Ceritra
Ceritra Olahraga

Sulit Tidur di Malam Hari? Geser Jadwal Olahragamu ke Sore Hari dan Rasakan Bedanya!

Refa - Tuesday, 17 February 2026 | 07:00 PM

Background
Sulit Tidur di Malam Hari? Geser Jadwal Olahragamu ke Sore Hari dan Rasakan Bedanya!
Ilustrasi olahraga sore hari (Freepik/Freepik)

Mengapa Olahraga Sore Adalah Kunci Tidur Nyenyak?

Pernah nggak sih kamu merasa sudah lelah luar biasa sehabis kerja atau kuliah, tapi pas kepala nempel di bantal, mata malah mendadak segar bugar kayak habis minum espresso tiga gelas? Bukannya istirahat, kamu malah berakhir melakukan ritual scrolling TikTok sampai jam tiga pagi, lalu besoknya bangun dengan nyawa yang baru terkumpul separuh. Kalau pola ini terus berulang, jujurly, hidup rasanya cuma kayak simulasi jadi zombie.

Banyak orang bilang, "Ah, kurang olahraga itu." Akhirnya, karena saking ambisinya pengen sehat, kamu bela-belain bangun jam lima subuh buat lari pagi. Hasilnya? Bukannya segar, yang ada malah ngantuk brutal pas jam kantor. Atau sebaliknya, kamu pilih olahraga jam sembilan malam sepulang kerja karena merasa itu satu-satunya waktu luang. Sialnya, habis angkat beban atau cardio malam-malam, jantung malah deg-degan kencang dan kamu baru bisa tidur pas azan subuh berkumandang. Repot, kan?

Nah, kalau kamu terjebak dalam siklus setan susah tidur alias insomnia ini, mungkin masalahnya bukan pada "apa" olahraganya, tapi "kapan" kamu melakukannya. Ternyata, menurut kacamata sains dan pengalaman banyak orang yang sudah insaf dari begadang, waktu paling sweet spot untuk olahraga, terutama buat pejuang tidur adalah di sore hari.

Suhu Tubuh dan Sinyal Tidur yang Akurat

Mari kita bicara soal teknis tanpa harus terdengar kayak buku teks biologi yang membosankan. Tubuh kita itu punya jam internal yang namanya ritme sirkadian. Jam ini mengatur kapan kita merasa lapar, kapan kita produktif, dan kapan kita harus pingsan di kasur. Salah satu penentu utama ritme ini adalah suhu tubuh inti.

Normalnya, suhu tubuh kita bakal naik sedikit demi sedikit dari pagi sampai sore, lalu mulai turun saat malam tiba. Penurunan suhu inilah yang jadi "kode keras" buat otak kita untuk memproduksi melatonin, hormon yang bikin kita ngantuk. Nah, di sinilah olahraga sore mengambil peran penting. Saat kamu berolahraga antara jam 4 sampai jam 6 sore, suhu tubuhmu bakal naik secara signifikan. Begitu selesai, suhu tubuh akan mulai turun secara perlahan tapi pasti.

Proses pendinginan (cooling down) alami setelah olahraga sore ini biasanya mencapai titik yang pas banget saat waktu tidur tiba. Jadi, tubuhmu seolah-olah dapet bantuan dorongan ekstra buat masuk ke mode istirahat. Kalau olahraganya kemalaman, suhu tubuh masih terlalu tinggi pas kamu mau merem, jadinya ya melek terus. Ibarat mesin mobil yang habis digeber, nggak bisa langsung dingin dalam semenit, kan?

Membuang Sampah Pikiran Sebelum Sampai Kasur

Banyak dari kita susah tidur bukan cuma karena fisik yang kurang capek, tapi karena otak yang "berisik". Masalah kerjaan yang belum kelar, revisi dari atasan yang passive-aggressive, sampai pikiran soal masa depan yang mendadak muncul pas lampu kamar dimatikan. Olahraga sore berfungsi sebagai katarsis atau tempat pembuangan sampah emosi paling efektif.

Bayangkan kamu habis kena semprot bos di jam 3 sore. Kalau kamu langsung pulang dan rebahan, emosi itu bakal mengendap sampai malam. Tapi kalau kamu bawa emosi itu ke tempat gym atau lapangan basket pas jam 5 sore, kamu bisa meluapkannya lewat keringat. Hormon stres kayak kortisol bakal terbakar, dan gantinya, otak bakal merilis endorfin yang bikin perasaan lebih tenang.

Secara naratif, olahraga sore itu kayak tombol "reset". Kamu memisahkan antara hiruk-pikuk dunia kerja dengan ketenangan rumah. Begitu sampai rumah habis olahraga sore, mandi air hangat, lalu makan malam, tubuhmu sudah dalam kondisi chill. Kamu nggak lagi membawa beban pikiran ke bawah selimut karena semua tensinya sudah ditinggal di tempat olahraga tadi.

Mengapa Olahraga Malam Seringkali Menipu?

Banyak orang berpikir, "Gue olahraga malam aja biar capek, terus langsung tidur." Logikanya masuk akal, tapi biologinya nggak setuju. Olahraga intensitas tinggi di malam hari justru memicu sistem saraf simpatik kita. Adrenalin naik, detak jantung meningkat, dan tingkat kewaspadaan malah ada di puncaknya.

Bagi sebagian orang yang "badak" alias punya fisik kuat banget, mungkin ini nggak masalah. Tapi buat kamu yang sudah punya bakat susah tidur, olahraga malam itu ibarat menyiram bensin ke api yang hampir padam. Tubuh jadi terlalu terstimulasi. Akhirnya, meskipun badan terasa capek (pegal-pegal), otakmu malah terjaga karena merasa sedang dalam mode "bertarung atau lari" (fight or flight). Sore hari adalah jalan tengah yang paling aman karena memberikan jeda waktu sekitar 4-6 jam sebelum waktu tidur, waktu yang cukup untuk hormon kembali stabil.

Vibe Sore Hari yang Bikin Mood Lebih Baik

Selain alasan medis, ada alasan suasana atau vibes yang nggak bisa dipungkiri. Olahraga sore, apalagi kalau dilakukan di luar ruangan, memberikan kamu akses ke cahaya matahari yang sudah mulai lembut (golden hour). Paparan cahaya ini juga membantu mengatur jam biologis kamu agar lebih sinkron dengan alam.

Melihat transisi dari terang ke gelap sambil menggerakkan badan itu memberikan efek psikologis yang menenangkan. Dibandingkan olahraga pagi yang seringkali terasa buru-buru karena dikejar jam absen, atau olahraga malam yang terasa sepi dan melelahkan, olahraga sore punya ritme yang lebih asyik. Kamu bisa melakukannya sambil melihat orang-orang pulang kantor, anak-anak kecil main sepeda, atau sekadar menikmati angin sore yang nggak sepanas jam 12 siang.

Tips Biar Olahraga Soremu Efektif Buat Tidur

Kalau kamu mau mencoba transisi ini, jangan langsung ambisius. Mulailah dengan intensitas yang moderat. Nggak perlu langsung maraton 10 kilometer. Cukup jalan cepat, jogging santai, atau yoga selama 30-45 menit di jam 4 atau 5 sore. Yang penting adalah konsistensi biar tubuhmu hafal sama jadwal barunya.

  • Jangan Lupa Cooling Down: Pastikan ada waktu pendinginan yang cukup. Jangan habis lari kencang langsung mandi dan tidur. Biarkan detak jantung turun normal dulu.
  • Atur Jarak dengan Makan Malam: Olahraga sore biasanya bikin laper banget. Usahakan makan malam yang nggak terlalu berat setelahnya agar perut nggak kerja keras pas kamu mau tidur.
  • Mandi Air Hangat: Setelah olahraga sore dan istirahat sejenak, mandi air hangat bisa mempercepat proses relaksasi otot dan membantu penurunan suhu tubuh inti nantinya.

Jadi, buat kamu yang sudah capek jadi "burung hantu" bukan karena kemauan sendiri, cobalah geser jadwal gerakmu ke sore hari. Berhenti menyalahkan kopi atau kasur yang kurang empuk kalau kamu sendiri belum mengatur waktu "lelah" yang pas buat badanmu. Olahraga sore bukan cuma soal bakar kalori atau biar badan atletis, tapi soal investasi agar malam nanti kamu bisa memejamkan mata dengan tenang tanpa perlu menghitung domba sampai pagi.

Selamat mencoba, dan semoga malam ini kamu nggak perlu lagi melihat jam di HP tiap satu jam sekali hanya untuk meratapi nasib yang belum bisa tidur.

Logo Radio
🔴 Radio Live