Mengenal Jenis Bopeng Bekas Jerawat dan Cara Mengatasinya
Nisrina - Saturday, 28 February 2026 | 09:43 AM


Masalah jerawat sering kali menjadi musuh terbesar bagi kesehatan dan kecantikan kulit wajah kita. Namun sayangnya, penderitaan akibat jerawat sering kali tidak berhenti sampai benjolan merah tersebut kempes dan mengering. Setelah jerawat mereda, banyak orang harus berhadapan dengan masalah baru yang jauh lebih sulit untuk dihilangkan dan sangat menguras kesabaran. Masalah tersebut adalah munculnya bekas jerawat permanen yang mengubah tekstur kulit menjadi tidak rata atau yang lebih akrab disebut oleh masyarakat luas dengan istilah bopeng.
Kehadiran bopeng di wajah tentu sangat mengganggu penampilan fisik secara keseluruhan. Tekstur kulit yang berlubang, bergelombang, atau menonjol ini membuat wajah terlihat kusam dan teksturnya terasa kasar saat disentuh. Bagi banyak orang, kondisi kulit seperti ini bisa berdampak langsung pada penurunan rasa percaya diri yang sangat drastis saat harus bersosialisasi di tempat umum. Bahkan, penggunaan produk riasan wajah atau makeup pun sering kali tidak mampu menutupi kedalaman lekukan bopeng tersebut secara sempurna.
Banyak orang menghabiskan jutaan rupiah untuk membeli berbagai macam produk perawatan kulit dengan harapan bopeng di wajah mereka bisa kembali mulus. Sayangnya, untuk bisa mengatasi masalah ini dengan tepat sasaran, Anda harus terlebih dahulu memahami bahwa bopeng memiliki bentuk, karakteristik, dan penyebab anatomi yang sangat bervariasi. Pendekatan medis untuk setiap jenis bopeng pun sangat berbeda beda. Mari kita bedah secara mendalam dan ilmiah mengenai anatomi bopeng, jenis jenisnya, serta deretan terapi medis yang terbukti ampuh untuk mengembalikan kehalusan kulit Anda.
Proses Biologis Terbentuknya Bopeng pada Kulit
Sebelum kita masuk ke dalam pembahasan mengenai jenis jenisnya, sangat penting bagi kita untuk memahami bagaimana mekanisme biologis sebuah bopeng bisa terbentuk secara permanen di wajah. Bopeng pada dasarnya adalah jaringan parut atau bekas luka yang muncul sebagai respons alami tubuh saat mencoba memperbaiki kerusakan jaringan kulit yang parah akibat peradangan jerawat.
Ketika pori pori kulit tersumbat oleh penumpukan sel kulit mati, produksi minyak atau sebum yang berlebihan, dan infeksi bakteri penyebab jerawat, area tersebut akan membengkak dan mengalami peradangan hebat. Jika peradangan ini terjadi sangat dalam hingga menembus lapisan dermis kulit, struktur jaringan kulit yang sehat di sekitarnya akan hancur lebur. Menanggapi kerusakan tersebut, tubuh secara otomatis akan langsung memproduksi serat protein yang disebut kolagen untuk menutup dan menyembuhkan luka terbuka dari dalam.
Masalah tekstur bopeng baru akan muncul ketika proses produksi kolagen ini tidak berjalan dengan seimbang dan sempurna. Jika tubuh memproduksi terlalu sedikit kolagen selama masa penyembuhan, kulit akan kehilangan volume penyangganya sehingga permukaannya akan melesak ke dalam dan membentuk lubang. Sebaliknya, jika tubuh merespons peradangan dengan memproduksi terlalu banyak serat kolagen yang menumpuk, bekas luka akan tumbuh menonjol ke luar permukaan kulit. Kesalahan kalibrasi produksi kolagen inilah yang menjadi cikal bakal munculnya berbagai variasi bopeng yang mengganggu penampilan wajah.
Karakteristik Ice Pick Scars yang Sulit Diatasi
Jenis bopeng pertama yang paling sering ditemui dan sayangnya merupakan jenis yang paling sulit untuk dihilangkan secara medis adalah ice pick scars. Sesuai dengan terjemahan namanya, bopeng jenis ini memiliki bentuk yang sangat mirip dengan luka tusukan alat pemecah es balok.
Secara visual, ice pick scars terlihat seperti lubang lubang kecil yang sangat sempit dengan diameter yang biasanya tidak lebih dari dua milimeter. Meskipun terlihat kecil di permukaan, lubang ini menembus lapisan kulit yang sangat dalam hingga mencapai lapisan dermis bagian bawah dengan bentuk dasar menyerupai huruf V yang meruncing. Bopeng jenis ini umumnya merupakan warisan dari masalah jerawat kistik atau jerawat batu yang mengalami peradangan sangat parah di masa lalu.
Karena kedalamannya yang cukup ekstrem, perawatan kulit oles biasa menggunakan krim atau serum tidak akan memberikan hasil yang signifikan. Tindakan medis eksfoliasi dangkal juga kurang efektif. Dokter kulit biasanya akan merekomendasikan prosedur medis khusus seperti teknik TCA Cross, yaitu penotolan cairan asam trikloroasetat berkonsentrasi tinggi tepat di dasar lubang untuk merangsang produksi kolagen dari dasar hingga lubang tersebut perlahan naik dan menutup.
Mengenal Boxcar Scars Wajah Tampak Berlubang Lebar
Jenis bopeng bekas jerawat atrofi atau bopeng cekung selanjutnya adalah boxcar scars. Berbeda dengan ice pick scars yang sempit dan dalam, boxcar scars memiliki bentuk cekungan yang jauh lebih lebar dengan batas tepi yang sangat tegas, kaku, dan vertikal tajam. Bentuknya menyerupai huruf U atau kotak persegi, sangat mirip dengan bekas luka yang biasa ditinggalkan oleh penyakit cacar air.
Bopeng jenis boxcar ini biasanya muncul di area kulit wajah yang memiliki lapisan jaringan cukup tebal, seperti pada area pipi bagian bawah dan sekitar rahang. Penyebab utama terbentuknya cekungan lebar ini adalah hancurnya kolagen dalam jumlah yang sangat masif saat peradangan jerawat terjadi, sehingga jaringan kulit di area tersebut kehilangan fondasi penyangganya dan langsung ambles ke bawah secara merata.
Untuk menangani boxcar scars yang memiliki kedalaman dangkal hingga sedang, dokter spesialis kulit biasanya akan merekomendasikan serangkaian terapi resurfacing kulit. Beberapa metode yang sangat populer dan terbukti secara klinis mampu menyamarkan tepi tajam dari bopeng ini antara lain adalah terapi laser fraksional, prosedur microneedling, atau penggunaan cairan peeling kimia tingkat menengah untuk meratakan kembali tekstur epidermis.
Rolling Scars yang Membuat Permukaan Kulit Bergelombang
Apabila Anda meraba permukaan kulit wajah dan merasakan tekstur yang naik turun layaknya permukaan jalan yang bergelombang atau berbukit bukit, maka kemungkinan besar Anda memiliki jenis bopeng rolling scars. Bopeng jenis ini memiliki ciri khas berupa cekungan yang lebar namun memiliki batas tepi yang miring, melandai, dan tidak memiliki batasan sudut yang tajam seperti pada kasus boxcar scars.
Secara anatomis, tekstur kulit yang tertarik ke bawah dan bergelombang ini disebabkan oleh terbentuknya pita pita jaringan fibrosa yang kaku di antara lapisan kulit dalam dan jaringan subkutan di bawahnya. Pita fibrosa atau jaringan ikat ini menarik lapisan kulit terluar epidermis ke arah dalam, sehingga menciptakan lekukan yang tidak beraturan menyerupai huruf M yang melandai.
Karena masalah utamanya terletak pada tarikan dari pita jaringan di lapisan bawah, perawatan laser dari luar sering kali tidak cukup kuat untuk meratakan kulit. Metode standar emas atau golden standard yang selalu digunakan oleh dokter kulit untuk mengatasi rolling scars adalah prosedur subsisi medis. Dalam prosedur ini, dokter akan menggunakan jarum khusus yang disisipkan ke bawah kulit untuk memotong atau memutuskan pita pita fibrosa penarik tersebut. Setelah pita tersebut putus, lapisan kulit atas akan langsung terbebas dan secara otomatis naik kembali ke posisi aslinya yang rata.
Bopeng Hipertrofik dan Keloid Akibat Kelebihan Kolagen
Tidak semua bekas jerawat menyebabkan kulit menjadi cekung ke dalam. Dalam beberapa kasus, ada jenis bopeng yang justru tumbuh menonjol keluar menembus batas permukaan kulit normal. Bopeng jenis ini terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu bekas luka hipertrofik dan bekas luka keloid. Keduanya terbentuk akibat respons produksi kolagen yang terlalu agresif dan berlebihan dari tubuh saat proses penyembuhan luka sedang berlangsung.
Bekas luka hipertrofik adalah benjolan padat yang ukurannya masih berada dalam batas area peradangan jerawat aslinya. Bopeng ini sering kali berwarna merah muda cerah atau sedikit keunguan dan biasanya paling sering muncul di area dada, punggung, leher, atau sepanjang garis rahang. Sementara itu, bekas luka keloid adalah bentuk yang jauh lebih ekstrem dari bekas luka hipertrofik. Keloid adalah jaringan parut yang terus tumbuh menebal dan meluas hingga melewati batas luka jerawat aslinya. Bekas luka jenis penonjolan ini tidak bisa dihilangkan dengan metode penambahan volume. Dokter biasanya akan melakukan injeksi kortikosteroid langsung ke dalam benjolan secara berkala untuk melelehkan jaringan kolagen yang menumpuk tersebut agar perlahan lahan menjadi rata kembali dengan kulit sekitarnya.
Bedakan Bopeng dengan Noda Hiperpigmentasi
Satu kesalahan diagnosis mandiri yang paling sering dilakukan oleh banyak orang adalah menyamakan noda warna bekas jerawat dengan bopeng. Sangat penting untuk meluruskan pemahaman bahwa noda kemerahan atau noda kehitaman yang rata dengan kulit sama sekali bukanlah bagian dari bopeng atau acne scars secara tekstur.
Noda kemerahan atau Post Inflammatory Erythema terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah kapiler di bawah kulit akibat peradangan yang belum sepenuhnya tuntas. Sementara noda kehitaman atau Post Inflammatory Hyperpigmentation terjadi akibat produksi zat melanin atau pigmen kulit yang berlebihan sebagai respons perlindungan terhadap luka. Keduanya adalah masalah perubahan warna, bukan perubahan tekstur. Berbeda dengan bopeng yang membutuhkan intervensi medis tingkat tinggi, noda noda warna ini umumnya jauh lebih mudah diatasi hanya dengan menggunakan produk perawatan kulit pencerah yang mengandung vitamin C, niacinamide, atau asam traneksamat.
Langkah Krusial Mencegah Terbentuknya Bopeng
Memperbaiki bopeng adalah sebuah proses perjalanan panjang yang membutuhkan biaya finansial yang tidak sedikit, rasa sakit yang harus ditahan, dan waktu pemulihan yang cukup lama. Oleh karena itu, mencegah terbentuknya bopeng sebelum peradangan jerawat merusak kulit adalah langkah paling rasional dan bijaksana yang bisa Anda lakukan.
Aturan emas pertama dan paling dilarang dalam dunia kesehatan kulit adalah memencet, menusuk, atau memecahkan jerawat secara paksa menggunakan kuku jari yang kotor. Tindakan nekat memencet jerawat ini akan mendorong bakteri dan nanah semakin dalam ke lapisan dermis, memperluas area peradangan, dan secara pasti akan menghancurkan jaringan kolagen yang berujung pada terbentuknya bopeng permanen.
Jika Anda memiliki masalah jerawat kistik yang meradang parah, besar, merah, dan sangat nyeri saat disentuh, jangan pernah menunda untuk segera mengunjungi dokter kulit. Penanganan dini menggunakan obat obatan oral pereda radang atau injeksi jerawat secara medis adalah satu satunya cara untuk menghentikan infeksi sebelum jerawat tersebut sempat menghancurkan struktur jaringan penyangga kulit Anda. Jangan pernah bertaruh dengan kesehatan kulit Anda hanya demi kepuasan sesaat memecahkan jerawat di depan cermin.
Next News

Tren Double Major, Solusi Ampuh Lulusan Kuliah Cepat Dapat Kerja di Zaman Now
11 hours ago

Mengenal Diabetes Lifestyle Penyebab Gejala dan Cara Tepat Mencegahnya
12 hours ago

Benarkah Garam Bisa Menyembuhkan Sariawan dan Cara Tepat Menggunakannya
12 hours ago

Fakta Medis Apakah Gigi Geraham Bisa Tumbuh Lagi Setelah Dicabut
13 hours ago

Tips Touch Grass! Rekomendasi Hobi Analog Bikin Kamu Gak Gila Karena Algoritma
14 hours ago

Membongkar Alasan Psikologis Remaja Haus Validasi di Sosmed
15 hours ago

Tips Atasi Baret di Meja Kayu Agar Tetap Estetik Ala Pinterest
2 days ago

Penyebab Sering Langsung BAB Setelah Makan dan Solusinya
2 days ago

Fakta Medis Penyebab Sakit Perut Sebelah Kanan dan Solusinya
2 days ago

Penyebab Nyeri Perut Sebelah Kiri dan Cara Tepat Mengatasinya
2 days ago





