Ceritra
Ceritra Warga

Fakta Medis Daging Tumbuh di Kulit Penyebab dan Cara Aman Mengatasinya

Nisrina - Wednesday, 25 February 2026 | 05:45 AM

Background
Fakta Medis Daging Tumbuh di Kulit Penyebab dan Cara Aman Mengatasinya
Ilustrasi (Freepik/Freepik)

Menemukan benjolan aneh atau daging berlebih yang tiba tiba muncul di permukaan kulit sering kali membuat banyak orang merasa panik dan khawatir. Pikiran kita mungkin akan langsung membayangkan berbagai kondisi medis yang menakutkan seperti tumor atau kanker kulit. Namun tahukah Anda bahwa sebagian besar benjolan lunak tersebut sebenarnya merupakan kondisi medis yang sangat umum dan sama sekali tidak berbahaya. Dalam dunia medis, fenomena ini sering dikenal dengan sebutan skin tag.

Kemunculan daging tumbuh ini memang bisa sangat mengganggu penampilan terutama jika posisinya berada di area tubuh yang mudah terlihat oleh orang lain. Selain alasan estetika, daging berlebih ini juga kerap menimbulkan rasa tidak nyaman apabila terus menerus bergesekan dengan pakaian atau perhiasan yang kita kenakan setiap hari. Agar Anda tidak lagi merasa cemas berlebihan, mari kita bahas secara tuntas dan mendalam mengenai apa sebenarnya daging tumbuh itu, apa saja faktor yang menjadi pemicunya, serta bagaimana cara paling aman secara medis untuk menghilangkannya dari kulit Anda.

Mengenal Apa Itu Daging Tumbuh atau Skin Tag

Daging tumbuh atau yang dalam istilah medis resmi disebut sebagai akrokordon adalah sebuah pertumbuhan jaringan kulit jinak yang sama sekali tidak bersifat kanker. Kondisi ini sangat wajar terjadi dan diperkirakan dialami oleh hampir separuh dari total populasi orang dewasa di seluruh dunia pada suatu titik dalam kehidupan mereka. Daging ini terbentuk dari pembuluh darah dan serat kolagen yang terbungkus rapi oleh lapisan kulit terluar atau epidermis.

Karakteristik visual dari daging tumbuh ini sangat khas sehingga cukup mudah untuk dibedakan dari jenis masalah kulit lainnya seperti kutil atau tahi lalat. Secara fisik daging tumbuh memiliki tekstur yang sangat lunak dan kenyal saat disentuh. Ukurannya bisa sangat bervariasi mulai dari sekecil kepala jarum pentul yakni sekitar dua milimeter hingga ada yang bisa membesar mencapai ukuran buah anggur berdiameter lima sentimeter. Warnanya pun umumnya menyerupai warna asli kulit penderitanya, namun pada beberapa kasus bisa terlihat sedikit lebih gelap atau kecokelatan.

Lokasi Favorit Kemunculan Daging Tumbuh di Tubuh

Satu hal unik yang perlu Anda perhatikan adalah bentuk daging tumbuh ini biasanya menggantung pada kulit dan menempel melalui sebuah batang atau tangkai yang sangat kecil. Tangkai inilah yang membuatnya mudah bergerak saat tersentuh. Karena bentuknya yang menonjol keluar, daging tumbuh sangat sering ditemukan di area area tubuh yang memiliki lipatan kulit.

Area lipatan ini merupakan tempat di mana kulit sering bergesekan secara intens baik itu gesekan antara kulit dengan kulit maupun gesekan antara kulit dengan bahan pakaian. Beberapa lokasi favorit kemunculan skin tag antara lain adalah area lipatan leher, ketiak, bagian bawah payudara, lipatan paha atau selangkangan, dan bahkan bisa muncul di area kelopak mata. Walaupun sering kali muncul di area lipatan, tidak menutup kemungkinan daging tumbuh ini bisa muncul menyebar di bagian tubuh lainnya seperti punggung atau perut bagian bawah.

Berbagai Faktor Utama Pemicu Munculnya Daging Tumbuh

Hingga detik ini para ahli dermatologi belum bisa memastikan satu penyebab tunggal yang mutlak memicu terbentuknya akrokordon. Namun dari berbagai penelitian medis klinis, terdapat beberapa faktor risiko utama yang secara signifikan membuat seseorang jauh lebih rentan mengalami kondisi daging tumbuh ini.

Faktor yang pertama dan paling sering disepakati oleh dunia medis adalah faktor gesekan yang terus menerus. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, gesekan kronis pada kulit merangsang pertumbuhan sel kulit yang berlebih di area tersebut. Faktor kedua adalah faktor pertambahan usia. Risiko kemunculan daging tumbuh ini akan meningkat secara drastis seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi ini jauh lebih sering ditemukan pada orang orang yang sudah memasuki usia paruh baya atau lansia dibandingkan pada anak anak atau remaja.

Faktor ketiga berkaitan erat dengan kondisi berat badan berlebih atau obesitas. Orang dengan berat badan berlebih cenderung memiliki lebih banyak area lipatan kulit yang tentunya akan meningkatkan potensi terjadinya gesekan. Selain itu obesitas juga sering dikaitkan dengan resistensi insulin yang menjadi faktor keempat. Perubahan kadar insulin dalam darah pada penderita diabetes tipe dua diyakini ikut merangsang pertumbuhan sel sel kulit secara abnormal. Faktor kelima adalah perubahan hormon yang drastis, misalnya fluktuasi hormon yang terjadi pada wanita saat masa kehamilan. Dan faktor yang terakhir adalah faktor genetik atau keturunan, di mana jika ada anggota keluarga Anda yang memiliki banyak daging tumbuh, maka Anda pun memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk mengalaminya.

Apakah Daging Tumbuh Berbahaya Bagi Kesehatan

Pertanyaan ini adalah hal yang paling sering ditanyakan oleh pasien saat pertama kali datang ke klinik kulit. Jawaban singkatnya adalah tidak. Daging tumbuh merupakan tumor jinak yang tidak akan pernah berubah menjadi tumor ganas atau kanker kulit ganas seperti melanoma. Keberadaannya di permukaan kulit sama sekali tidak mengancam nyawa.

Secara umum daging tumbuh tidak akan menimbulkan rasa sakit sedikit pun. Sensasi nyeri atau perih biasanya baru akan muncul jika daging tumbuh tersebut tanpa sengaja terpelintir pada bagian tangkainya, tersangkut pada kalung, atau berulang kali tergesek oleh kerah baju yang ketat. Gesekan paksa ini bisa menyebabkan iritasi kemerahan hingga memicu pendarahan ringan. Jika sudah meradang, daging tumbuh bisa berubah warna menjadi kehitaman karena pasokan darahnya terhenti. Dalam kondisi meradang inilah daging tumbuh baru akan terasa sangat mengganggu aktivitas sehari hari.

Tindakan Medis yang Tepat untuk Menghilangkan Daging Tumbuh

Karena sifatnya yang tidak berbahaya, daging tumbuh sebenarnya tidak memerlukan pengobatan medis apa pun jika tidak menimbulkan keluhan. Namun apabila ukurannya semakin membesar, posisinya mengganggu pandangan seperti di kelopak mata, atau semata mata karena alasan kosmetik untuk menunjang rasa percaya diri, Anda bisa memilih opsi untuk menghilangkannya. Sangat disarankan untuk mendatangi dokter kulit agar tindakan pengangkatan bisa dilakukan dengan protokol kebersihan dan keamanan yang terjamin. Dokter biasanya akan menawarkan beberapa metode medis berikut ini.

1. Bedah Eksisi atau Pemotongan Langsung

Ini adalah metode paling tradisional namun sangat efektif. Dokter akan mensterilkan area kulit dan memberikan obat bius lokal agar Anda tidak merasakan sakit. Setelah itu dokter akan memotong pangkal daging tumbuh menggunakan gunting bedah khusus atau pisau bedah yang sangat tajam. Proses ini berlangsung sangat cepat dan efektif untuk daging tumbuh yang ukurannya cukup besar.

2. Kriosurgeri atau Bedah Beku

Metode ini menggunakan cairan nitrogen bersuhu sangat dingin yang disemprotkan langsung atau dioleskan menggunakan kapas ke area daging tumbuh. Suhu ekstrem ini akan membekukan sel sel daging tumbuh dan menghancurkan jaringan di dalamnya. Setelah beberapa hari, daging tumbuh tersebut akan mengering, mati, dan akhirnya terlepas sendiri dari kulit tanpa meninggalkan bekas luka yang mencolok.

3. Kauterisasi atau Elektrosurgeri

Cara ini melibatkan penggunaan arus listrik bertegangan rendah yang disalurkan melalui sebuah alat khusus mirip jarum. Energi panas yang dihasilkan dari aliran listrik tersebut akan membakar jaringan daging tumbuh sekaligus menutup pembuluh darah di sekitarnya. Keuntungan utama dari metode ini adalah risiko pendarahannya sangat minim karena pembuluh darah langsung tertutup oleh efek panas.

4. Ligasi atau Pengikatan

Untuk daging tumbuh dengan tangkai yang sangat jelas, dokter mungkin akan menggunakan benang bedah steril untuk mengikat kuat bagian pangkal tangkainya. Ikatan ini bertujuan untuk memutus aliran darah yang menyuplai nutrisi ke daging tumbuh tersebut. Tanpa adanya pasokan darah, daging tumbuh perlahan akan menyusut, mengering, dan lepas dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari hingga satu minggu.

Bahaya Laten Menghilangkan Daging Tumbuh Sendiri di Rumah

Di era informasi digital saat ini, sangat mudah menemukan berbagai macam tutorial atau artikel di internet yang membagikan trik cara memotong daging tumbuh sendiri di rumah menggunakan gunting kuku, silet, atau mengikatnya dengan benang jahit biasa. Anda harus menyadari bahwa tindakan nekat tersebut sangat tidak disarankan dan menyimpan risiko bahaya yang sangat tinggi.

Alat alat rumah tangga seperti gunting kuku tidak pernah benar benar steril meskipun sudah dicuci dengan sabun. Melukai kulit menggunakan alat yang tidak steril adalah jalan tol bagi bakteri untuk masuk dan memicu infeksi parah bernanah. Selain itu Anda juga tidak memiliki obat bius lokal sehingga proses pemotongan paksa akan terasa sangat menyakitkan. Risiko pendarahan hebat juga sangat mungkin terjadi terutama jika daging tumbuh tersebut ternyata memiliki suplai pembuluh darah yang cukup besar di bagian tangkainya.

Alih alih mendapatkan kulit yang mulus, tindakan coba coba di rumah justru sering kali berakhir di ruang gawat darurat dengan kondisi luka yang meradang dan biaya pengobatan yang membengkak. Oleh karena itu selalu serahkan urusan penanganan jaringan kulit abnormal ini kepada para ahli medis profesional yang memang telah menempuh pendidikan bertahun tahun di bidang dermatologi.

Logo Radio
🔴 Radio Live