Ceritra
Ceritra Olahraga

Apa Itu VO2 Max? Indikator Umur Panjang yang Bisa Kamu Latih!

Refa - Monday, 16 February 2026 | 06:00 PM

Background
Apa Itu VO2 Max? Indikator Umur Panjang yang Bisa Kamu Latih!
Ilustrasi perempuan sedang bernapas (Freepik/krakenimages.com)

Meningkatkan VO2 Max (kapasitas maksimal oksigen yang dapat digunakan tubuh) sering kali diasosiasikan dengan latihan yang menyiksa paru-paru dan membuat otot terasa "terbakar". Namun, pendekatan modern menunjukkan bahwa meningkatkan kebugaran kardiovaskular bisa dilakukan dengan lebih cerdas, bukan lebih keras.

Kuncinya adalah Polarized Training (Latihan Terpolarisasi). Ini adalah metode yang digunakan atlet elit: membagi porsi latihan antara intensitas sangat rendah dan intensitas sangat tinggi, tanpa menyentuh area "tengah" yang sering menyebabkan kelelahan kronis (junk miles).

Strategi Meningkatkan VO2 Max secara Efisien

1. Perbanyak "Base" dengan Zone 2 (Aturan 80/20)

Gunakan prinsip 80/20: lakukan 80% sesi latihan mingguan di Zone 2 (intensitas rendah).

  • Mengapa: Zone 2 membangun kapiler darah dan memperkuat jantung untuk memompa lebih banyak darah per denyut. Tanpa jantung yang kuat di beban rendah, Anda tidak akan bisa mencapai puncak VO2 Max yang tinggi.
  • Hasilnya: Membangun fondasi tanpa menumpuk hormon stres (kortisol) yang berlebihan.

2. Gunakan "Interval Norwegian" (4x4)

Untuk 20% sisa latihan, lakukan latihan intensitas tinggi. Metode paling efektif untuk VO2 Max adalah protokol 4x4 dari Norwegia.

  • Protokol:
  1. Lari/Bersepeda intensitas tinggi selama 4 menit (hingga terengah-engah tapi masih bisa kontrol).
  2. Istirahat aktif (jalan kaki/pedal santai) selama 3 menit.
  3. Ulangi sebanyak 4 kali.
  • Keunggulan: Jeda istirahat 3 menit memastikan detak jantung turun cukup sehingga bisa melakukan repetisi berikutnya dengan kualitas maksimal tanpa mengalami kelelahan saraf.

3. Latihan Pernapasan (Inspiratory Muscle Training)

$VO2$ $Max$ bukan hanya soal jantung, tapi juga seberapa efisien otot pernapasan Anda bekerja.

  • Caranya: Gunakan alat breathing trainer atau lakukan latihan pernapasan diafragma secara rutin.
  • Manfaat: Memperkuat diafragma akan mengurangi "steal reflex" (di mana tubuh mencuri darah dari kaki untuk diberikan ke paru-paru yang kelelahan), sehingga Anda bisa bergerak lebih lama dengan sisa tenaga yang sama.

4. Prioritaskan Tidur dan Hidrasi

Peningkatan VO2 Max terjadi saat istirahat, bukan saat latihan.

  • Tidur: Minimal 7–8 jam untuk membiarkan tubuh memproduksi hormon pertumbuhan yang memperbaiki jaringan otot jantung.
  • Zat Besi: Pastikan asupan zat besi cukup. Zat besi adalah komponen utama hemoglobin yang membawa oksigen dalam darah. Tanpa zat besi, latihan sekeras apa pun tidak akan menaikkan VO2 Max secara signifikan.
Tip Pro: Jangan lakukan tes VO2 Max setiap hari. Cukup pantau tren Resting Heart Rate (detak jantung saat istirahat) di pagi hari. Jika angka tersebut menurun dari minggu ke minggu, itu tanda pasti bahwa VO2 Max sedang merangkak naik.
Logo Radio
🔴 Radio Live