Ceritra
Ceritra Warga

Mengenal Diabetes Lifestyle Penyebab Gejala dan Cara Tepat Mencegahnya

Nisrina - Saturday, 28 February 2026 | 12:11 PM

Background
Mengenal Diabetes Lifestyle Penyebab Gejala dan Cara Tepat Mencegahnya
Ilustrasi gula darah (Pexels/i-SENS, USA)

Di era modern yang serba cepat dan instan saat ini, kemudahan akses terhadap berbagai hal sering kali membawa dampak yang tidak terduga bagi kesehatan tubuh kita. Mulai dari kemudahan memesan makanan cepat saji melalui aplikasi, hingga gaya hidup yang lebih banyak dihabiskan dengan duduk menatap layar gawai sepanjang hari. Perubahan pola hidup yang drastis ini rupanya telah melahirkan sebuah ancaman kesehatan global yang sangat serius. Salah satu penyakit mematikan yang kini grafiknya terus melonjak tajam akibat kebiasaan buruk tersebut adalah apa yang sering disebut oleh para ahli kesehatan sebagai diabetes lifestyle.

Banyak orang di masa lalu menganggap bahwa penyakit kencing manis atau diabetes adalah penyakit keturunan yang hanya menyerang orang lanjut usia. Namun faktanya hari ini sangat mengejutkan. Semakin banyak kelompok usia produktif bahkan kalangan remaja yang sudah divonis mengidap penyakit kronis ini. Fenomena pergeseran usia penderita ini membuktikan bahwa faktor genetika bukanlah satu satunya pihak yang patut disalahkan. Mari kita bedah secara tuntas apa sebenarnya diabetes lifestyle itu, apa saja kebiasaan yang memicunya, serta bagaimana langkah pencegahan yang paling efektif agar Anda dan keluarga terhindar dari penyakit mematikan ini.

Apa Sebenarnya yang Dimaksud dengan Diabetes Lifestyle

Dalam dunia medis resmi, sebenarnya tidak ada istilah diagnosis yang bernama diabetes lifestyle. Istilah populer ini merujuk secara spesifik pada penyakit Diabetes Melitus Tipe 2. Alasan mengapa penyakit ini dijuluki sebagai penyakit gaya hidup adalah karena lebih dari sembilan puluh persen kasus kemunculannya dipicu secara langsung oleh pola hidup yang tidak sehat yang dilakukan secara terus menerus selama bertahun tahun.

Pada penderita diabetes tipe dua ini, organ pankreas di dalam tubuh sebenarnya masih mampu memproduksi hormon insulin. Hormon insulin adalah zat yang bertugas membuka pintu sel tubuh agar gula dari aliran darah bisa masuk dan diubah menjadi energi. Namun karena pola makan yang buruk dan tumpukan lemak yang berlebihan, sel sel tubuh menjadi kebal atau tidak sensitif lagi terhadap insulin tersebut. Kondisi medis ini dinamakan resistensi insulin. Akibatnya, gula tidak bisa masuk ke dalam sel dan akhirnya menumpuk secara masif di dalam aliran darah hingga meracuni berbagai organ vital.

Perbedaan Utama Antara Diabetes Tipe Satu dan Tipe Dua

Agar tidak salah kaprah, sangat penting bagi kita untuk memahami perbedaan mendasar antara kedua tipe diabetes ini. Diabetes tipe satu adalah penyakit autoimun murni di mana sistem kekebalan tubuh justru menyerang dan menghancurkan sel sel penghasil insulin di dalam pankreas. Penderita diabetes tipe satu sama sekali tidak bisa memproduksi insulin sejak usia kanak kanak atau remaja, sehingga mereka mutlak membutuhkan suntikan insulin dari luar seumur hidupnya untuk bisa bertahan hidup.

Sebaliknya, diabetes tipe dua atau diabetes gaya hidup ini sangat bisa dicegah dan dikendalikan. Penyakit ini tidak datang secara tiba tiba melainkan merupakan hasil akumulasi dari kebiasaan buruk jangka panjang. Seseorang mungkin memiliki bakat genetik diabetes dari orang tuanya, namun jika ia menjaga pola makan dan rajin berolahraga, gen tersebut tidak akan pernah aktif. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki riwayat keturunan sekalipun bisa dengan mudah terkena diabetes tipe dua jika gaya hidupnya berantakan.

Faktor Gaya Hidup Pemicu Utama Naiknya Gula Darah

Penyebab utama dari meroketnya angka penderita diabetes tipe dua saat ini sangat erat kaitannya dengan apa yang kita masukkan ke dalam mulut setiap hari. Konsumsi gula berlebih adalah musuh utama yang sering kali tidak disadari. Gula tersembunyi banyak bersarang pada minuman kekinian seperti es kopi susu gula aren, minuman boba, teh kemasan, hingga minuman bersoda. Kalori cair dari minuman manis ini akan langsung melonjakkan kadar gula darah dengan sangat cepat dan memaksa pankreas bekerja sangat keras untuk memproduksi insulin.

Selain gula, pola makan yang didominasi oleh karbohidrat sederhana seperti nasi putih dalam porsi jumbo, roti putih, dan mi instan juga sangat berkontribusi. Karbohidrat sederhana sangat cepat dicerna dan diubah menjadi gula. Gaya hidup sedenter atau kurang gerak juga menjadi faktor pemicu yang sangat fatal. Banyak orang saat ini menghabiskan waktu berjam jam duduk di depan komputer dan malas berjalan kaki. Tanpa adanya aktivitas fisik, kalori dari makanan yang dikonsumsi tidak akan terbakar menjadi energi melainkan ditumpuk menjadi lemak jahat di dalam tubuh.

Bahaya Obesitas dan Penumpukan Lemak di Perut

Kelebihan berat badan atau obesitas adalah sahabat karib dari diabetes lifestyle. Namun Anda harus sangat mewaspadai lokasi di mana lemak tersebut menumpuk. Lemak viseral atau lemak yang menumpuk di area rongga perut atau perut buncit adalah jenis lemak yang paling berbahaya. Lemak di area perut ini sangat aktif melepaskan senyawa kimia peradangan yang secara langsung mengacaukan kemampuan sel tubuh dalam merespons hormon insulin.

Seseorang mungkin terlihat memiliki postur tubuh yang normal dari luar, namun jika ia memiliki timbunan lemak yang tebal di area perut, maka risiko ia terkena resistensi insulin tetaplah sangat tinggi. Oleh karena itu, menjaga lingkar perut agar tetap berada dalam batas normal sangat direkomendasikan. Batas aman lingkar perut untuk pria dewasa adalah maksimal sembilan puluh sentimeter, sedangkan untuk wanita dewasa adalah maksimal delapan puluh sentimeter.

Gejala Awal yang Sering Diabaikan oleh Banyak Orang

Penyakit diabetes sering kali dijuluki sebagai pembunuh diam diam karena pada tahap awal perkembangannya penyakit ini jarang sekali menimbulkan gejala yang mengganggu. Banyak penderita yang baru menyadari dirinya mengidap diabetes ketika penyakit tersebut sudah merusak organ lain atau saat mereka tidak sengaja melakukan pemeriksaan darah rutin di rumah sakit.

Namun jika Anda lebih peka, ada tiga gejala klasik yang harus sangat diwaspadai yang dikenal dengan sebutan 3P. Pertama adalah polifagia yaitu rasa lapar yang terus menerus meskipun baru saja selesai makan besar. Kedua adalah polidipsia yaitu rasa haus yang sangat ekstrem dan mulut yang selalu terasa kering. Ketiga adalah poliuria yaitu peningkatan frekuensi buang air kecil yang sangat drastis terutama pada malam hari yang sangat mengganggu kualitas tidur. Gejala tambahan lainnya meliputi penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, tubuh terasa sangat mudah lelah, pandangan mata mulai kabur, serta luka di kulit yang sangat lama sembuhnya atau bahkan mudah bernanah.

Komplikasi Berbahaya Jika Gula Darah Tidak Terkontrol

Jangan pernah meremehkan penyakit kencing manis ini. Gula darah yang dibiarkan tinggi terus menerus ibarat pecahan kaca halus yang mengalir di dalam pembuluh darah Anda. Dalam jangka panjang, tumpukan gula ini akan merusak seluruh jaringan pembuluh darah dan saraf di seluruh tubuh. Komplikasi diabetes sangatlah mengerikan dan bersifat ireversibel atau tidak bisa dikembalikan ke kondisi normal semula.

Kerusakan pada pembuluh darah besar dapat memicu terjadinya serangan jantung mendadak dan penyakit stroke yang melumpuhkan saraf motorik. Sementara kerusakan pada pembuluh darah kecil akan menyerang organ mata yang menyebabkan kebutaan permanen atau retinopati diabetik. Ginjal juga menjadi korban utama di mana fungsinya dalam menyaring racun akan rusak total sehingga pasien harus menjalani cuci darah seumur hidup. Selain itu kerusakan saraf pada kaki akan membuat penderita mati rasa sehingga luka sekecil apa pun tidak akan terasa, yang sering kali berujung pada pembusukan jaringan dan tindakan amputasi kaki.

Langkah Nyata Mencegah dan Mengatasi Diabetes Lifestyle

Kabar baiknya penyakit yang berakar dari gaya hidup ini sepenuhnya bisa Anda cegah dan kendalikan dengan mengubah rutinitas harian Anda. Langkah pertama dan paling vital adalah merombak total isi piring Anda. Kurangi porsi karbohidrat sederhana dan perbanyak asupan karbohidrat kompleks yang kaya serat seperti nasi merah, gandum utuh, dan ubi ubian. Serat akan membantu memperlambat penyerapan gula di dalam usus sehingga lonjakan gula darah bisa dicegah. Hindari sama sekali minuman manis dalam kemasan dan jadikan air putih tawar sebagai minuman wajib Anda setiap hari.

Langkah kedua adalah mulai aktif bergerak. Anda tidak perlu langsung melakukan olahraga berat di pusat kebugaran. Cukup luangkan waktu minimal tiga puluh menit setiap hari untuk melakukan aktivitas fisik seperti jalan cepat, bersepeda santai, atau berenang. Olahraga akan membantu sel sel otot menyerap gula dari aliran darah tanpa harus bergantung sepenuhnya pada hormon insulin. Langkah ketiga adalah menjaga kualitas tidur selama tujuh hingga lapan jam setiap malam serta mengelola stres dengan baik. Hormon stres yang tinggi terbukti secara klinis dapat memicu pelepasan gula cadangan dari organ hati ke dalam aliran darah yang memperburuk kondisi resistensi insulin.

Pentingnya Deteksi Dini Melalui Cek Darah Rutin

Satu satunya cara paling akurat untuk mengetahui apakah Anda mengidap diabetes atau tidak adalah melalui pemeriksaan laboratorium medis. Jangan menunggu sampai gejala parah muncul untuk memeriksakan diri. Bagi Anda yang memiliki berat badan berlebih, memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, atau sudah berusia di atas tiga puluh lima tahun, melakukan pemeriksaan gula darah puasa dan tes HbA1c secara rutin setiap tahun adalah sebuah langkah investasi kesehatan yang tidak boleh ditawar lagi.

Tes HbA1c sangat penting karena tes ini mampu memberikan gambaran rata rata kadar gula darah Anda selama tiga bulan ke belakang. Jika hasil tes menunjukkan bahwa Anda berada pada fase pradiabetes, ini adalah lampu kuning sekaligus kesempatan emas dari Tuhan bagi Anda untuk memutar balik arah dan memperbaiki gaya hidup sebelum benar benar jatuh ke jurang diabetes tipe dua. Menjaga kesehatan sistem metabolisme adalah kunci utama untuk menikmati masa tua yang panjang, bahagia, dan bebas dari ketergantungan obat obatan medis seumur hidup.

Logo Radio
🔴 Radio Live