Jangan Cuma Rebahan! Ini Alasan Kamu Harus Rutin Ganti Sprei
Nisrina - Monday, 23 February 2026 | 07:15 PM


Siapa sih yang nggak suka rebahan? Rasanya, kasur adalah tempat paling suci dan paling nyaman setelah seharian bergelut dengan revisi kerjaan yang nggak kelar-kelar atau drama di kantor yang bikin pusing tujuh keliling. Begitu sampai rumah, ritual paling nikmat adalah langsung "terjun bebas" ke atas kasur, tarik selimut, dan melupakan dunia sejenak. Tapi, jujur deh, kapan terakhir kali kamu ganti sprei?
Minggu lalu? Bulan lalu? Atau malah baru diganti pas nunggu ada gebetan mau main ke kosan? Kalau kamu tipe yang baru ganti sprei pas warnanya sudah mulai berubah dari putih jadi krem kecokelatan, mending simak ini baik-baik. Soalnya, di balik kelembutan kain sprei favoritmu itu, ada "ekosistem" tersembunyi yang nggak cuma bikin geli kalau dibayangin, tapi juga bisa bikin kesehatanmu ambruk perlahan.
Prasmanan Sel Kulit Mati untuk Para Tungau
Bayangin gini: setiap hari, manusia itu melepaskan sekitar 500 juta sel kulit mati. Ya, kamu nggak salah baca. Ratusan juta sel kulit itu nggak menguap begitu saja ke angkasa, tapi sebagian besar menumpuk di tempat kita menghabiskan waktu paling lama, yaitu kasur. Buat kita, itu cuma sampah mikroskopis. Tapi buat tungau debu (dust mites), tumpukan sel kulit mati itu adalah pesta prasmanan bintang lima yang nggak ada habisnya.
Tungau debu ini ukurannya kecil banget, nggak kasat mata. Mereka hidup subur di sela-sela serat kain sprei yang lembap karena keringat kita. Masalahnya bukan cuma karena mereka ada di sana, tapi "oleh-oleh" yang mereka tinggalkan. Tungau-tungau ini makan, berkembang biak, lalu buang kotoran di tempat tidurmu. Nah, protein dalam kotoran tungau inilah yang jadi pemicu utama alergi. Kalau kamu sering bangun tidur dengan kondisi hidung mampet, bersin-bersin nggak jelas, atau mata gatal, jangan langsung nyalahin AC yang kedinginan. Bisa jadi itu adalah reaksi tubuhmu terhadap kotoran tungau yang sudah menumpuk berbulan-bulan di sprei.
Napas Sesak Bukan Karena Rindu, Tapi Karena Debu
Bagi teman-teman yang punya riwayat asma atau sinusitis, sprei kotor itu ibarat bom waktu. Setiap kali kamu bergerak di atas kasur, partikel-partikel debu, sel kulit mati, dan kotoran tungau tadi bakal terbang ke udara dan dengan sukses terhirup masuk ke saluran pernapasan. Ini yang bikin tidur bukannya bikin segar, malah bikin dada terasa berat.
Nggak jarang, orang merasa kena flu menahun yang nggak sembuh-sembuh. Padahal ya simpel, sumber masalahnya ada di bawah kepala mereka sendiri setiap malam. Bayangin aja, kamu tidur 6 sampai 8 jam sehari menghirup "limbah" mikroskopis. Kalau dibiarin terus, kualitas tidur bakal anjlok. Efeknya? Paginya kamu bakal zombie-mode, sulit konsentrasi, dan bawaannya pengen marah-marah terus. Ternyata kesehatan mental juga bisa bermula dari kebersihan sprei, kan?
Skincare Mahal Kalah Sama Sprei Kotor
Ini nih yang sering bikin pejuang glowing merasa dikhianati oleh keadaan. Sudah beli serum harga jutaan, pakai moisturizer paling hits, sampai rutin pakai masker tiap malam, tapi jerawat di punggung atau di pipi nggak kunjung hilang. Coba deh cek spreimu. Sprei yang jarang diganti itu adalah sarang bakteri, minyak wajah yang nempel, sisa-sisa keringat, hingga sisa produk rambut yang berpindah ke bantal.
Jerawat punggung atau yang sering disebut bacne (back acne) sering banget muncul karena gesekan kulit dengan sprei yang sudah terkontaminasi bakteri. Pori-pori kulit yang harusnya bernapas lega di malam hari malah tersumbat oleh kotoran dari sprei. Belum lagi kalau kamu tipe yang suka tidur miring. Pipi kamu bakal nempel langsung ke sarung bantal yang sudah jadi ladang bakteri selama berminggu-minggu. Jangan kaget kalau tiba-tiba muncul jerawat di satu sisi wajah saja. Itu bukan karena nggak cocok pakai skincare baru, tapi karena sarung bantalmu sudah minta dipensiunkan ke mesin cuci.
Sentuhan Personal dan Estetika yang Menipu
Zaman sekarang banyak banget sprei dengan motif estetik, warna-warna pastel yang Instagramable, atau bahan silk yang katanya bikin rambut nggak rontok. Tapi estetik doang nggak cukup kalau baunya sudah mulai apek. Bau apek itu sebenarnya adalah tanda bahwa jamur dan bakteri sudah mulai "berumah tangga" di sana. Kelembapan dari keringat yang meresap ke serat kain adalah tempat bermain yang paling asik buat mereka.
Kadang kita merasa, "Ah, kan tidurnya pakai baju lengkap, nggak bakal kotor lah spreinya." Opini ini jelas salah besar. Keringat dan uap tubuh tetap bisa menembus pakaian dan nempel di sprei. Apalagi kalau kamu sering ngemil di atas kasur sambil nonton drakor atau Netflix. Remah-remah makanan yang jatuh itu bakal mengundang tamu tambahan seperti semut atau serangga kecil lainnya. Lengkap sudah penderitaan kasurmu.
Lantas, Harus Gimana?
Nggak perlu jadi orang yang paranoid sampai ganti sprei tiap hari juga sih. Idealnya, para ahli kesehatan menyarankan buat ganti sprei minimal seminggu sekali. Kalau kamu orangnya gampang keringatan atau punya peliharaan yang suka ikut naik ke kasur, frekuensinya bisa ditambah jadi tiga atau empat hari sekali.
Jangan lupa juga buat mencuci sprei dengan air hangat kalau memungkinkan, supaya kuman dan tungau benar-benar modar. Jemur di bawah sinar matahari langsung juga bagus banget buat sterilisasi alami. Dan satu lagi tips penting: jangan langsung rapihin tempat tidur begitu bangun tidur! Biarkan kasur "bernapas" sebentar supaya kelembapan sisa semalam menguap dulu. Kalau langsung ditutup bed cover, kelembapannya malah terperangkap di dalam, dan tungau-tungau itu bakal sorak-sorai kegirangan.
Kesimpulannya, menjaga kebersihan sprei itu bukan cuma soal rajin atau nggak, tapi soal investasi kesehatan jangka panjang. Jangan sampai uang yang harusnya bisa buat beli kopi enak atau jalan-jalan malah habis buat berobat ke dokter kulit atau dokter spesialis THT gara-gara kita malas ganti sprei. Yuk, mumpung hari ini mungkin hari libur atau kamu lagi luang, copot sprei lama itu, masukin ke mesin cuci, dan rasakan sensasi tidur di atas sprei bersih nanti malam. Percayalah, rebahan di sprei wangi dan bersih itu nikmatnya berkali-kali lipat!
Next News

Alasan Unik Kenapa Guling Jadi Perlengkapan Tidur Wajib
2 hours ago

Kenapa Orang Indonesia Susah Tidur Tanpa Guling di Luar Negeri?
2 hours ago

Mitos atau Fakta Tidur Rambut Basah Bikin Pusing
2 hours ago

Rahasia Gigi Bersih dari Selilipan Usai Santap Daging
5 hours ago

Debat Rutinitas Pagi Pilih Sikat Gigi atau Sarapan Dulu
6 hours ago

Sering Cairkan Daging Ayam Pakai Air? Awas Jadi Sarang Bakteri
7 hours ago

Tips Kelola Sisa Makanan untuk Kaum Mendang-Mending
8 hours ago

Stop! Jangan Masukkan Semua Makanan ke Kulkas, Ini Alasannya
9 hours ago

Berhenti Scroll TikTok! Lakukan Ini Biar Tugas Cepat Selesai
11 hours ago

Efek Doomscrolling Sebelum Tidur: Lupa Waktu Hingga Cedera
12 hours ago






