Kenali Zone 2 Training, Mengapa Jalan Kaki Cepat Lebih Ampuh Bakar Lemak?
Refa - Monday, 16 February 2026 | 05:00 PM


Dalam dunia olahraga tahun 2026 ini, tren beralih dari latihan intensitas tinggi (HIIT) yang melelahkan menuju latihan yang lebih berkelanjutan namun sangat efektif, yakni Zone 2 Training.
Mungkin terdengar tidak masuk akal bahwa intensitas yang santai seperti jalan kaki cepat bisa lebih efektif membakar lemak daripada lari sprint yang menguras keringat. Namun, jawabannya ada pada sistem metabolisme tubuh kita.
Apa itu Zone 2 Training?
Zone 2 adalah zona intensitas di mana detak jantung berada di kisaran 60–70% dari detak jantung maksimal (HRmax)
- Cara Mengukurnya (Rumus Sederhana):
HRmax = 220 - Usia
- Contoh: Jika usia Anda 30 tahun, maka HRmax adalah 190. Zone 2 Anda berada di kisaran 114–133 detak per menit (BPM).
- Tes Bicara (Talk Test): Anda berada di Zone 2 jika masih bisa berbicara dalam kalimat lengkap tanpa terengah-engah, namun sudah tidak bisa lagi bernyanyi.
Mengapa Zone 2 Lebih Baik untuk Lemak?
Tujuan utama Zone 2 adalah melatih fleksibilitas metabolik. Berikut alasannya:
1. Sumber Bahan Bakar: Lemak vs Gula
- Zone 2: Pada intensitas ini, tubuh mengandalkan oksidasi lemak sebagai sumber energi utama. Tubuh memiliki cadangan lemak yang hampir tidak terbatas untuk digunakan.
- Sprint (Zone 4-5): Pada intensitas tinggi, tubuh membutuhkan energi instan dan beralih menggunakan glikogen (gula otot). Karena cadangan gula terbatas, Anda akan cepat merasa lelah dan lapar setelahnya.
2. Peningkatan Mitokondria
Mitokondria adalah "pabrik energi" di dalam sel. Zone 2 Training secara spesifik merangsang pertumbuhan dan efisiensi mitokondria. Semakin sehat mitokondria Anda, semakin efisien tubuh Anda membakar lemak, bahkan saat Anda sedang tidur atau duduk di kantor.
3. Pembersihan Laktat
Latihan intensitas rendah melatih tubuh untuk membuang asam laktat dengan lebih cepat. Ini membuat Anda memiliki daya tahan (endurance) yang lebih tinggi tanpa merasa lemas keesokan harinya.
Tips Memulai Zone 2 Training
- Konsistensi adalah Kunci: Berbeda dengan sprint yang cukup 15 menit, Zone 2 membutuhkan waktu lebih lama. Lakukan minimal 30–60 menit per sesi.
- Jangan Tergoda untuk Cepat: Kesalahan umum adalah mempercepat langkah karena merasa "kurang capek". Jika detak jantung Anda melonjak ke Zone 3, efisiensi pembakaran lemak justru menurun.
- Gunakan Smartwatch: Di tahun 2026, hampir semua wearable device memiliki fitur pengingat zona detak jantung. Atur alarm jika detak jantung Anda keluar dari Zone 2.
Next News

Panduan Lengkap 14 Fitur Strava Terbaik untuk Maksimalkan Olahraga Anda
in 5 hours

Mengenal EPOC, Cara Tubuh Terus Membakar Kalori Bahkan Setelah Olahraga Selesai
in 7 hours

Apa Itu VO2 Max? Indikator Umur Panjang yang Bisa Kamu Latih!
in 6 hours

Sering Masuk Air ke Hidung Saat Snorkeling? Cek Panduan Berikut!
2 hours ago

Jangan Cuma Sewa! Inilah 6 Alat Snorkeling Wajib Punya untuk Liburan yang Lebih Higienis
4 hours ago

Keajaiban Olahraga Pengganti Obat Depresi dan Kecemasan
a day ago

Cara Membangun Harmoni Emosional Lewat Partner Yoga
2 days ago

Mengenal Plogging, Olahraga Sambil Jaga Kebersihan Lingkungan
2 days ago

Manfaat Hiking Ringan bagi Jantung dan Kesehatan Mental
4 days ago

Rutinitas 5 Menit Morning Mobility agar Tubuh Tidak 'Berkarat'
3 days ago






