Ceritra
Ceritra Warga

Penglihatan Blur Saat Menatap Layar? Waspada Gejala Mata Lelah

Nisrina - Monday, 23 February 2026 | 09:15 AM

Background
Penglihatan Blur Saat Menatap Layar? Waspada Gejala Mata Lelah
Ilustrasi (Freepik/cookie_studio)

Pernah nggak sih lo ngerasa kalau mata itu kayak abis ditaburin pasir halus pas lagi asyik-asyiknya ngerjain tugas atau scrolling kerjaan di depan laptop? Rasanya perih, gatal, dan kadang penglihatan jadi agak blur kayak kamera HP kemasukan embun. Kalau lo sering ngerasain ini, selamat, lo nggak sendirian. Kita semua adalah bagian dari sekte "Manusia Layar" yang rela menghabiskan waktu berjam-jam menatap kotak bercahaya demi cuan atau sekadar hiburan.

Masalahnya, mata kita itu sebenarnya nggak didesain buat fokus ke satu titik jarak dekat dalam waktu yang lama banget. Ibaratnya, kalau lo disuruh angkat galon terus-menerus tanpa naruh sekalipun, tangan lo pasti tremor, kan? Nah, otot mata kita juga gitu. Kondisi ini sering disebut para ahli sebagai Computer Vision Syndrome atau gampangnya kita sebut saja mata lelah. Tapi tenang, ada satu jurus sakti yang nggak butuh modal mahal, cuma butuh disiplin tipis-tipis: Aturan 20-20-20.

Apa Sih Sebenernya Aturan 20-20-20 Itu?

Aturan ini bukan kode loker atau rumus matematika yang bikin pusing. Ini adalah panduan ergonomis yang simpel banget buat ngasih napas ke otot mata lo. Teorinya gini: Setiap 20 menit menatap layar, lo harus mengalihkan pandangan sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

Sesimpel itu? Iya. Tapi praktiknya? Nah, ini yang biasanya susah karena kita sering "kebablasan". Pas lagi fokus ngetik atau coding, dunia luar kayak hilang. Kita lupa kalau mata kita itu organ hidup, bukan lensa plastik yang tahan banting. Padahal, cuma dengan 20 detik istirahat, otot siliaris di mata lo yang tadinya tegang karena fokus jarak dekat bisa sedikit rileks. Ibaratnya, ini adalah sesi stretching atau healing singkat buat mata lo di tengah gempuran radiasi layar.

Kenapa Harus 20 Kaki dan 20 Detik?

Mungkin lo bakal nanya, "Kenapa nggak 5 meter aja? Atau kenapa nggak 10 detik doang?" Jawabannya ada di biologi mata kita. Pas kita melihat objek yang jauhnya minimal 6 meter (20 kaki), otot mata kita berada dalam posisi yang paling rileks. Mereka nggak perlu "memeras" lensa buat dapet fokus yang tajam. Jadi, melihat ke luar jendela atau ke arah ujung ruangan itu penting banget buat ngereset ketegangan.

Terus, kenapa harus 20 detik? Ternyata, mata butuh waktu segitu buat benar-benar sadar kalau dia lagi istirahat dan mulai memproduksi air mata yang cukup. Pas kita melototin layar, frekuensi kedipan kita berkurang drastis. Kalau biasanya kita kedip 15-20 kali semenit, pas depan laptop bisa turun jadi 5-7 kali doang. Hasilnya? Mata jadi kering kerontang kayak padang pasir. Nah, 20 detik ini adalah waktu buat lo sadar untuk kedap-kedip lagi biar mata nggak kayak kerupuk masuk angin.

Tips Biar Nggak Lupa (Karena Kita Suka Lupa)

Jujur aja, kita seringkali terlalu ambisius buat nyelesein kerjaan sampai lupa waktu. Buat ngejalanin aturan 20-20-20 ini, lo butuh bantuan pihak ketiga. Jangan cuma ngandelin insting, karena insting lo biasanya lebih milih lanjut kerja daripada istirahat.

  • Pake Alarm atau Aplikasi: Banyak banget aplikasi gratisan di laptop atau HP yang tujuannya emang buat ngingetin lo istirahat. Ada yang namanya Eye Care atau sekadar pasang alarm berulang tiap 20 menit.
  • Cari Spot Jauh yang Oke: Kalau lo kerja di dalam ruangan sempit, coba cari objek terjauh yang bisa lo liat. Kalau ada jendela, itu bonus. Liat pohon atau kendaraan yang lewat bisa bikin pikiran lo juga ikut rileks bentar.
  • Jangan Malah Buka HP: Ini kesalahan paling fatal. Pas lagi istirahat dari laptop 20 menit, lo malah buka Instagram atau TikTok di HP. Itu namanya pindah lapak doang, mata lo tetep kerja keras fokus jarak dekat! Istirahat ya beneran liat yang jauh.

Lebih Dari Sekadar Aturan 20-20-20

Selain aturan sakti ini, ada beberapa hal receh tapi penting yang sering kita abaikan. Misalnya, posisi layar laptop. Idealnya, layar itu berada sekitar 50-70 cm dari mata lo, dan posisinya agak sedikit di bawah level mata. Kenapa? Biar kelopak mata lo agak menutup sedikit, jadi penguapan air mata nggak terlalu kenceng.

Jangan lupakan juga soal pencahayaan. Kerja di tempat remang-remang emang estetik buat anak indie, tapi buat mata, itu siksaan. Pastiin cahaya ruangan lo cukup terang, tapi jangan sampai mantul di layar (glare). Kalau perlu, aktifkan fitur Night Shift atau Blue Light Filter biar warna layarnya agak kekuningan dan nggak terlalu nusuk ke saraf mata.

Sebuah Investasi Jangka Panjang

Mungkin sekarang lo ngerasa masih muda dan mata lo masih kuat-kuat aja. Tapi inget, mata itu nggak ada onderdil orisinalnya kalau udah rusak. Computer Vision Syndrome kalau didiemin terus bisa bikin sakit kepala kronis (migrain), leher kaku, sampai gangguan penglihatan yang lebih serius di masa depan.

Menerapkan aturan 20-20-20 ini emang awalnya kerasa ganggu produktivitas. "Duh, tanggung nih dikit lagi selesai." Tapi percaya deh, kalau mata lo segar, fokus lo justru bakal makin tajam dan kerjaan malah bisa kelar lebih cepet tanpa drama mata perih. Jadi, yuk mulai sekarang, sayangi mata lo sebagaimana lo sayang sama gebetan (atau bahkan lebih). Kasih mereka waktu 20 detik buat napas, biar lo bisa terus produktif tanpa harus pake kacamata tebel di kemudian hari.

Logo Radio
🔴 Radio Live