Menghirup Segarnya Udara Gili Iyang Madura yang Diakui Sebagai Oksigen Terbaik Kedua di Dunia
Refa - Wednesday, 10 December 2025 | 04:00 PM


Madura selama ini sering kali identik dengan cuaca panas yang menyengat, lahan garam yang gersang, atau kuliner sate yang berasap. Namun, persepsi tentang pulau garam yang tandus ini akan sirna seketika saat menjejakkan kaki di sebuah pulau kecil di ujung timur Kabupaten Sumenep. Pulau tersebut bernama Gili Iyang.
Bukan sembarang pulau, daratan tersembunyi ini menyimpan fenomena alam yang sangat langka. Gili Iyang dinobatkan sebagai tempat dengan kadar oksigen terbaik kedua di dunia setelah Laut Mati di Yordania. Sebuah fakta mengejutkan yang membuat pulau ini kini menjadi incaran para wisatawan yang mencari kesembuhan dan ketenangan.
Kandungan Udara yang Menyegarkan Paru-Paru
Berdasarkan hasil penelitian Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada tahun 2006, kadar oksigen di Gili Iyang tercatat berada di kisaran 20,9 persen hingga 21,5 persen. Angka ini di atas rata-rata kadar oksigen di daerah lain yang biasanya hanya berkisar 20 persen atau bahkan kurang di kota-kota besar yang penuh polusi.
Tingginya kadar oksigen ini membuat udara di Gili Iyang terasa sangat berbeda. Begitu menghirup napas pertama di sana, dada terasa lapang, sejuk, dan segar, meski matahari sedang bersinar terik. Fenomena ini terjadi karena perputaran udara yang unik di pulau tersebut serta banyaknya pepohonan rimbun yang masih terjaga keasriannya, menjadikannya paru-paru alami di tengah lautan.
Pulau Awet Muda dan Penduduk Berusia Satu Abad
Dampak dari kualitas udara premium ini terlihat jelas pada kesehatan penduduk setempat. Gili Iyang sering dijuluki sebagai "Pulau Awet Muda". Bukan hal yang aneh untuk menemukan warga yang masih bugar dan beraktivitas normal meski usianya sudah melampaui 100 tahun.
Kualitas udara yang bersih, ditambah dengan pola hidup yang jauh dari stres serta konsumsi makanan laut segar, menjadi resep rahasia umur panjang warga lokal. Bagi pengunjung yang datang dari hiruk-pikuk kota metropolitan, bermalam satu atau dua hari di sini sering dianggap sebagai terapi kesehatan alami untuk membuang racun atau detoksifikasi tubuh.
Pesona Alam di Balik Rimbunnya Pohon
Selain menawarkan terapi oksigen, Gili Iyang juga menyuguhkan pemandangan alam yang memukau. Salah satu ikon utamanya adalah Batu Canggah, sebuah tebing karang bolong yang menghadap langsung ke laut lepas. Deburan ombak yang menghantam karang, dipadukan dengan angin kaya oksigen, menciptakan suasana relaksasi yang sulit ditemukan di tempat lain.
Pulau ini juga memiliki gua-gua alami yang eksotis, salah satunya Gua Mahakarya. Di dalamnya terdapat stalaktit dan stalagmit yang berkilauan, menambah daya tarik petualangan bagi wisatawan. Meskipun akses menuju pulau ini membutuhkan perjalanan laut sekitar 45 menit dari Pelabuhan Dungkek Sumenep, rasa lelah perjalanan akan terbayar lunas begitu paru-paru terisi penuh oleh udara murni.
Keberadaan Gili Iyang mematahkan stigma bahwa Madura hanyalah tanah kering. Di balik jembatan Suramadu, tersimpan surga oksigen yang kini menjadi aset berharga bagi pariwisata kesehatan Indonesia.
Next News

Bapukung: Kearifan Lokal Dayak dan Banjar dalam Menimang Buah Hati dengan Posisi Duduk
18 hours ago

Mengenal Air Terjun Tumpak Sewu, Niagara-nya Indonesia
19 hours ago

Kenapa Kota-Kota di Indonesia Punya Julukan Unik? Ternyata Ada Cerita Besar di Baliknya
19 hours ago

Tradisi Unik Balap Sapi di Sigi Sebagai Wujud Syukur Petani Usai Panen Raya
2 days ago

Marine Safari Bali sebagai Pusat Edukasi dan Konservasi Ekosistem Laut
4 days ago

Dekat Tugu Pahlawan, Ada Kampung yang Bikin Surabaya Terasa Tahun 1900-an
5 days ago

Pantai Selatan Jawa Timur Terkenal Angker, Benarkah Nyi Roro Kidul Masih “Berkuasa”?
5 days ago

Sering Dikira Ritual Mistis, Ini Makna Sebenarnya Larung Sesaji di Jawa Timur
5 days ago

Sudah Ada Sejak 1930, Ini Alasan Zangrandi Tak Pernah Sepi di Tengah Tren Gelato
6 days ago

Pendatang Wajib Tahu! Ini Sebabnya Gaya Bicara Orang Surabaya Sering Disalahpahami
6 days ago





