Mengenal Air Terjun Tumpak Sewu, Niagara-nya Indonesia
Refa - Wednesday, 14 January 2026 | 03:30 PM


Jawa Timur menyimpan salah satu permata tersembunyi yang kini telah mendunia berkat lanskapnya yang dramatis dan memukau. Air Terjun Tumpak Sewu, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, sering kali disandingkan dengan Air Terjun Niagara di Amerika Utara. Julukan "Niagara-nya Indonesia" bukan sekadar isapan jempol, melainkan sebuah pengakuan atas formasi aliran airnya yang unik dan megah. Berbeda dengan air terjun pada umumnya yang memiliki satu aliran vertikal, Tumpak Sewu menawarkan panorama dinding air raksasa yang seolah memeluk tebing, menciptakan pemandangan alam yang sulit dicari tandingannya di Nusantara.
Formasi Tirai Air yang Spektakuler
Daya tarik utama yang membuat Tumpak Sewu layak disebut sebagai kembaran Niagara adalah bentuk alirannya yang menyerupai tirai atau kelambu raksasa. Air tidak hanya jatuh dari satu titik pusat, melainkan keluar dari berbagai celah tebing yang membentang lebar membentuk setengah lingkaran menyerupai amfiteater alam. Ketinggiannya yang mencapai sekitar 120 meter dengan aliran air yang deras dan merata menciptakan kabut abadi di dasar lembah. Nama "Tumpak Sewu" sendiri secara harfiah berarti "tumpukan seribu" dalam bahasa Jawa, yang merepresentasikan ilusi seribu aliran air yang jatuh secara bersamaan menutupi dinding tebing yang hijau dan rimbun.
Harmoni Air dan Api: Latar Gunung Semeru
Keistimewaan Tumpak Sewu semakin terpancar karena lokasinya yang strategis di kaki gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa. Pada hari yang cerah, pengunjung disuguhkan komposisi visual yang sempurna di mana kemegahan air terjun ini berpadu dengan latar belakang Gunung Semeru yang gagah menjulang ke langit. Pemandangan ini menciptakan kontras yang puitis antara elemen air yang menyejukkan dan elemen api dari gunung berapi aktif. Kombinasi lanskap ini menjadi magnet utama bagi fotografer lanskap dan pencinta alam yang ingin menangkap esensi keindahan tropis Indonesia dalam satu bingkai.
Tantangan Menuju Dasar Lembah
Menikmati Tumpak Sewu tidak hanya terbatas dari gardu pandang di bagian atas, namun juga melibatkan petualangan fisik untuk menuruni dasar lembah. Perjalanan menuju titik terbawah air terjun menawarkan sensasi tersendiri yang memacu adrenalin. Jalur yang dilalui cukup menantang, terdiri dari tangga-tangga bambu darurat, jalan setapak yang licin, hingga harus menyeberangi aliran sungai. Meskipun membutuhkan usaha ekstra dan kehati-hatian tinggi, perjalanan ini terbayar lunas ketika sampai di dasar tebing. Dari sudut pandang bawah, kemegahan dinding air tersebut terasa semakin mengintimidasi sekaligus menakjubkan, memberikan perspektif skala yang membuat manusia merasa kecil di hadapan alam.
Next News

Bapukung: Kearifan Lokal Dayak dan Banjar dalam Menimang Buah Hati dengan Posisi Duduk
11 hours ago

Kenapa Kota-Kota di Indonesia Punya Julukan Unik? Ternyata Ada Cerita Besar di Baliknya
12 hours ago

Tradisi Unik Balap Sapi di Sigi Sebagai Wujud Syukur Petani Usai Panen Raya
2 days ago

Marine Safari Bali sebagai Pusat Edukasi dan Konservasi Ekosistem Laut
4 days ago

Dekat Tugu Pahlawan, Ada Kampung yang Bikin Surabaya Terasa Tahun 1900-an
5 days ago

Pantai Selatan Jawa Timur Terkenal Angker, Benarkah Nyi Roro Kidul Masih “Berkuasa”?
5 days ago

Sering Dikira Ritual Mistis, Ini Makna Sebenarnya Larung Sesaji di Jawa Timur
5 days ago

Sudah Ada Sejak 1930, Ini Alasan Zangrandi Tak Pernah Sepi di Tengah Tren Gelato
6 days ago

Pendatang Wajib Tahu! Ini Sebabnya Gaya Bicara Orang Surabaya Sering Disalahpahami
6 days ago

Pedasnya Bukan Main! Sego Tempong Banyuwangi Disebut Bisa “Menampar” Lidah
6 days ago





