Sering Merasa Mata Berpasir Sore Hari? Jangan Langsung Dikucek!
Refa - Monday, 23 February 2026 | 05:00 PM


Misteri Mata Kelilipan Gaib Saat Puasa: Antara Dehidrasi dan Solusi Praktis Bernama Palming
Pernah nggak sih, pas lagi asik-asiknya nunggu jam buka puasa alias fase kritis sekitar jam tiga sore tiba-tiba mata kamu berasa nggak enak banget? Rasanya kayak ada butiran pasir yang nyangkut, padahal kamu lagi di dalam ruangan ber-AC yang harusnya steril dari debu jalanan.
Mata terasa sepet, ganjal, dan kalau dikucek malah makin merah kayak habis nonton drama Korea marathon semalaman. Fenomena mata berpasir ini sebenarnya bukan hal mistis atau sekadar "kelilipan gaib", tapi ada penjelasan biologis yang cukup masuk akal di baliknya.
Pas lagi puasa, tubuh kita otomatis masuk ke mode hemat energi dan hemat cairan. Nah, masalahnya, mata kita itu butuh pelumas konstan biar bisa berfungsi maksimal. Bayangin aja mata itu kayak mesin mobil yang butuh oli. Saat asupan cairan berhenti selama belasan jam, produksi air mata kita pun ikut-ikutan seret. Hasilnya? Lapisan mukosa di permukaan mata jadi kering kerontang. Inilah yang bikin saraf-saraf di kornea teriak-teriak dan ngasih sinyal ke otak seolah-olah ada benda asing atau pasir yang masuk ke mata kita.
Belum lagi, kebiasaan kita pas puasa itu justru bikin beban mata makin berat. Ngaku deh, pas lagi lemas karena lapar, kita biasanya pelarian ke scrolling TikTok, Instagram, atau kerja di depan laptop biar waktu terasa cepat berlalu. Padahal, saat menatap layar, frekuensi kita berkedip itu berkurang drastis. Kalau normalnya kita berkedip 15-20 kali semenit, pas lagi fokus ke layar bisa turun jadi cuma 5 kali. Udah asupan air kurang, jarang berkedip pula, ya wajar aja kalau mata rasanya kayak habis diampelas.
Kenapa Mata Harus Istirahat?
Mata kita itu bukan cuma organ buat melihat, tapi juga pintu gerbang utama informasi ke otak. Saraf optik kita bekerja keras memproses warna, cahaya, dan gerakan tanpa henti. Saat puasa, kondisi fisik yang sedikit melemah bikin saraf-saraf ini lebih cepat capek. Kalau dipaksa terus, nggak cuma mata yang perih, tapi kepala juga bisa ikut pusing berdenyut. Istilah kerennya, digital eye strain yang diperparah dengan kondisi dehidrasi ringan.
Banyak orang pelariannya langsung ke obat tetes mata. Ya nggak salah sih, tapi kalau keseringan juga nggak bagus karena bisa bikin ketergantungan atau malah iritasi kalau kandungannya nggak cocok. Padahal, ada satu cara yang jauh lebih organik, gratis, dan bisa dilakukan di mana saja buat mengistirahatkan saraf visual kita. Teknik ini namanya Palming.
Berkenalan dengan Teknik Palming: Tombol Reset buat Mata
Trik palming ini sebenarnya dipopulerkan oleh Dr. William Bates, seorang dokter mata yang percaya kalau penglihatan kita sangat dipengaruhi oleh tingkat ketegangan otot mata. Singkatnya, palming adalah teknik menutup mata menggunakan telapak tangan sedemikian rupa sehingga mata berada dalam kegelapan total sekaligus mendapatkan kehangatan alami dari tubuh kita sendiri. Ini bukan sulap, tapi murni soal memberikan relaksasi pada saraf visual yang sudah overheated sejak pagi.
Kenapa harus telapak tangan? Karena telapak tangan kita punya energi panas alami yang lembut. Kegelapan total yang dihasilkan saat kita menutup mata dengan tangan memberikan kesempatan bagi saraf optik untuk berhenti memproses cahaya sama sekali. Ini kayak kamu mencabut kabel charger saat HP sudah mulai panas biar baterainya nggak meledak.
Cara Melakukan Palming yang Benar (Biar Nggak Malu-maluin di Kantor)
Melakukan palming itu gampang-gampang susah. Kelihatannya cuma nutup mata, tapi ada tekniknya biar efeknya nampol. Kamu bisa ikuti langkah-langkah receh tapi efektif ini:
- Cari Posisi Enak: Duduk tegak tapi santai. Kalau bisa, sandarkan siku kamu di meja biar tangan nggak pegal pas lagi prosesi.
- Gosok Telapak Tangan: Gosokkan kedua telapak tangan kamu sampai terasa hangat. Jangan cuma hangat suam-suam kuku, tapi sampai berasa ada sensasi panas yang nyaman. Ini gunanya untuk mengaktifkan aliran energi dan suhu yang pas buat mata.
- Tutup Mata Tanpa Menekan: Tangkupkan telapak tangan yang sudah hangat tadi ke depan mata. Posisikan bagian tengah telapak tangan tepat di depan kelopak mata. Ingat ya, jangan ditekan bola matanya. Cukup ditutup rapat sampai nggak ada celah cahaya yang masuk dari sela-sela jari.
- Bernapas Dalam: Sambil menutup mata dalam kegelapan, tarik napas pelan-pelan. Bayangkan kegelapan itu menyerap rasa perih dan "pasir" yang ada di mata kamu.
- Durasi: Lakukan selama 2 sampai 5 menit. Jangan buru-buru buka mata. Nikmati aja sensasi hangatnya.
Lebih dari Sekadar Istirahat Mata
Menariknya, palming ini nggak cuma bikin mata jadi lembap lagi karena merangsang kelenjar air mata buat bekerja lebih rileks, tapi juga punya efek psikologis. Pas kita menutup mata dan fokus ke kegelapan, otak kita beralih dari mode waspada (gelombang beta) ke mode yang lebih tenang (gelombang alfa). Buat kamu yang lagi puasa dan ngerasa gampang emosi atau cranky karena lapar, palming bisa jadi teknik meditasi kilat yang bikin kamu lebih chill.
Setelah melakukan palming, biasanya pandangan bakal terasa lebih cerah dan tajam. Warna-warna di sekitar juga kelihatan lebih pop-up. Itu tandanya saraf visual kamu sudah berhasil melakukan rebooting. Rasanya kayak baru bangun tidur siang padahal cuma merem beberapa menit di depan meja kantor.
Kesimpulan: Sayangi Mata, Jangan Cuma Perut
Puasa memang melatih kita untuk menahan lapar dan dahaga, tapi bukan berarti kita harus "menyiksa" organ tubuh lainnya, termasuk mata. Masalah mata berpasir itu adalah kode keras dari tubuh kalau kamu butuh istirahat sejenak. Jangan dihajar terus dengan doomscrolling berita-berita nggak penting atau nonton video mukbang yang makin bikin haus.
Jadi, mulai sekarang kalau mata sudah mulai terasa ganjal dan sepet di tengah hari, jangan buru-buru cari air atau obat tetes. Coba deh berhenti sejenak, gosok tangan, dan lakukan palming. Berikan hak mata kamu untuk beristirahat di balik hangatnya telapak tangan. Lagipula, apa gunanya menang banyak di kerjaan atau khatam serial Netflix kalau pas Idulfitri nanti mata kamu malah merah dan sayu kayak kurang tidur sebulan?
Selamat mencoba dan semoga matamu tetap segar sampai bedug magrib berkumandang!
Next News

Jangan Cuma Rebahan! Ini Bahaya Malas Gerak Saat Menunggu Maghrib
3 days ago

Biar Gak Kayak Udang Rebus, Yuk Rutin Jalan Tanpa Alas Kaki!
4 days ago

Sulit Tidur di Malam Hari? Geser Jadwal Olahragamu ke Sore Hari dan Rasakan Bedanya!
6 days ago

Penyebab Napas Bunyi Ngik-ngik Saat Naik Tangga dan Cara Mengatasinya
7 days ago

Bakar Kalori Brutal di Kantor dengan Stairs Climbing
7 days ago

Panduan Lengkap 14 Fitur Strava Terbaik untuk Maksimalkan Olahraga Anda
7 days ago

Mengapa Angkat Beban Membuat Langkah Larimu Terasa Lebih Ringan?
7 days ago

Mengenal EPOC, Cara Tubuh Terus Membakar Kalori Bahkan Setelah Olahraga Selesai
7 days ago

Apa Itu VO2 Max? Indikator Umur Panjang yang Bisa Kamu Latih!
7 days ago

Kenali Zone 2 Training, Mengapa Jalan Kaki Cepat Lebih Ampuh Bakar Lemak?
7 days ago






