang adalah tipikal bahan makanan yang butuh tempat gelap dan sejuk, tapi bukan dingin ekstrem seperti di dalam kulkas. Ketika kentang terkena suhu dingin yang berlebihan, terjadi sebuah proses kimia bernama cold-induced sweetening. Sederhananya, pati atau karbohidrat yang ada di dalam kentang bakal diubah paksa menjadi gula.

Mungkin terdengar enak kalau jadi manis, tapi percayalah, kentang yang manis itu aneh rasanya. Selain itu, saat digoreng atau dipanggang, kentang "dingin" ini akan lebih cepat gosong di luar karena kadar gulanya tinggi, tapi mentah di dalam. Plus, teksturnya bakal jadi keras dan berpasir setelah dimasak. Sebaiknya simpan kentang di dalam kantong kertas di sudut dapur yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Bawang: Jangan Biarkan Mereka Menangis di Dalam Dingin

Bawang merah dan bawang putih butuh sirkulasi udara yang baik. Memasukkan mereka ke dalam kulkas yang lembap dan sirkulasi udaranya terbatas adalah resep sempurna untuk bencana. Kelembapan kulkas bakal bikin bawang jadi lembek dan cepat ditumbuhi jamur. Kamu pasti pernah kan menemukan bawang putih yang tiba-tiba tumbuh tunas hijau atau malah keriput di dalam kulkas?

Selain merusak bawangnya sendiri, bau bawang yang menyengat itu sifatnya sangat invasif. Kalau kamu nekat menyimpan bawang (terutama yang sudah dikupas atau dipotong) tanpa wadah kedap udara, siap-siap saja susu atau air putih di kulkasmu bakal punya aroma bawang yang eksotis. Simpan saja mereka di tempat terbuka, jangan dicampur dengan kentang karena gas dari kentang bisa mempercepat pembusukan bawang.

Kopi: Spons Bau yang Terperangkap

Ini adalah dosa besar bagi para pecinta kopi. Menyimpan bubuk atau biji kopi di dalam kulkas dengan alasan menjaga aroma adalah mitos belaka. Kopi bersifat higroskopis, artinya dia sangat hebat dalam menyerap kelembapan dan bau di sekitarnya. Kalau kamu menaruh kopi di dekat ikan asin di kulkas, jangan kaget kalau besok pagi kopimu punya cita rasa maritim.

Selain itu, perubahan suhu saat kamu mengeluarkan kopi dari kulkas ke suhu ruang akan menciptakan kondensasi (bintik air). Air ini akan merusak minyak alami kopi yang justru merupakan sumber rasa dan aroma utamanya. Simpan kopi di wadah kedap udara yang gelap di lemari dapurmu. Biarkan dia tetap kering dan tenang.

Madu: Si Abadi yang Tak Perlu Dibekukan

Madu secara alami adalah salah satu bahan makanan yang tidak punya tanggal kedaluwarsa jika disimpan dengan benar. Sifatnya yang rendah air dan sangat asam membuat bakteri nggak betah tinggal di sana. Jadi, buat apa dimasukkan kulkas? Memasukkan madu ke kulkas hanya akan membuatnya mengkristal dan mengeras seperti batu.

Madu yang sudah mengkristal memang masih bisa dimakan, tapi ribet banget kalau mau menuangkannya di atas roti atau mencampurnya ke teh. Kamu harus merendam botolnya di air hangat dulu biar cair lagi. Capek, kan? Biarkan saja madu di rak dapur, dia bakal tetap segar sampai bertahun-tahun kemudian.

Roti yang Cepat Menua

Logikanya, roti masuk kulkas biar nggak jamuran. Memang benar jamur jadi malas tumbuh, tapi ada harga mahal yang harus dibayar: rotimu jadi cepat basi secara tekstur. Ada proses yang namanya retrogradasi pati. Di dalam suhu dingin kulkas, molekul pati di dalam roti akan menata ulang diri dan mengkristal kembali, yang membuat roti jadi sangat keras, kering, dan nggak enak dikunyah.

Kalau kamu tahu rotimu nggak bakal habis dalam dua hari, lebih baik simpan di freezer (dibekukan sekalian) dalam wadah kedap udara. Saat mau dimakan tinggal dipanggang sebentar, dan teksturnya akan kembali lembut. Tapi kalau cuma mau disimpan buat besok, suhu ruang jauh lebih ramah buat roti daripada suhu kulkas bawah.

Kulkas Bukan Segalanya!

Belajar menata bahan makanan memang butuh sedikit usaha ekstra, tapi hasilnya sebanding dengan rasa masakanmu. Kita seringkali terlalu malas untuk memisahkan mana yang harus masuk kulkas dan mana yang tidak, padahal tiap bahan punya "kepribadian" masing-masing. Memaksa semua bahan masuk kulkas bukan cuma soal efisiensi, tapi soal menghargai kualitas bahan yang sudah kita beli dengan uang hasil kerja keras.

Jadi, mulai sekarang, sebelum memasukkan belanjaan ke dalam kotak es itu, coba pikirkan kembali: apakah bahan ini benar-benar butuh kedinginan, atau mereka justru lebih bahagia menghirup udara dapurmu?

Logo Radio
🔴 Radio Live