Ceritra
Ceritra Warga

Makna Eling Lan Waspodo Pedoman Hidup Jawa Bikin Hidup Adem

Nisrina - Sunday, 15 February 2026 | 02:15 PM

Background
Makna Eling Lan Waspodo Pedoman Hidup Jawa Bikin Hidup Adem
Ilustrasi (sabilulhuda.org/)

Kehidupan manusia di era modern ini bergerak dengan kecepatan yang sangat luar biasa. Setiap hari kita dihadapkan pada rutinitas yang padat tuntutan pekerjaan yang tinggi hingga paparan informasi tiada henti dari layar gawai. Tidak heran jika banyak orang merasa mudah stres cemas kehilangan arah dan merasa hidupnya jauh dari kata tenang. Di tengah hiruk pikuk dan tuntutan zaman yang serba instan ini umat manusia sebenarnya sangat membutuhkan sebuah jangkar penyeimbang agar tidak terseret arus.

Jauh sebelum ilmu psikologi modern atau konsep mindfulness populer di dunia Barat nenek moyang kita di Nusantara khususnya masyarakat Jawa telah memiliki warisan filosofi kehidupan yang sangat luhur. Salah satu pedoman hidup yang paling kuat dan relevan sepanjang masa adalah ajaran Eling lan Waspodo. Filosofi ini bukan sekadar pepatah kuno yang usang melainkan sebuah formula abadi untuk mencapai kedamaian batin ketenangan pikiran dan keselamatan di dunia maupun di akhirat.

Mengutip nilai nilai luhur yang diajarkan oleh para leluhur Eling lan Waspodo adalah kunci utama untuk membuat hidup terasa lebih adem dan tenteram.

Memahami Kedalaman Esensi Kata Eling

Kata pertama dari filosofi ini adalah Eling yang secara harfiah dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai ingat atau sadar. Namun dalam konteks spiritualitas dan budaya Jawa makna Eling memiliki dimensi yang jauh lebih luas dan berlapis.

Pertama Eling bermakna ingat kepada Sang Pencipta atau Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai manusia kita dituntut untuk selalu menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki mulai dari napas harta jabatan hingga keluarga adalah titipan dari Tuhan. Kesadaran ini akan mencegah manusia dari sifat sombong angkuh dan serakah. Ketika seseorang selalu Eling kepada Tuhannya ia akan senantiasa bersyukur saat mendapatkan nikmat dan bersabar saat ditimpa musibah.

Kedua Eling berarti ingat akan jati diri dan asal usul atau yang sering disebut dengan Sangkan Paraning Dumadi. Manusia harus sadar dari mana ia berasal dan ke mana ia akan kembali setelah kehidupan di dunia ini berakhir. Pemahaman ini membuat kita lebih rendah hati dan tidak mudah terbuai oleh gemerlap kemewahan duniawi yang sifatnya hanya sementara.

Ketiga Eling juga mencakup kesadaran penuh terhadap posisi kita sebagai makhluk sosial. Kita harus ingat akan hak dan kewajiban kita norma norma yang berlaku serta batas batas etika saat berinteraksi dengan orang lain. Dengan bersikap Eling kita akan terhindar dari perilaku menyimpang yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Kekuatan Waspodo Sebagai Tameng Kehidupan

Jika Eling adalah fondasi kesadaran di dalam batin maka Waspodo adalah perisai pelindung kita saat berhadapan dengan dunia luar. Waspodo secara bahasa berarti waspada hati hati atau mawas diri.

Sikap Waspodo tidak sama dengan rasa curiga yang berlebihan atau paranoia. Waspodo adalah sebuah bentuk kecerdasan emosional dan ketajaman intuisi. Orang yang Waspodo adalah orang yang selalu memperhitungkan setiap langkahnya memikirkan sebab dan akibat dari setiap tindakannya serta tidak mudah terpengaruh oleh hal hal yang sekilas terlihat indah namun berpotensi menjerumuskan.

Dalam menjalani kehidupan sehari hari sikap Waspodo mengajarkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu. Manusia sering kali dihadapkan pada berbagai godaan seperti godaan harta yang tidak halal godaan untuk membalas dendam atau godaan untuk menipu demi keuntungan pribadi. Dengan tameng Waspodo seseorang mampu menahan diri berpikir jernih dan menolak segala bentuk godaan yang bisa menghancurkan reputasi dan kedamaian hidupnya di masa depan.

Relevansi Eling Lan Waspodo dalam Budaya Digital dan Masyarakat

Nilai luhur Eling lan Waspodo menemukan relevansinya yang paling tajam ketika kita membawanya ke dalam konteks masyarakat modern terutama di tengah pesatnya perkembangan budaya digital. Saat ini kita hidup di era di mana informasi menyebar dalam hitungan detik namun batas antara kebenaran dan kebohongan menjadi sangat kabur.

Dalam dinamika budaya digital masyarakat sering kali terjebak dalam fenomena flexing atau pamer kekayaan adu domba penyebaran berita bohong atau hoaks hingga perundungan siber atau cyberbullying. Di sinilah praktik Eling lan Waspodo menjadi instrumen penyelamat yang sangat krusial.

Sikap Eling akan mengingatkan kita bahwa dunia maya hanyalah representasi semu dan kita tidak perlu membandingkan kehidupan nyata kita dengan etalase kesempurnaan orang lain di media sosial. Hal ini menjaga kesehatan mental kita dari rasa iri dan rendah diri.

Sementara itu sikap Waspodo menuntut kita untuk selalu memiliki literasi digital yang baik. Kita menjadi waspada dan tidak mudah membagikan tautan berita yang belum diverifikasi kebenarannya. Kita juga menjadi waspada dalam menjaga privasi data pribadi kita di dunia maya. Perpaduan keduanya menciptakan individu yang tangguh cerdas dan tidak mudah terombang ambing oleh arus negatif teknologi.

Implementasi Praktis dalam Ilmu Komunikasi Sehari Hari

Sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa lepas dari kegiatan berkomunikasi. Cara kita menyampaikan pesan merespons orang lain dan membangun relasi sangat menentukan kualitas kedamaian hidup kita. Filosofi Eling lan Waspodo adalah landasan etika komunikasi yang sangat luar biasa.

Menerapkan Eling dalam berkomunikasi berarti kita sadar penuh dengan siapa kita sedang berbicara. Kita mengingat tata krama unggah ungguh dan memilih diksi yang tepat untuk menghormati lawan bicara baik itu orang yang lebih tua rekan sebaya maupun orang yang lebih muda. Kesadaran ini melahirkan empati dan rasa saling menghargai.

Sedangkan Waspodo dalam berkomunikasi berarti kita berhati hati dalam berucap dan mengetik pesan. Pepatah mengatakan bahwa mulutmu adalah harimaumu. Di era media sosial ketikan jari Anda bisa menjadi bumerang yang menghancurkan karier Anda dalam semalam. Sikap Waspodo akan membuat kita berpikir dua kali sebelum melontarkan kritik pedas menghindari perdebatan kusir yang tidak bermanfaat dan memilih diam jika perkataan kita berpotensi melukai hati orang lain. Komunikasi yang dilandasi kehati hatian ini akan meminimalisasi konflik dan menciptakan hubungan antarmanusia yang harmonis.

Mencapai Hidup Adem Ayem dan Tenteram

Tujuan akhir dari mempraktikkan Eling lan Waspodo secara konsisten adalah tercapainya kondisi hidup yang adem ayem dan tenteram. Istilah Jawa ini menggambarkan sebuah kondisi batin yang sejuk tenang damai dan bebas dari gejolak kecemasan yang menyiksa.

Seseorang yang hidupnya dilandasi oleh kesadaran kepada Tuhan dan kehati hatian dalam bertindak tidak akan mudah stres saat menghadapi tekanan pekerjaan. Ia tidak akan mudah kecewa saat ekspektasinya tidak terwujud karena ia sadar bahwa manusia hanya bisa berusaha sementara hasil akhir adalah kehendak semesta. Ia juga akan dijauhkan dari musuh dan kebencian karena tutur kata dan perilakunya selalu dijaga agar tidak merugikan orang lain.

Warisan leluhur Eling lan Waspodo adalah harta karun spiritual yang tidak ternilai harganya. Meskipun peradaban terus maju dan teknologi terus berkembang pesat kebutuhan dasar manusia akan ketenangan jiwa tidak akan pernah berubah. Mari kita bangkitkan kembali filosofi agung ini kita tanamkan di dalam sanubari dan kita jadikan kompas utama dalam menavigasi lautan kehidupan yang penuh misteri ini. Dengan hati yang Eling dan pikiran yang Waspodo niscaya kedamaian dan keselamatan akan selalu menyertai setiap langkah kita.

Logo Radio
🔴 Radio Live