Fakta Medis Apakah Gigi Geraham Bisa Tumbuh Lagi Setelah Dicabut
Nisrina - Saturday, 28 February 2026 | 10:13 AM


Kehilangan gigi merupakan salah satu pengalaman yang paling sering memicu kecemasan bagi banyak orang dewasa. Rasa sakit akibat gigi berlubang yang sudah parah sering kali memaksa kita untuk mengambil keputusan terberat yaitu mencabut gigi tersebut. Di antara semua deretan gigi yang ada di dalam rongga mulut, gigi geraham adalah bagian yang paling rentan mengalami kerusakan berlubang karena fungsinya yang sangat berat dan posisinya yang berada jauh di bagian belakang mulut.
Ketika dokter gigi memvonis bahwa gigi geraham Anda harus dicabut, pertanyaan pertama yang biasanya langsung terlintas di pikiran adalah apakah gigi geraham tersebut bisa tumbuh kembali. Harapan untuk memiliki gigi baru yang utuh sangatlah besar, mengingat hilangnya satu gigi saja bisa sangat mengganggu kenyamanan saat mengunyah makanan. Untuk menjawab rasa penasaran Anda dan meluruskan berbagai mitos yang beredar di masyarakat, mari kita bahas secara ilmiah dan mendalam mengenai fase pertumbuhan gigi manusia serta fakta medis seputar kemampuan regenerasi gigi geraham.
Mengenal Dua Fase Pertumbuhan Gigi Manusia Secara Alami
Untuk memahami apakah sebuah gigi bisa tumbuh kembali atau tidak, kita harus terlebih dahulu memahami siklus alami pertumbuhan gigi pada manusia. Secara biologis, manusia hanya dibekali dengan dua set gigi sepanjang hidupnya. Set pertama dikenal dengan sebutan gigi susu atau gigi primer. Gigi susu ini mulai tumbuh saat kita masih bayi, biasanya dimulai pada usia enam bulan, dan akan tumbuh lengkap berjumlah dua puluh buah pada usia sekitar tiga tahun.
Set kedua adalah gigi permanen atau gigi tetap. Gigi permanen ini mulai tumbuh menggantikan posisi gigi susu ketika seorang anak memasuki usia sekolah dasar, tepatnya sekitar usia enam hingga tujuh tahun. Proses pergantian dari gigi susu menuju gigi permanen ini berlangsung secara bertahap dan biasanya akan selesai secara keseluruhan ketika anak mencapai usia dua belas hingga tiga belas tahun. Gigi permanen inilah yang dirancang oleh alam untuk bertahan menemani kita mengunyah makanan hingga usia senja.
Perbedaan Mendasar Gigi Geraham Susu dan Geraham Permanen
Kunci untuk menjawab kebingungan mengenai gigi geraham terletak pada perbedaan anatomi antara geraham susu dan geraham permanen. Pada fase gigi susu, seorang anak memiliki delapan buah gigi geraham susu. Ketika anak tersebut beranjak besar, kedelapan gigi geraham susu ini akan tanggal atau copot satu per satu. Namun yang perlu Anda catat dengan baik adalah gigi geraham susu yang copot tersebut tidak digantikan oleh gigi geraham besar permanen, melainkan digantikan oleh gigi geraham kecil atau yang dalam bahasa medis disebut gigi premolar.
Lalu dari mana datangnya gigi geraham besar permanen yang kita miliki saat ini. Gigi geraham besar permanen atau gigi molar sama sekali tidak menggantikan posisi gigi susu mana pun. Gigi geraham permanen ini tumbuh dengan sendirinya di area gusi bagian paling belakang yang sebelumnya kosong dan tidak pernah ditumbuhi oleh gigi susu. Pertumbuhan gigi geraham permanen pertama biasanya terjadi pada usia enam tahun, disusul oleh geraham permanen kedua pada usia dua belas tahun.
Jawaban Medis Apakah Gigi Geraham Dewasa Bisa Tumbuh Lagi
Berdasarkan penjelasan anatomi di atas, maka jawaban medis yang paling akurat untuk pertanyaan apakah gigi geraham orang dewasa bisa tumbuh lagi setelah dicabut adalah tidak bisa. Sekali lagi, manusia hanya memiliki dua set gigi. Jika gigi yang dicabut adalah gigi geraham permanen, maka tubuh Anda tidak memiliki cadangan benih gigi lagi di dalam tulang rahang untuk menumbuhkan gigi yang baru.
Berbeda ceritanya jika yang dicabut adalah gigi geraham susu pada anak usia delapan tahun. Pada kasus anak anak tersebut, gigi geraham kecil permanen memang sudah bersiap di bawah gusi untuk tumbuh menggantikan posisi gigi yang dicabut. Namun bagi orang dewasa yang sudah memiliki susunan gigi permanen lengkap, kehilangan satu gigi berarti kehilangan tersebut bersifat selamanya atau permanen. Tidak ada obat obatan, vitamin, maupun ramuan herbal apa pun di dunia ini yang secara medis mampu merangsang pertumbuhan gigi baru pada rahang orang dewasa.
Pengecualian pada Kasus Kemunculan Gigi Geraham Bungsu
Sering kali ada orang dewasa yang bersumpah bahwa mereka merasakan ada gigi geraham baru yang tumbuh di bagian belakang mulut mereka saat usia mereka menginjak dua puluhan tahun. Fenomena ini sering disalahartikan sebagai gigi geraham yang tumbuh kembali. Padahal, yang sebenarnya sedang terjadi adalah proses erupsi atau kemunculan gigi geraham ketiga yang lebih populer dengan sebutan gigi bungsu.
Gigi bungsu adalah satu satunya gigi permanen yang jadwal pertumbuhannya sangat terlambat dibandingkan dengan gigi lainnya. Gigi ini biasanya baru mulai merobek gusi dan muncul ke permukaan pada rentang usia tujuh belas hingga dua puluh lima tahun. Jadi, kemunculan gigi di usia dewasa ini bukanlah proses pergantian gigi yang lama, melainkan memang jadwal pertumbuhan alami dari gigi geraham ketiga yang baru mendapat giliran untuk tampil. Sayangnya, pertumbuhan gigi bungsu ini sering kali bermasalah dan menimbulkan rasa sakit luar biasa karena ruang di rahang biasanya sudah terlalu sempit untuk menampung gigi baru.
Dampak Buruk Membiarkan Gigi Geraham Ompong Terlalu Lama
Banyak orang yang merasa lega setelah gigi gerahamnya yang sakit dicabut dan kemudian membiarkan gusi tersebut kosong melompong bertahun tahun. Padahal, membiarkan ruang kosong pada rahang memiliki dampak berantai yang sangat merugikan bagi kesehatan mulut secara keseluruhan. Gigi geraham memiliki peran paling sentral dalam proses pencernaan awal, yaitu menghaluskan dan melumatkan makanan sebelum ditelan.
Ketika satu gigi geraham hilang, beban mengunyah akan berpindah ke sisi rahang yang lain. Kebiasaan mengunyah satu sisi ini dalam jangka panjang akan menyebabkan ketidakseimbangan otot wajah dan memicu nyeri pada sendi rahang. Dampak buruk lainnya adalah gigi gigi yang berada di sebelah ruang kosong tersebut akan perlahan lahan bergeser atau miring untuk mencoba mengisi kekosongan. Gigi yang berada tepat di atas atau di bawah gusi yang ompong juga akan memanjang keluar dari soketnya karena kehilangan tekanan gigitan. Pergeseran formasi gigi ini pada akhirnya akan merusak struktur gigitan Anda dan membuat sisa makanan lebih mudah tersangkut sehingga memicu gigi berlubang yang baru.
Solusi Medis untuk Menggantikan Gigi Geraham yang Hilang
Mengingat gigi geraham tidak bisa tumbuh kembali secara alami, ilmu kedokteran gigi modern telah menyediakan berbagai solusi canggih untuk mengembalikan fungsi kunyah dan estetika senyum Anda. Langkah terbaik setelah luka pencabutan gigi sembuh adalah segera berkonsultasi dengan dokter gigi untuk membuat gigi tiruan.
Ada tiga opsi utama yang biasanya ditawarkan oleh dokter gigi. Opsi pertama adalah gigi tiruan lepasan yang terbuat dari bahan akrilik atau bahan lentur. Ini adalah solusi yang paling terjangkau secara ekonomi, namun Anda harus rajin melepas dan membersihkannya setiap hari. Opsi kedua adalah gigi tiruan cekat atau dental bridge. Prosedur ini melibatkan pembuatan mahkota gigi palsu yang dijangkarkan secara permanen pada dua gigi asli di sebelah kiri dan kanan ruang yang kosong.
Opsi ketiga dan yang paling mutakhir adalah implan gigi. Prosedur implan dilakukan dengan cara menanamkan sekrup berbahan titanium langsung ke dalam tulang rahang sebagai pengganti akar gigi buatan. Setelah sekrup titanium menyatu dengan tulang, dokter akan memasang mahkota gigi palsu di atasnya. Implan gigi adalah solusi permanen yang paling menyerupai gigi asli, baik dari segi kekuatan mengunyah maupun penampilan visualnya.
Tips Merawat Gigi Geraham Agar Awet Seumur Hidup
Karena gigi geraham dewasa tidak memiliki serep atau cadangan, menjaganya agar tetap sehat dan kuat adalah sebuah kewajiban mutlak. Permukaan gigi geraham memiliki banyak lekukan dan celah sempit yang sangat disukai oleh bakteri untuk bersembunyi. Sisa makanan manis dan lengket yang tertinggal di celah celah inilah yang perlahan lahan akan diubah menjadi asam yang merusak lapisan enamel pelindung gigi.
Pencegahan terbaik adalah dengan menyikat gigi secara rutin minimal dua kali sehari, yaitu pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari tepat sebelum tidur. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk membantu memperkuat mineral gigi. Jangan lupa untuk menggunakan benang gigi atau dental floss secara rutin untuk membersihkan sela sela gigi yang tidak bisa dijangkau oleh bulu sikat biasa. Selain itu, batasi konsumsi makanan dan minuman yang terlalu manis atau sangat asam. Dan yang tidak kalah penting, jadwalkan kunjungan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali untuk membersihkan karang gigi dan mendeteksi adanya lubang kecil sebelum lubang tersebut membesar dan mencapai saraf gigi.
Menyadari bahwa gigi permanen adalah harta berharga yang hanya diberikan satu kali seumur hidup seharusnya membuat kita lebih peduli terhadap kebersihan rongga mulut. Rawatlah gigi geraham Anda sebaik mungkin mulai dari sekarang agar Anda tetap bisa menikmati hidangan lezat dengan nyaman di masa tua nanti tanpa perlu bergantung pada gigi palsu.
Next News

Tren Double Major, Solusi Ampuh Lulusan Kuliah Cepat Dapat Kerja di Zaman Now
11 hours ago

Mengenal Diabetes Lifestyle Penyebab Gejala dan Cara Tepat Mencegahnya
11 hours ago

Benarkah Garam Bisa Menyembuhkan Sariawan dan Cara Tepat Menggunakannya
12 hours ago

Mengenal Jenis Bopeng Bekas Jerawat dan Cara Mengatasinya
14 hours ago

Tips Touch Grass! Rekomendasi Hobi Analog Bikin Kamu Gak Gila Karena Algoritma
14 hours ago

Membongkar Alasan Psikologis Remaja Haus Validasi di Sosmed
15 hours ago

Tips Atasi Baret di Meja Kayu Agar Tetap Estetik Ala Pinterest
2 days ago

Penyebab Sering Langsung BAB Setelah Makan dan Solusinya
2 days ago

Fakta Medis Penyebab Sakit Perut Sebelah Kanan dan Solusinya
2 days ago

Penyebab Nyeri Perut Sebelah Kiri dan Cara Tepat Mengatasinya
2 days ago





