Ceritra
Ceritra Warga

5 Tradisi Imlek Paling Unik di Indonesia

Nisrina - Sunday, 15 February 2026 | 11:15 AM

Background
5 Tradisi Imlek Paling Unik di Indonesia
Tradisi unik Imlek yang ada di Indonesia (travelsafe-aca.com/)

Perayaan Tahun Baru Imlek selalu menjadi momen liburan yang sangat dinantikan oleh masyarakat keturunan Tionghoa di seluruh penjuru dunia. Di Indonesia perayaan ini memiliki warna dan keistimewaan tersendiri yang tidak akan Anda temukan di daratan asalnya maupun di negara lain. Hal ini terjadi karena adanya proses akulturasi atau perpaduan budaya yang sangat indah antara tradisi leluhur Tiongkok dengan kearifan lokal masyarakat Nusantara.

Hasil dari asimilasi budaya selama ratusan tahun ini melahirkan berbagai macam perayaan yang sangat unik meriah dan penuh dengan nilai filosofis mengenai kerukunan antarumat beragama. Merujuk pada informasi pariwisata yang dirangkum oleh Travelsafe ACA terdapat setidaknya lima tradisi perayaan Imlek yang sangat khas dan hanya bisa disaksikan di beberapa daerah di Indonesia.

Atraksi Ekstrem Tatung di Kota Singkawang

Kota Singkawang di Kalimantan Barat sudah lama dinobatkan sebagai salah satu pusat perayaan Imlek paling meriah di kawasan Asia Tenggara. Salah satu magnet utama yang selalu berhasil menyedot kehadiran ribuan wisatawan lokal maupun turis mancanegara ke kota ini adalah atraksi para Tatung. Tatung adalah sebutan khusus bagi para seniman debus khas Singkawang yang tampil memukau saat parade jalanan perayaan Cap Go Meh berlangsung.

Atraksi yang disajikan oleh para Tatung ini tergolong sangat ekstrem dan dijamin akan membuat bulu kuduk para penontonnya merinding. Mereka diarak mengelilingi sudut sudut kota sambil memamerkan kekebalan tubuh terhadap benda benda tajam yang menusuk kulit mereka. Konon keberanian dan kekebalan fisik yang luar biasa tersebut tidak lepas dari campur tangan dunia spiritual. Masyarakat setempat percaya bahwa roh leluhur dan para dewa merasuki tubuh para Tatung selama pertunjukan berlangsung sehingga mereka tidak merasakan rasa sakit sedikit pun saat melakukan ritual pembersihan kota dari roh jahat tersebut.

Harmoni Budaya Grebek Sudiro di Solo

Bergeser ke Pulau Jawa tepatnya di Kota Solo Anda akan disuguhkan pemandangan toleransi budaya yang sangat menyejukkan hati melalui tradisi Grebek Sudiro. Tradisi tahunan ini adalah bukti nyata sekaligus monumen hidup betapa indahnya perpaduan antara kebudayaan Jawa yang halus dan tradisi Tionghoa yang meriah. Grebek Sudiro biasanya dipusatkan di kawasan Sudiroprajan yaitu sebuah perkampungan tua yang dikenal dengan keberagaman etnis warganya yang hidup berdampingan secara damai.

Agenda wajib warga Tionghoa dan Jawa ini pada dasarnya diselenggarakan sebagai ajang untuk memanjatkan rasa syukur kepada Sang Pencipta sekaligus menjadi simbol persatuan masyarakat Kota Solo. Saat arak arakan karnaval Grebek Sudiro dimulai jalanan akan dipenuhi oleh lautan manusia yang antusias. Anda akan dibuat takjub oleh pemandangan gunungan raksasa yang secara tradisional biasanya terbuat dari hasil bumi namun kali ini tersusun dari ribuan kue keranjang. Kemeriahan ini semakin disempurnakan dengan gemerlap lampion merah serta iringan atraksi tarian singa atau barongsai yang sangat lincah menghibur penonton.

Ritual Menyucikan Diri di Sumur Tujuh Lubang Depok

Tradisi unik selanjutnya bisa Anda temukan tidak jauh dari hiruk pikuk ibu kota tepatnya di kawasan Depok Jawa Barat. Di tempat ini terdapat sebuah ritual penyucian diri yang sangat sakral dan banyak dilakukan oleh warga keturunan Tionghoa menjelang maupun saat perayaan Imlek berlangsung. Ritual spiritual ini dipusatkan di sebuah rumah ibadah bersejarah bernama Vihara Gayatri yang di dalamnya menyimpan sebuah situs yang dikenal dengan nama Sumur Tujuh Lubang.

Biasanya para peziarah dan warga sekitar akan mendatangi vihara ini untuk melakukan sembahyang dan memanjatkan doa doa terlebih dahulu kepada sang pencipta. Setelah prosesi ibadah di altar selesai barulah mereka melakukan ritual membasuh diri menggunakan air yang ditimba langsung dari Sumur Tujuh Lubang tersebut. Air yang berasal dari sumur vihara ini diyakini bukanlah sekadar air biasa. Masyarakat luas sangat mempercayai bahwa air tersebut memiliki khasiat magis yang luar biasa seperti mendatangkan kelancaran rezeki mempermudah datangnya jodoh yang baik hingga mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit fisik maupun batin.

Berbagi Berkat Kue Keranjang dan Lontong Cap Go Meh di Lombok

Kemeriahan perayaan Tahun Baru Imlek ternyata juga terasa sangat kental hingga ke Pulau Seribu Masjid yaitu Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat. Warga keturunan Tionghoa yang menetap di Lombok memiliki cara yang sangat indah dan sarat akan nilai kepedulian sosial untuk merayakan momen pergantian tahun. Alih alih hanya berpesta secara tertutup bersama keluarga inti mereka memilih untuk membagikan kebahagiaan tersebut kepada seluruh masyarakat sekitar tanpa memandang latar belakang etnis suku maupun agama.

Saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh tiba warga Tionghoa di Lombok secara bergotong royong membuat sekitar lima ribu keping kue keranjang dan menyiapkan seribu mangkuk porsi lontong Cap Go Meh yang sangat lezat. Makanan makanan istimewa ini kemudian dibagikan secara cuma cuma kepada warga sekitar yang hadir. Tradisi membagikan makanan secara masif ini merupakan simbol rasa syukur yang mendalam atas segala berkah pelindungan dan rezeki yang telah mereka terima selama satu tahun ke belakang. Tidak hanya memanjakan lidah warga tradisi ini juga sering kali dimeriahkan dengan berbagai hiburan gratis seperti pagelaran seni tari daerah hingga pertunjukan sulap yang mengundang riuh tawa anak anak.

Keseruan Festival Perang Air di Wilayah Riau

Bagi Anda yang menyukai perayaan Imlek dengan sentuhan aktivitas fisik yang seru dinamis dan sangat menyegarkan Anda wajib memasukkan Provinsi Riau ke dalam daftar kunjungan wisata Anda. Di daerah ini terdapat sebuah tradisi sangat unik berupa festival perang air yang selalu dinantikan oleh masyarakat setempat dan bahkan rutin dibanjiri oleh kehadiran para turis asing dari berbagai penjuru benua.

Dalam tradisi yang dipenuhi dengan tawa lepas dan kegembiraan ini Anda diberikan kebebasan penuh untuk berpartisipasi dan bermain air bersama siapa saja yang melintas di jalanan kota. Biasanya para warga lokal maupun turis akan mempersenjatai diri mereka dengan ember penuh air gayung plastik selang air hingga berbagai macam model pistol air berukuran super besar.

Mereka kemudian berkeliling memutari pusat kota menggunakan kendaraan angkutan khas yaitu becak motor sambil saling menyiramkan air ke arah pejalan kaki atau sesama penumpang becak lainnya. Tradisi perang air yang sangat meriah ini bukan hanya sekadar ajang bermain basah basahan melainkan memiliki nilai filosofis sebagai simbolisasi dari upaya membersihkan diri dari nasib buruk agar setiap orang bisa menyambut datangnya tahun baru dengan jiwa yang bersih suci dan dipenuhi dengan keceriaan.

Berbagai tradisi unik yang hidup dan bernapas di seluruh pelosok negeri ini membuktikan bahwa Imlek di Indonesia telah bertransformasi menjadi sebuah perayaan kebudayaan milik bersama. Proses akulturasi yang terjadi secara alami membuat setiap daerah memiliki ciri khas yang sangat berharga untuk terus dirawat dan dilestarikan demi menjaga semboyan Bhinneka Tunggal Ika agar tetap menyala abadi di hati setiap generasi penerus bangsa.

Logo Radio
🔴 Radio Live