Sejarah dan Perkembangan Bola Voli di Indonesia, dari Masa Penjajahan hingga Era Proliga
Nisrina - Thursday, 12 February 2026 | 02:15 PM


Olahraga bola voli kini telah menjadi salah satu cabang olahraga paling populer di Tanah Air bersanding dengan sepak bola dan bulu tangkis. Hampir di setiap pelosok desa hingga kota metropolitan kita bisa dengan mudah menemukan lapangan voli sederhana dengan jaring net yang terpasang di sore hari. Teriakan penonton dan suara pukulan bola yang keras menjadi pemandangan akrab dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
Namun tahukah Anda bahwa olahraga yang sangat merakyat ini memiliki perjalanan sejarah yang sangat panjang dan berliku. Dari permainan eksklusif para bangsawan dan tentara Belanda hingga menjadi industri olahraga profesional yang bernilai miliaran rupiah. Perkembangan bola voli di Indonesia adalah cermin dari semangat gotong royong dan kompetisi yang sehat.
Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana bola voli pertama kali mendarat di kepulauan Nusantara siapa tokoh tokoh penting di baliknya dan bagaimana transformasi liga voli tarkam atau antar kampung menjadi kompetisi bergengsi sekelas Proliga yang melahirkan atlet atlet berkelas dunia.
Masuknya Bola Voli di Era Kolonial Belanda
Jejak sejarah bola voli di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari masa pendudukan Hindia Belanda. Olahraga ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1928 atau tepat pada masa masa pergerakan nasional sedang memanas. Namun pada saat itu voli bukanlah olahraga untuk rakyat jelata.
Bola voli dibawa masuk oleh para guru guru pendidikan jasmani yang didatangkan langsung dari Belanda. Awalnya permainan ini hanya dimainkan secara terbatas di lingkungan sekolah sekolah Belanda seperti HBS dan AMS. Selain itu para tentara atau serdadu Belanda anggota KNIL juga kerap memainkannya di asrama asrama militer sebagai sarana rekreasi dan menjaga kebugaran fisik.
Karena sifatnya yang eksklusif pada masa itu bola voli hanya dikenal oleh kalangan bangsawan pribumi dan orang orang Eropa. Masyarakat umum belum memiliki akses untuk mempelajari aturan main apalagi memainkannya. Namun seiring berjalannya waktu para guru pendidikan jasmani mulai mengajarkannya kepada murid murid pribumi terpilih yang kemudian menyebarkannya secara perlahan ke lingkungan luar sekolah.
Peran Guru dan Tentara dalam Penyebaran Awal
Faktor utama yang membuat bola voli cepat menyebar meski awalnya terbatas adalah kemudahannya. Olahraga ini tidak membutuhkan lapangan yang terlalu luas seperti sepak bola dan tidak memerlukan peralatan mahal seperti tenis. Cukup dengan bola dan jaring pembatas permainan sudah bisa dilakukan.
Para guru lulusan sekolah pendidikan jasmani di Belanda yang kembali ke Indonesia memegang peranan vital. Mereka memasukkan bola voli ke dalam kurikulum pendidikan jasmani di sekolah sekolah. Dari sinilah bibit bibit pemain lokal mulai bermunculan.
Selain itu pada masa pendudukan Jepang yang singkat permainan ini juga tetap dimainkan. Jepang yang saat itu sudah mengenal voli lebih dulu turut serta memperkenalkan teknik teknik dasar bermain voli yang lebih agresif dibandingkan gaya Eropa yang cenderung santai. Hal ini membentuk karakter permainan voli Indonesia yang unik yaitu perpaduan antara teknik dan kekuatan fisik.
Lahirnya PBVSI sebagai Induk Organisasi
Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tahun 1945 semangat untuk membangun identitas nasional melalui olahraga semakin membara. Bola voli yang sudah mulai dimainkan secara luas di masyarakat membutuhkan wadah resmi agar bisa dipertandingkan secara teratur dan memiliki standar aturan yang baku.
Momentum besar terjadi pada Pekan Olahraga Nasional atau PON yang kedua di Jakarta pada tahun 1951. Bola voli sudah mulai dipertandingkan secara resmi. Melihat antusiasme yang luar biasa maka pada tanggal 22 Januari 1955 didirikanlah organisasi induk bola voli nasional.
Organisasi tersebut diberi nama Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia atau yang lebih dikenal dengan singkatan PBVSI. Ketua umum pertamanya adalah W.J. Latumeten seorang tokoh olahraga yang sangat dihormati. Pendirian PBVSI ini menjadi tonggak sejarah yang mengubah wajah voli Indonesia dari sekadar permainan rekreasi menjadi olahraga prestasi yang serius. Pada tahun yang sama PBVSI juga resmi menjadi anggota sementara federasi voli internasional atau FIVB.
Era Emas Asian Games 1962 dan Dominasi SEA Games
Ujian pertama bagi PBVSI dan tim nasional voli Indonesia adalah saat Jakarta ditunjuk menjadi tuan rumah Asian Games ke 4 tahun 1962. Presiden Soekarno saat itu menginginkan Indonesia tampil gagah di mata dunia. Persiapan dilakukan dengan sangat serius.
Meskipun saat itu belum berhasil meraih medali emas namun partisipasi di Asian Games membuka mata para atlet Indonesia tentang standar permainan internasional. Mereka belajar tentang taktik formasi dan teknik smash yang lebih modern dari negara negara raksasa voli Asia seperti Jepang dan Tiongkok.
Buah dari pembelajaran tersebut mulai terlihat di ajang regional Asia Tenggara atau SEA Games. Tim nasional voli putra Indonesia tercatat sebagai salah satu tim paling dominan dalam sejarah SEA Games. Dominasi ini membuktikan bahwa pembinaan atlet voli di Indonesia sudah berada di jalur yang tepat meskipun masih banyak tantangan dalam hal infrastruktur dan pendanaan.
Fenomena Tarkam Nadi Kehidupan Voli Indonesia
Satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah voli Indonesia adalah fenomena Tarkam atau turnamen Antar Kampung. Ini adalah budaya unik yang mungkin tidak ditemukan di negara lain dengan skala semasif di Indonesia.
Tarkam adalah kompetisi tidak resmi yang diselenggarakan oleh warga desa atau kelurahan biasanya untuk memperingati hari kemerdekaan atau acara bersih desa. Meskipun levelnya kampung namun jangan salah sangka. Hadiah yang ditawarkan bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Turnamen Tarkam menjadi kawah candradimuka bagi para pemain muda sebelum melangkah ke jenjang profesional. Di sinilah mental mereka ditempa. Mereka harus bermain di lapangan semen yang keras kadang di tanah liat yang licin dan di bawah tekanan penonton yang bersorak sorai tepat di pinggir garis lapangan. Banyak pemain tim nasional yang lahir dan besar dari kerasnya kompetisi Tarkam ini. Tarkam juga menjadi roda ekonomi bagi para pemain voli untuk mendapatkan penghasilan tambahan di luar gaji klub resmi.
Transformasi Menuju Era Profesional Proliga
Memasuki milenium baru PBVSI menyadari bahwa kompetisi amatir seperti Livoli saja tidak cukup untuk meningkatkan kualitas pemain dan industri olahraga. Dibutuhkan sebuah kompetisi profesional yang dikelola dengan manajemen modern melibatkan sponsor dan tayangan televisi.
Maka pada tahun 2002 lahirlah Proliga. Ini adalah kompetisi kasta tertinggi bola voli di Indonesia. Proliga mengadopsi sistem kompetisi profesional di mana setiap klub diperbolehkan merekrut pemain asing. Kehadiran pemain asing dari Brasil Kuba Amerika Serikat hingga Thailand ini mendongkrak kualitas permainan atlet lokal.
Proliga mengubah citra voli menjadi olahraga yang glamor dan menghibur atau sportainment. Pertandingan dikemas dengan menarik disiarkan langsung di televisi nasional dan dihadiri oleh ribuan suporter fanatik. Klub klub besar seperti Jakarta LavAni Surabaya Samator dan Jakarta Elektrik PLN menjadi ikon baru yang diidolakan kaum milenial dan Gen Z.
Efek Megawati Hangestri dan Demam Voli Modern
Perkembangan terkini yang sangat membanggakan adalah kiprah atlet Indonesia di kancah internasional. Nama Megawati Hangestri Pertiwi menjadi fenomena baru pada tahun 2023 dan 2024. Penampilannya yang memukau di Liga Voli Korea Selatan bersama klub Red Sparks telah memicu demam voli baru di Tanah Air.
Istilah "Megatron" menggema dan membuat banyak orang yang tadinya tidak peduli dengan voli menjadi penggemar setia. Hal ini membuktikan bahwa kualitas pemain Indonesia sudah diakui dunia. Fenomena ini diharapkan bisa memicu lahirnya lebih banyak lagi atlet atlet muda yang berani berkarir di luar negeri atau abroad.
Selain prestasi individu Timnas Voli Putra Indonesia juga menunjukkan grafik peningkatan yang tajam dengan menembus peringkat dunia yang lebih baik dan menjadi raja di Asia Tenggara. Gaya permainan cepat dan kombinasi serangan yang variatif menjadi ciri khas voli modern Indonesia saat ini.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun sejarah mencatat banyak tinta emas tantangan ke depan masih membentang. Regenerasi atlet putri yang sempat tersendat fasilitas latihan di daerah yang belum merata serta pembinaan usia dini yang harus lebih sistematis adalah pekerjaan rumah bagi PBVSI.
Namun melihat antusiasme masyarakat yang tidak pernah surut masa depan bola voli Indonesia terlihat sangat cerah. Voli bukan lagi sekadar olahraga warisan penjajah melainkan telah menjadi identitas dan kebanggaan bangsa. Dari lapangan tanah di desa hingga arena megah Proliga bola voli terus berdetak seirama dengan semangat juang rakyat Indonesia.
Next News

10 Gerakan Peregangan Ampuh Usir Pegal dan Mata Lelah Bagi Pekerja Kantoran yang Duduk Seharian
in 2 minutes

Rumus Persentase Berat Badan Agar Rucking Tetap Aman
in 3 hours

7 Olahraga Paling Ampuh Usir Pegal dan Stres Bagi Pekerja Kantoran
an hour ago

Bakar Lemak 3x Lipat Sambil Jalan Santai? Ini Rahasia Rucking
in 2 hours

Olahraga Berkuda Equestrian dari Sejarah hingga Manfaatnya
2 hours ago

Strategi Olahraga Tepat Saat Ramadan Agar Tubuh Tetap Bugar dan Ideal
3 hours ago

Sentuhan Magis Adrian Newey Ubah Wajah Aston Martin F1 Jadi Hijau Matte
19 hours ago

Mitos Bahaya Angkat Beban Bagi Lansia yang Harus Anda Abaikan Sekarang Juga
20 hours ago

15 Menit Tanpa Alas Kaki! Cara Sederhana Memperbaiki Kualitas Tidur dan Postur Tubuh
a day ago

5 Tanda Bahaya Saat Olahraga yang Wajib Kamu Patuhi!
2 days ago






