Mengenal Plogging, Olahraga Sambil Jaga Kebersihan Lingkungan
Refa - Saturday, 14 February 2026 | 08:00 AM


Pernahkah kamu sedang asyik lari pagi di taman atau trotoar, lalu merasa "terganggu" dengan pemandangan botol plastik atau bungkus makanan yang berserakan? Jika iya, kamu adalah kandidat sempurna untuk mencoba Plogging.
Di tahun 2026, saat kesadaran lingkungan menjadi gaya hidup utama, plogging bukan lagi sekadar tren, melainkan aksi nyata komunitas urban untuk tetap bugar sekaligus mencintai bumi.
Apa Itu Plogging?
Istilah Plogging berasal dari penggabungan dua kata. Plocka Up (Bahasa Swedia yang berarti memungut) dan Jogging. Gerakan ini pertama kali dimulai di Swedia oleh Erik Ahlström pada tahun 2016 dan dengan cepat menyebar ke seluruh dunia.
Konsepnya sederhana. Kamu berlari (atau jalan cepat), dan setiap kali melihat sampah, kamu berhenti untuk memungutnya.
Mengapa Plogging Lebih Baik daripada Lari Biasa?
1. Pembakaran Kalori Lebih Maksimal
Dibandingkan lari konstan, plogging melibatkan gerakan variatif. Saat memungut sampah, kamu melakukan gerakan squat (jongkok) atau lunge (menekuk satu kaki). Ini berarti:
- Otot paha, bokong, dan inti tubuh (core) bekerja lebih keras.
- Kalori yang terbakar lebih banyak karena ada variasi intensitas gerakan.
2. Mengurangi "Kebosanan" Berlari
Bagi sebagian orang, lari jarak jauh bisa terasa monoton. Plogging memberikanmu "misi" atau tujuan sampingan. Setiap sampah yang kamu temukan memberikan kepuasan instan karena kamu langsung melihat dampak nyata dari aksi yang kamu lakukan.
3. Dampak Lingkungan Langsung
Satu orang plogger mungkin hanya memungut satu kantong plastik, namun jika dilakukan secara rutin atau berkelompok, kita mencegah sampah-sampah tersebut masuk ke saluran air, selokan, dan akhirnya ke laut.
Starter Pack: Apa yang Perlu Dibawa?
Kamu tidak butuh peralatan mahal, cukup tambahkan dua benda ini ke perlengkapan larimu:
- Sarung Tangan Reusable: Untuk melindungi tangan dari benda tajam atau kotor. Gunakan sarung tangan kain atau karet yang bisa dicuci kembali (hindari plastik sekali pakai).
- Kantong Sampah (Trash Bag): Kamu bisa menggunakan kantong belanja bekas atau karung kecil agar tidak mudah robek oleh benda tajam.
- Hand Sanitizer: Untuk membersihkan tangan setelah sesi plogging selesai.
Tips Melakukan Plogging dengan Aman
- Gunakan Teknik Squat: Jangan membungkuk dengan punggung saat memungut sampah untuk menghindari cedera pinggang. Gunakan kekuatan kaki (posisi jongkok).
- Waspadai Sampah Berbahaya: Jangan memungut benda tajam (pecahan kaca), limbah medis (masker bekas/suntikan), atau benda yang terlihat beracun dengan tangan kosong. Gunakan alat bantu jika perlu.
- Ganti Tangan: Pindah kantong sampah dari tangan kiri ke tangan kanan secara bergantian agar beban di bahu seimbang.
- Ajak Komunitas: Plogging jauh lebih seru dilakukan bersama teman atau komunitas lari lokal.
Next News

Cara Membangun Harmoni Emosional Lewat Partner Yoga
17 hours ago

Manfaat Hiking Ringan bagi Jantung dan Kesehatan Mental
2 days ago

Rutinitas 5 Menit Morning Mobility agar Tubuh Tidak 'Berkarat'
2 days ago

Fakta Medis dan Dampak Olahraga Malam Bagi Kesehatan Tubuh
2 days ago

Demam Olahraga Padel yang Sedang Mengguncang Gaya Hidup Sehat Indonesia
2 days ago

Panduan Durasi Olahraga Aman dan Efektif Bagi Penderita Hipertensi Agar Tensi Turun
2 days ago

Sejarah dan Perkembangan Bola Voli di Indonesia, dari Masa Penjajahan hingga Era Proliga
2 days ago

10 Gerakan Peregangan Ampuh Usir Pegal dan Mata Lelah Bagi Pekerja Kantoran yang Duduk Seharian
3 days ago

Rumus Persentase Berat Badan Agar Rucking Tetap Aman
3 days ago

7 Olahraga Paling Ampuh Usir Pegal dan Stres Bagi Pekerja Kantoran
3 days ago






