Kenali Zone 2 Training, Mengapa Jalan Kaki Cepat Lebih Ampuh Bakar Lemak?


Dalam dunia olahraga tahun 2026 ini, tren beralih dari latihan intensitas tinggi (HIIT) yang melelahkan menuju latihan yang lebih berkelanjutan namun sangat efektif, yakni Zone 2 Training.
Mungkin terdengar tidak masuk akal bahwa intensitas yang santai seperti jalan kaki cepat bisa lebih efektif membakar lemak daripada lari sprint yang menguras keringat. Namun, jawabannya ada pada sistem metabolisme tubuh kita.
Apa itu Zone 2 Training?
Zone 2 adalah zona intensitas di mana detak jantung berada di kisaran 60–70% dari detak jantung maksimal (HRmax)
- Cara Mengukurnya (Rumus Sederhana):
HRmax = 220 - Usia
- Contoh: Jika usia Anda 30 tahun, maka HRmax adalah 190. Zone 2 Anda berada di kisaran 114–133 detak per menit (BPM).
- Tes Bicara (Talk Test): Anda berada di Zone 2 jika masih bisa berbicara dalam kalimat lengkap tanpa terengah-engah, namun sudah tidak bisa lagi bernyanyi.
Mengapa Zone 2 Lebih Baik untuk Lemak?
Tujuan utama Zone 2 adalah melatih fleksibilitas metabolik. Berikut alasannya:
1. Sumber Bahan Bakar: Lemak vs Gula
- Zone 2: Pada intensitas ini, tubuh mengandalkan oksidasi lemak sebagai sumber energi utama. Tubuh memiliki cadangan lemak yang hampir tidak terbatas untuk digunakan.
- Sprint (Zone 4-5): Pada intensitas tinggi, tubuh membutuhkan energi instan dan beralih menggunakan glikogen (gula otot). Karena cadangan gula terbatas, Anda akan cepat merasa lelah dan lapar setelahnya.
2. Peningkatan Mitokondria
Mitokondria adalah "pabrik energi" di dalam sel. Zone 2 Training secara spesifik merangsang pertumbuhan dan efisiensi mitokondria. Semakin sehat mitokondria Anda, semakin efisien tubuh Anda membakar lemak, bahkan saat Anda sedang tidur atau duduk di kantor.
3. Pembersihan Laktat
Latihan intensitas rendah melatih tubuh untuk membuang asam laktat dengan lebih cepat. Ini membuat Anda memiliki daya tahan (endurance) yang lebih tinggi tanpa merasa lemas keesokan harinya.
Tips Memulai Zone 2 Training
- Konsistensi adalah Kunci: Berbeda dengan sprint yang cukup 15 menit, Zone 2 membutuhkan waktu lebih lama. Lakukan minimal 30–60 menit per sesi.
- Jangan Tergoda untuk Cepat: Kesalahan umum adalah mempercepat langkah karena merasa "kurang capek". Jika detak jantung Anda melonjak ke Zone 3, efisiensi pembakaran lemak justru menurun.
- Gunakan Smartwatch: Di tahun 2026, hampir semua wearable device memiliki fitur pengingat zona detak jantung. Atur alarm jika detak jantung Anda keluar dari Zone 2.
Next News

Dari Tenis ke Padel Simak Tren Olahraga Paling Hits Sekarang
20 days ago

Joging: Self-Reward Paling Murah untuk Atasi Masalah Hidup
23 days ago

Bukan Sekadar Debu, Ini Bahaya Nyata Abu Vulkanik bagi Tubuh
a month ago

Olahraga & Teknologi: Ketika Fitness Tracker Mengubah Cara Warga Surabaya Berolahraga
a month ago

Perkembangan E-sports sebagai Industri Baru di Indonesia
a month ago

Bye-Bye Perut Buncit! Tips Praktis Buat Kamu yang Malas Gerak
2 months ago

Strategi dan Kecepatan, alasan Anggar Disebut Catur Fisik
2 months ago

Ini Alasan Pilates Bagus Untuk Kesehatan Tulang
2 months ago

Bye Tenis? Inilah Alasan Kenapa Semua Orang Kini Main Padel
2 months ago

Trik Jitu Biar Berani Nyemplung Tanpa Takut Tenggelam di Kolam
2 months ago






