Ceritra
Ceritra Warga

Tren Double Major, Solusi Ampuh Lulusan Kuliah Cepat Dapat Kerja di Zaman Now

Nisrina - Saturday, 28 February 2026 | 12:30 PM

Background
Tren Double Major, Solusi Ampuh Lulusan Kuliah Cepat Dapat Kerja di Zaman Now
Ilustrasi sarjana (Pexels/Hai Nguyen)

Lulus dari perguruan tinggi dengan menyandang gelar sarjana dahulu sering dianggap sebagai tiket emas atau jaminan aman untuk langsung masuk ke dunia kerja profesional. Namun realita di lapangan saat ini sudah berubah drastis. Memiliki selembar ijazah saja ternyata tidak lagi cukup untuk memastikan seseorang mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai dengan ekspektasi. Persaingan di pasar tenaga kerja kini semakin brutal dan menuntut para pencari kerja untuk memiliki nilai tambah yang jauh di atas rata rata.

Di tengah situasi pasar kerja yang penuh ketidakpastian ini, muncul sebuah fenomena akademik yang semakin digandrungi oleh kalangan mahasiswa yaitu mengambil program double major atau dua jurusan sekaligus. Banyak mahasiswa yang memandang langkah ini sebagai senjata rahasia untuk memenangkan persaingan saat melamar pekerjaan nanti. Mari kita kupas tuntas secara mendalam mengenai fenomena ini, mulai dari realita kerasnya mencari kerja, perbedaan konsep gelar, hingga pandangan langsung dari kacamata para pakar rekrutmen atau HRD.

Realitas Pahit Dunia Kerja dan Tingginya Angka Pengangguran Sarjana

Masalah utama yang dihadapi oleh lulusan baru saat ini bukan hanya sekadar tingginya jumlah pesaing sesama sarjana yang baru lulus. Permasalahan intinya adalah pertumbuhan pembukaan lowongan pekerjaan baru sama sekali tidak sebanding dengan kecepatan perguruan tinggi dalam mencetak lulusan setiap tahunnya. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik atau BPS pada tahun 2025 mencatat sebuah angka yang cukup memprihatinkan, di mana terdapat 1.010.652 lulusan sarjana yang masih berstatus menganggur. Angka ini secara resmi menjadi rekor pengangguran terdidik yang paling tinggi dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Tingginya angka pengangguran ini sejalan dengan hasil survei global yang dirilis oleh Aerotek pada tahun 2024. Survei tersebut menunjukkan fakta bahwa sebanyak 70 persen pencari kerja merasa proses mencari pekerjaan saat ini jauh lebih susah dan menguras mental dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Perusahaan kini menerapkan standar seleksi yang sangat berlapis dan ketat. Rata rata proses rekrutmen global bahkan memakan waktu hingga 43 hari untuk mengisi satu posisi kosong saja. Waktu tunggu yang panjang ini tentu sangat menyiksa secara psikologis bagi para pelamar kerja atau fresh graduate yang sedang menanti kepastian nasib mereka.

Mengenal Tren Double Major Sebagai Senjata Tambahan

Di tengah pasar kerja yang sangat ketat dan penuh tekanan tersebut, para mahasiswa mulai mencari strategi alternatif agar profil mereka terlihat lebih menonjol di mata perekrut. Salah satu strategi yang kini menjadi tren global adalah mengambil program double major. Di Amerika Serikat sendiri, jumlah lulusan yang mengambil dua jurusan sekaligus mengalami kenaikan drastis hingga 100 persen dalam sepuluh tahun terakhir. Bahkan tercatat sekitar 12 persen dari total lulusan pada periode akademik 2023 hingga 2024 berhasil lulus dengan membawa portofolio dua jurusan sekaligus.

Strategi ini sangat masuk akal mengingat banyak profesi modern saat ini membutuhkan gabungan keahlian dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda. Seorang pelamar yang memiliki pemahaman lintas ilmu tentu akan dinilai lebih siap menghadapi dinamika industri yang berubah ubah dengan sangat cepat setiap harinya.

Perbedaan Mendasar Antara Double Major dan Double Degree

Meskipun terdengar serupa, banyak masyarakat awam dan calon mahasiswa yang masih kebingungan membedakan antara program double major dan double degree. Pemahaman yang keliru mengenai kedua istilah ini bisa berakibat fatal pada perencanaan studi dan finansial mahasiswa. Secara sederhana, double major berarti seorang mahasiswa akan lulus dengan mendapatkan satu gelar atau satu ijazah, namun di dalamnya tercantum dua bidang studi utama atau konsentrasi yang berbeda. Contoh kombinasi yang paling populer adalah ilmu ekonomi yang dipadukan dengan ilmu data sains, ilmu komunikasi yang digabung dengan ilmu bisnis, atau ilmu hukum yang disandingkan dengan manajemen bisnis.

Sementara itu, program double degree adalah sebuah program di mana mahasiswa akan mendapatkan dua ijazah yang benar benar terpisah setelah lulus. Program ini biasanya melibatkan kerja sama antara dua fakultas yang berbeda atau bahkan dua universitas yang berbeda negara. Karena menargetkan dua ijazah terpisah, beban studi yang harus diselesaikan jauh lebih masif, waktu tempuh kelulusan menjadi jauh lebih lama, dan tentu saja biaya kuliah yang harus dikeluarkan membengkak sangat besar jika dibandingkan dengan mengambil double major biasa.

Bukti Riset Keuntungan Mengambil Dua Jurusan Sekaligus

Apakah mengambil dua jurusan sekaligus benar benar terbukti ampuh menyelamatkan karier seseorang. Berbagai riset akademis dan pakar karier ternyata memberikan lampu hijau. Sebuah studi bergengsi yang dilakukan oleh NBER pada tahun 2024 menemukan fakta menarik bahwa lulusan double major memiliki risiko menjadi pengangguran yang jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya mengambil satu jurusan.

Studi NBER tersebut juga menemukan bukti ketahanan finansial yang luar biasa. Saat terjadi guncangan ekonomi atau krisis di pasar kerja, lulusan dengan satu jurusan berpotensi kehilangan pendapatan sebesar satu dolar, sementara lulusan double major hanya kehilangan sekitar 44 sen saja. Amanda Augustine, seorang pakar karier ternama dunia, memperkuat temuan ini dengan menyatakan bahwa mengambil dua jurusan sekaligus akan membuat profil seorang kandidat menjadi jauh lebih fleksibel, tangguh, dan sangat adaptif dalam merespons berbagai perubahan ekstrem di pasar kerja modern.

Sisi Gelap dan Tantangan Berat di Balik Gelar Ganda

Di balik segala kemegahan dan janji manis peluang kerja lintas industri yang ditawarkan, program double major juga memiliki sisi gelap dan kekurangan yang harus dipertimbangkan secara sangat matang. Keuntungan utamanya memang membuat kombinasi keahlian Anda menjadi sangat unik dan membuka pintu peluang kerja di berbagai sektor industri yang lebih luas. Namun Anda harus bersiap menghadapi minusnya, yaitu beban jadwal kuliah yang sangat berat dan menyita waktu istirahat.

Mahasiswa yang mengambil dua jurusan akan sering kali kesulitan mengatur waktu antara mengerjakan tugas, mengikuti organisasi kampus, hingga bersosialisasi. Risiko mengalami stres akademik atau burnout sangatlah tinggi. Beban SKS yang menumpuk juga bisa membuat jadwal kelulusan Anda menjadi tertunda lebih lama dari target awal. Seorang pakar pendidikan bernama Profesor Drew Hanks secara tegas mengingatkan bahwa para akademisi tidak menyarankan semua orang untuk ikut ikutan mengambil program double major. Beliau menekankan bahwa biaya energi, waktu, dan uang yang harus dibayar tidaklah kecil, sehingga mahasiswa harus benar benar mengukur kemampuan diri sendiri sebelum mengambil keputusan besar ini.

Pandangan HRD Tentang Alternatif Pengganti Double Major

Bagi Anda yang merasa tidak sanggup secara waktu maupun biaya finansial untuk mengambil program double major, Anda tidak perlu merasa berkecil hati atau putus asa. Dari sudut pandang para praktisi Human Resources Department atau HRD, jumlah jurusan yang tertulis di dalam ijazah bukanlah satu satunya jaminan sakti untuk diterima kerja. Para perekrut di era modern ini justru jauh lebih mencari kandidat yang memiliki keterampilan nyata, pengalaman kerja lapangan, dan kesiapan mental untuk langsung terjun bekerja.

Jika Anda hanya mengambil satu jurusan reguler atau single major, Anda bisa menutupi kekurangan tersebut dengan memperkaya profil Anda melalui kegiatan di luar kelas. Memperbanyak pengalaman magang di perusahaan bonafide, mengambil sertifikasi keahlian khusus yang diakui industri, mengerjakan proyek portofolio mandiri, hingga mengasah kemampuan soft skill seperti kepemimpinan dan komunikasi sering kali menjadi penentu utama seorang kandidat lolos sesi wawancara. Jangan pernah lupakan juga kekuatan membangun relasi dan koneksi, karena faktanya di lapangan, banyak sekali peluang karier cemerlang yang datang dari jalur rekomendasi dan jaringan profesional yang kuat.

Kesimpulannya, dunia kerja saat ini memang sedang berada dalam fase yang sangat keras dan penuh paradoks. Di satu sisi, jutaan pencari kerja merasa sangat kesulitan menemukan perusahaan yang mau menerima mereka. Namun di sisi lain, banyak perusahaan yang juga merasa sangat kewalahan mencari kandidat karyawan yang benar benar pas dan memenuhi kualifikasi standar mereka. Peluang menuju kesuksesan karier akan selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang mau terus belajar dan beradaptasi dengan cepat. Pada akhirnya, entah Anda lulusan single major, lulusan double major, atau seseorang yang sedang mencari arah karier baru, dunia kerja tidak memprioritaskan siapa yang memiliki gelar paling banyak, melainkan mencari siapa yang paling siap bekerja keras dan paling mahir berkolaborasi dalam sebuah tim nyata.

Logo Radio
🔴 Radio Live