Ceritra
Ceritra Olahraga

Biar Gak Kayak Udang Rebus, Yuk Rutin Jalan Tanpa Alas Kaki!

Refa - Thursday, 19 February 2026 | 05:00 PM

Background
Biar Gak Kayak Udang Rebus, Yuk Rutin Jalan Tanpa Alas Kaki!
Ilustrasi jalan kaki tanpa alas (pexels.com/Екатерина Матвеева )

Menjemput Tegak yang Hilang: Kenapa Nyeker di Rumput Sore-Sore Itu Adalah Koentji

Zaman sekarang, kalau ditanya apa masalah kesehatan paling umum buat anak muda atau pekerja kantoran, jawabannya pasti nggak jauh-jauh dari punggung encok atau leher kaku. Kita ini, tanpa sadar, sudah jadi bagian dari generasi yang postur tubuhnya makin lama makin mirip udang rebus alias membungkuk gara-gara kelamaan natap layar laptop dan HP. Belum lagi urusan sepatu keren yang kita pakai setiap hari. Padahal, bisa jadi solusi buat benerin postur itu nggak butuh biaya mahal atau sesi fisioterapi yang ribet. Solusinya mungkin cuma sejauh taman depan rumah: jalan telanjang kaki di atas rumput setiap sore.

Istilah kerennya sih barefoot walking atau sering juga disebut grounding. Tapi buat kita yang tinggal di Indonesia, sebut saja nyeker. Aktivitas yang kelihatan sepele dan primitif ini ternyata punya dampak yang luar biasa buat memperbaiki struktur tubuh kita yang sudah mulai reot sebelum waktunya. Bayangin aja, seharian kaki kita dipenjara di dalam sepatu yang sempit, keras, atau punya hak tinggi. Kaki kita jadi lupa caranya merespons permukaan tanah yang asli.

Kenapa Harus Sore Hari dan Kenapa Harus Rumput?

Mungkin kamu bertanya, kenapa harus sore? Jujur aja, sore hari itu adalah waktu transisi paling krusial. Setelah seharian otak diperas buat kerjaan atau kuliah, tubuh kita butuh sinyal buat "pulang" ke mode rileks. Sinar matahari sore yang mulai redup juga memberikan asupan vitamin D yang nggak bikin kulit gosong, plus membantu mengatur jam biologis kita. Tapi yang paling penting, sore hari biasanya tanah dan rumput punya suhu yang pas, nggak terlalu panas kayak siang bolong, dan nggak sedingin subuh.

Rumput sendiri punya tekstur yang unik. Berjalan di atas rumput memberikan stimulus sensorik yang nggak bakal kamu dapet kalau jalan di atas lantai marmer atau aspal. Ada sensasi geli-geli basah, empuk, tapi sekaligus menekan titik-titik saraf di telapak kaki. Inilah awal mula kenapa postur tubuhmu bisa mendadak jadi lebih bener.

Memperbaiki Postur dari Fondasi Paling Bawah

Kaki itu adalah fondasi tubuh. Kalau fondasinya miring, ya bangunan di atasnya (punggung, bahu, leher) pasti ikut berantakan. Masalahnya, sepatu modern zaman sekarang sering kali punya bantalan yang terlalu tebal. Memang sih rasanya empuk, tapi itu bikin otot-otot kecil di telapak kaki kita jadi "manja" dan lemah. Akhirnya, cara jalan kita jadi nggak alami.

Pas kamu melepas alas kaki dan mulai berjalan di atas rumput, kaki kamu dipaksa buat aktif kembali. Jari-jari kaki bakal melebar secara alami buat mencari keseimbangan. Otot-otot di telapak kaki yang selama ini tidur mulai bekerja lagi untuk menopang berat badan. Efek dominonya? Betis, paha, sampai panggul kamu bakal mencari posisi paling efisien buat tegak. Tanpa sadar, tulang belakangmu bakal menyesuaikan diri ke posisi netral. Kamu nggak lagi jalan dengan tumpuan tumit yang keras, tapi lebih lembut dan terjaga.

Sensory Feedback: Saat Kaki "Bicara" ke Otak

Ada hal menarik yang namanya proprioception. Ini adalah kemampuan otak buat tahu di mana posisi anggota tubuh kita tanpa harus dilihat. Nah, saat kita nyeker, saraf-saraf di telapak kaki ngirim data "HD" ke otak tentang tekstur tanah, kemiringan, dan kepadatan rumput. Informasi ini bikin otak lebih sigap buat ngatur keseimbangan.

Logikanya gini: kalau kamu pakai sepatu tebal, otak kayak dapet informasi yang "burem" tentang permukaan tanah. Akibatnya, otot-otot punggung sering kali harus kerja ekstra keras buat jaga keseimbangan, yang ujung-ujungnya bikin otot pinggang pegel. Dengan berjalan telanjang kaki, kamu memberikan kesempatan buat tubuhmu untuk melakukan kalibrasi ulang. Pelan tapi pasti, bahu yang tadinya merosot ke depan bakal mulai ditarik ke belakang secara alami karena pusat gravitasi tubuhmu sudah balik ke tempat yang benar.

Lebih dari Sekadar Fisik, Ini Soal Mental

Jangan lupakan aspek psikologisnya. Ada kepuasan tersendiri saat kaki bersentuhan langsung dengan bumi. Ada teori yang bilang kalau bumi punya muatan elektron negatif yang bisa menetralkan radikal bebas di tubuh kita. Entah itu benar-benar sains atau sekadar pseudosains bagi sebagian orang, yang jelas sensasi dinginnya embun sore di rumput itu ampuh banget buat nurunin tingkat stres. Dan kita tahu, orang yang stres cenderung punya postur tubuh yang tertutup (bahu naik, dada menyempit). Begitu pikiran rileks, postur tubuh pun ikut terbuka dan lebih santai.

Jadi, nggak perlu langsung ekstrem lari maraton tanpa sepatu. Mulai aja dengan 15-20 menit setiap sore di taman komplek atau halaman belakang. Rasakan sensasi setiap helai rumput di sela jari kaki. Biarkan tubuhmu mengingat kembali cara berdiri yang benar, cara berjalan yang anggun tanpa beban bantalan karet sintetis.

Intinya, memperbaiki postur itu nggak selalu soal beli kursi kerja jutaan rupiah atau korset penegak punggung yang bikin sesak napas. Kadang, kita cuma perlu balik ke dasar, melepas gengsi, dan membiarkan kaki kita "ngobrol" lagi sama alam. Yuk, sore ini kita nyeker!

Logo Radio
🔴 Radio Live