Rumus Persentase Berat Badan Agar Rucking Tetap Aman
Refa - Thursday, 12 February 2026 | 01:00 PM


Menghitung berat beban dalam rucking tidak bisa dilakukan asal-asalan. Jika terlalu ringan, kamu tidak akan mendapatkan manfaat maksimal; namun jika terlalu berat, kamu berisiko mengalami cedera punggung bawah atau lutut.
Di komunitas rucking profesional, terdapat standar persentase yang digunakan untuk menentukan "titik manis" (sweet spot) antara efektivitas pembakaran kalori dan keamanan sendi. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk menghitung beban idealmu.
1. Rumus Dasar Persentase Berat Badan
Standar emas untuk pemula hingga tingkat lanjut adalah menggunakan persentase dari berat badan totalmu.
- Pemula (Minggu 1-4): Gunakan 5% - 8% dari berat badan.
- Tujuan: Membiasakan otot bahu dan punggung dengan tekanan tas.
- Menengah (Adaptasi): Gunakan 10% - 15% dari berat badan.
- Tujuan: Meningkatkan intensitas kardio dan penguatan otot inti.
- Lanjutan (Elite): Gunakan 20% - 25% dari berat badan.
- Tujuan: Pelatihan ketahanan ekstrem (biasanya dilakukan oleh militer atau atlet profesional).
Peringatan: Sangat tidak disarankan bagi warga sipil untuk melebihi 25% dari berat badan karena risiko kompresi tulang belakang meningkat drastis tanpa pengawasan profesional.
2. Faktor Progressive Overload
Sama seperti angkat beban di gym, dalam rucking kamu harus menerapkan beban bertahap. Jangan langsung meloncat ke beban 15 kg jika kamu belum pernah mencoba beban 5 kg.
- Aturan 2 Minggu: Tetaplah pada beban yang sama selama minimal 2 minggu. Jika setelah 2 minggu punggung dan lututmu tidak terasa sakit (hanya pegal otot biasa), kamu boleh menambah beban sebanyak 1–2 kg.
- Dengarkan Tubuh: Jika kamu merasa nyeri tajam di telapak kaki atau punggung bawah, kurangi beban segera. Itu tandanya tubuhmu belum siap menyokong beban tersebut.
3. Tips Menata Beban di Dalam Tas
Cara kamu menaruh beban jauh lebih penting daripada berat beban itu sendiri. Beban yang salah posisi akan terasa jauh lebih berat dan menyiksa.
- High & Tight: Pastikan beban berada di posisi atas dan menempel ke punggung. Jangan biarkan beban melorot ke area pinggang bawah atau bokong.
- Ganjal Beban: Jika kamu menggunakan piringan besi atau botol air, ganjal bagian bawah tas dengan handuk atau gulungan baju agar beban tetap berada di area punggung atas (di antara belikat).
- Gunakan Tali Dada: Tali dada (sternum strap) membantu menjaga tas tetap stabil dan tidak bergoyang, yang bisa mengganggu keseimbangan langkahmu.
Kesimpulan: Mulailah dari yang Ringan
Filosofi rucking adalah "Jarak dan Waktu di Bawah Beban", bukan seberapa berat beban yang bisa kamu angkat. Lebih baik berjalan 5 km dengan beban 5 kg daripada hanya kuat berjalan 500 meter dengan beban 20 kg lalu cedera.
Next News

Reaksi Hector Souto Usai Indonesia Tekuk Malaysia: Puji Mental Pemain Tapi Soroti Penyelesaian Akhir
in 6 hours

Penentuan Puncak Klasemen! Timnas Futsal Indonesia Hadapi Australia di Laga Terakhir Grup B
in 5 hours

Mengenal Padel: Ketika Lahan Sempit Berubah Jadi Gaya Hidup Elit
11 hours ago

Jalan Kaki 30 Menit: Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Jangka Panjang
13 hours ago

Bagaimana Running Club BIsa Menjadi Tempat Networking Paling Efektif bagi Profesional Muda ?
a day ago

5 Gerakan Simpel di Rumah buat Lunturkan Lemak Lebaran Tanpa Perlu ke Gym
18 days ago

Anti-Encok Club! Ritual Yoga 10 Menit Biar Badan Gak 'Krek' Pas Sampai Kantor
22 days ago

Stop Jadi Generasi Jompo! Lakukan 5 Gerakan Ini Demi Pinggang Gak Gampang 'Krek'!
23 days ago

Sering Nyeri Punggung Pas Bangun Tidur? Jangan Dianggap Remeh
23 days ago

Mengapa Kerja Terlalu Lama Justru Membuat Otak Jadi Lemot?
23 days ago






