Ceritra
Ceritra Olahraga

Penyebab Napas Bunyi Ngik-ngik Saat Naik Tangga dan Cara Mengatasinya

Refa - Tuesday, 17 February 2026 | 09:00 AM

Background
Penyebab Napas Bunyi Ngik-ngik Saat Naik Tangga dan Cara Mengatasinya

Seni Menaklukkan Tangga Tanpa Harus Berakhir Bengek: Panduan Buat Kita yang Berjiwa Jompo

Pernah nggak sih kamu ngerasa kayak baru aja lari maraton keliling Gelora Bung Karno padahal cuma naik tangga dua lantai di kantor atau kampus? Jantung rasanya mau copot, paru-paru kayak kembang kempis nggak karuan, dan yang paling parah adalah suara napas yang kedengeran "ngik-ngik" sampai orang di sebelah nengok dengan tatapan prihatin. Jujur aja, momen ngos-ngosan pas naik tangga itu adalah salah satu ujian harga diri paling berat buat kita-kita yang masuk kategori "remaja jompo" atau budak korporat yang jarang olahraga.

Masalahnya, naik tangga itu kegiatan yang nggak bisa kita hindari. Kadang lift penuhnya minta ampun, atau pas lagi sial, eskalator di stasiun KRL tiba-tiba mati. Mau nggak mau, betis harus kerja keras. Tapi pertanyaannya, kenapa sih kita bisa se-ngos-ngosan itu? Padahal kalau jalan kaki di mal berjam-jam kuat-kuat aja. Jawabannya simpel: naik tangga itu melawan gravitasi, kawan. Tubuh butuh asupan oksigen dua sampai tiga kali lipat lebih banyak daripada jalan di bidang datar. Nah, biar kamu nggak terlihat kayak habis dikejar zombi tiap kali naik tangga, ada beberapa trik mengatur napas dan teknik yang bisa diaplikasikan.

Jangan Tahan Napas, Ini Bukan Lomba Selam

Kesalahan paling umum yang sering dilakukan orang pas lagi naik tangga adalah menahan napas tanpa sadar. Biasanya karena kita terlalu fokus sama beratnya langkah kaki atau pengen cepet-cepet sampai ke atas. Padahal, menahan napas itu justru bikin karbon dioksida numpuk di aliran darah, yang akhirnya bikin otak ngirim sinyal darurat ke paru-paru buat napas lebih cepat. Akhirnya? Ya, ngos-ngosan parah.

Kuncinya adalah irama. Coba deh teknik napas berirama: tarik napas lewat hidung saat satu langkah, lalu buang napas lewat mulut di langkah berikutnya. Atau kalau tangganya cukup tinggi, pakailah rasio 2:2. Dua langkah tarik napas, dua langkah buang napas. Dengan begini, suplai oksigen ke otot kaki yang lagi bekerja keras bakal lebih stabil. Ingat, napas itu bahan bakar. Kalau alirannya macet, mesin tubuh kamu pasti bakal mogok di tengah jalan.

Hidung untuk Tarik, Mulut untuk Buang

Banyak dari kita yang kalau sudah capek langsung buka mulut lebar-lebar buat nyari udara. Memang kerasa lebih lega sih, tapi sebenarnya napas lewat mulut itu bikin tenggorokan kering dan memicu detak jantung jadi makin nggak beraturan. Hidung kita itu punya sistem filter dan pengatur suhu yang canggih banget. Udara yang masuk lewat hidung bakal lebih berkualitas buat diserap paru-paru.

Usahakan tetap tarik napas lewat hidung dengan tenang. Kalau sudah mulai merasa berat, baru buang napasnya lewat mulut secara perlahan. Bayangkan kamu lagi niup lilin pelan-pelan. Teknik ini namanya pursed-lip breathing. Ini ngebantu banget buat menjaga tekanan di paru-paru tetap stabil dan bikin kamu nggak gampang panik karena merasa kekurangan oksigen.

Postur Itu Koentji!

Coba perhatikan orang yang lagi naik tangga sambil ngos-ngosan. Biasanya badannya bungkuk, mata ngelihat ke bawah, dan pundak tegang banget. Postur kayak gini sebenarnya "nyiksa" paru-paru kamu sendiri. Pas kamu bungkuk, ruang di rongga dada jadi menyempit, alhasil paru-paru nggak bisa mengembang maksimal. Gimana mau napas enak kalau tempat penampungan udaranya aja kegencet?

Mulai sekarang, coba tegakkan badan. Jangan terlalu tegak kayak prajurit upacara juga sih, cukup pastikan pundak rileks dan dada terbuka. Pandangan mata fokus ke depan, bukan ke ujung sepatu. Dengan postur yang benar, jalur oksigen dari hidung ke paru-paru bakal lebih plong. Bonusnya, kamu bakal kelihatan lebih keren dan nggak kelihatan menderita-menderita banget pas lagi naik tangga.

Jangan Sok Jadi Atlet, Atur Tempo Kamu

Penyebab lain kita bengek pas naik tangga adalah ego. Kita sering ngerasa kalau naik tangga itu harus cepet-cepet biar segera selesai penderitaannya. Padahal, naik tangga dengan kecepatan tinggi tanpa pemanasan itu ibarat maksa mobil tua buat ngebut 100 km/jam secara mendadak. Mesinnya kaget, bos!

Jalan santai aja. Anggap aja lagi slow living di tengah hiruk pikuk kota. Kalau tangganya panjang banget, jangan ragu buat berhenti sejenak di bordes (area datar di antara dua lantai). Ambil napas dalam dua atau tiga kali, baru lanjut lagi. Nggak ada yang bakal ngasih piala kok kalau kamu sampai duluan di lantai lima dengan muka pucat pasi.

Investasi di Otot Kaki (Sedikit Aja)

Oke, tips napas emang ngebantu, tapi kita juga harus realistis. Kalau otot kaki kita memang selemah kerupuk yang kena kuah soto, ya mau gimana pun cara napasnya bakal tetap kerasa berat. Kamu nggak harus jadi member gym elit dan angkat beban ratusan kilo. Cukup sering-sering jalan kaki atau sesekali lakukan squat mandiri di kamar sambil nunggu air mendidih.

Semakin kuat otot paha dan betis kamu, semakin sedikit oksigen yang mereka butuhkan buat gerak. Artinya, paru-paru nggak perlu kerja rodi buat nyuplai udara. Jadi, kalau ada pilihan antara naik lift atau tangga buat lantai dua atau tiga, sesekali pilihlah tangga sebagai sarana latihan receh biar badan nggak kaget-kaget amat.

Kesimpulan: Nikmati Prosesnya

Naik tangga emang seringkali jadi momen yang nyebelin, apalagi kalau kita lagi buru-buru atau bawa barang berat. Tapi dengan mengatur napas dan memperhatikan postur, setidaknya kita bisa mengurangi drama "ngos-ngosan" yang memalukan itu. Intinya adalah kesadaran. Sadar kapan harus narik napas, sadar kalau posisi badan mulai bungkuk, dan sadar kalau kita memang butuh sedikit lebih banyak gerak.

Jadi, besok-besok kalau ketemu tangga, jangan langsung pasang muka bete. Anggap aja itu tantangan kecil buat ngetes seberapa pinter kamu ngatur ritme tubuh sendiri. Siapa tahu, setelah terbiasa ngatur napas, kamu malah jadi orang yang paling tenang pas sampai di atas, sementara teman-teman kamu yang lain masih sibuk cari pegangan karena pandangan berkunang-kunang. Tetap semangat, para pejuang tangga!

Logo Radio
🔴 Radio Live