Mengupas Mitos Air Dingin Atasi Penyakit Jantung
Nisrina - Wednesday, 25 February 2026 | 07:15 AM


Di tengah cuaca panas yang terik dan menyengat, meneguk segelas air es dingin tentu terasa sangat menyegarkan dahaga. Kebiasaan minum air dingin ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat kita sehari-hari. Namun seiring dengan pesatnya kemudahan akses informasi saat ini, sering kali beredar pesan berantai atau mitos kesehatan di media sosial yang cukup membingungkan. Salah satu kabar yang belakangan ini banyak diperbincangkan adalah klaim yang menyebutkan bahwa air dingin bisa menjadi terapi ampuh untuk mengatasi masalah penyakit jantung.
Mendengar informasi semacam itu, tentu banyak orang yang sedang putus asa mencari kesembuhan langsung percaya dan mempraktikkannya tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu. Penyakit jantung koroner memang masih menjadi salah satu momok menakutkan dan penyebab kematian tertinggi di dunia, sehingga segala macam informasi pengobatan alternatif selalu laris manis dikonsumsi publik.
Lalu, bagaimana pandangan dunia medis mengenai fenomena ini. Apakah mengonsumsi air es benar-benar memberikan efek penyembuhan atau justru membawa malapetaka tersembunyi bagi kesehatan kardiovaskular kita. Mari kita bedah mitos dan fakta medisnya secara tuntas dan mendalam agar Anda tidak salah langkah dalam menjaga kesehatan organ vital ini.
Meluruskan Mitos Terapi Air Dingin untuk Jantung
Banyak orang berasumsi bahwa suhu dingin dari air es dapat memberikan efek kejut yang menyehatkan bagi kerja otot jantung dan melancarkan sumbatan. Sayangnya, asumsi ini sepenuhnya adalah mitos belaka yang sama sekali tidak memiliki landasan bukti medis. Para ahli kardiologi dan dokter spesialis jantung dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada kaitan langsung antara mengonsumsi air dingin dengan penyembuhan atau perbaikan kondisi penyakit jantung koroner.
Penyumbatan pembuluh darah di jantung murni terjadi karena adanya penumpukan plak kolesterol, kalsium, dan sel radang selama bertahun-tahun lamanya, bukan karena urusan suhu cairan yang masuk ke lambung. Jadi, meminum air dingin bervolume besar dengan harapan bisa membuka sumbatan pembuluh darah arteri adalah sebuah tindakan yang sia-sia. Terapi penyembuhan jantung hanya bisa dilakukan melalui intervensi medis yang jelas dan terukur, mulai dari konsumsi obat-obatan resep dokter secara rutin hingga tindakan operasi seperti pemasangan ring atau bedah bypass.
Bahaya Vasospasme Pembuluh Darah Mendadak
Alih-alih menyembuhkan, kebiasaan meminum air bersuhu sangat rendah justru menyimpan ancaman bahaya, terutama bagi mereka yang memang sudah memiliki riwayat gangguan kardiovaskular. Menurut para pakar kesehatan, paparan suhu dingin yang ekstrem dan masuk secara tiba-tiba ke dalam pencernaan dapat memicu terjadinya vasospasme.
Vasospasme adalah kondisi medis di mana pembuluh darah arteri mengalami penyempitan secara mendadak akibat kejang otot pada dinding pembuluh darah. Ketika Anda menenggak air es dalam jumlah banyak secara cepat, pembuluh darah akan merespons suhu dingin tersebut dengan menyempit secara otomatis untuk menjaga suhu inti tubuh. Bagi orang sehat hal ini mungkin tidak terlalu bermasalah. Namun bagi pasien yang dinding pembuluh darahnya sudah dipenuhi tumpukan plak kolesterol, penyempitan mendadak ini akan semakin menghambat aliran darah. Akibat fatalnya, suplai oksigen ke otot jantung bisa terhenti total dan justru sangat berisiko memicu serangan jantung secara mendadak.
Ancaman Aritmia dan Gangguan Irama Jantung
Selain risiko penyempitan pembuluh darah arteri, sensasi dingin yang ekstrem juga memiliki pengaruh langsung terhadap sistem saraf tepi di dalam anatomi tubuh kita. Di bagian belakang kerongkongan manusia terdapat sebuah saraf penting yang disebut saraf vagus. Saraf ini berfungsi untuk mengontrol berbagai sistem tubuh secara otomatis, salah satunya adalah mengatur laju dan irama detak jantung.
Ketika air es mengalir melewati kerongkongan secara tiba-tiba, suhu dingin tersebut dapat merangsang kinerja saraf vagus secara berlebihan. Saraf ini kemudian merespons rangsangan dengan cara menurunkan ritme detak jantung sesaat secara instan. Kondisi fluktuasi detak jantung inilah yang sangat berbahaya bagi pasien penderita masalah jantung bawaan. Stimulasi dingin berlebihan ini diketahui dapat memicu aritmia atau gangguan irama jantung yang berdetak tidak beraturan. Oleh karena alasan medis inilah, pasien penyakit jantung selalu diwanti-wanti oleh dokter spesialis agar sangat berhati-hati terhadap asupan suhu makanan dan minuman mereka.
Membongkar Mitos Lemak Membeku di Saluran Cerna
Sebagai tambahan edukasi, ada juga mitos berlawanan yang tidak kalah populer dan sering membuat panik. Banyak pesan berantai di grup obrolan keluarga yang menakut-nakuti masyarakat dengan klaim bahwa minum air es tepat setelah menyantap makanan berlemak akan membuat lemak tersebut membeku di dalam usus, kemudian masuk menyumbat jantung. Ini juga merupakan disinformasi klasik yang harus segera diluruskan.
Tubuh manusia diciptakan dengan sistem termoregulasi yang sangat cerdas dan canggih. Berapa pun suhu air yang Anda teguk, baik itu sangat dingin maupun sangat panas, tubuh akan segera menetralisir dan menyesuaikannya menjadi suhu normal internal yang berkisar di angka 37 derajat Celcius begitu cairan tersebut tiba di lambung. Jadi, tidak ada cerita ilmiah di mana lemak dari kuah kaldu sapi membeku menjadi bongkahan es di dalam saluran darah hanya karena Anda meminum segelas es teh manis. Penyebab utama pembentukan plak koroner bukanlah suhu dari minuman Anda, melainkan tingginya kandungan lemak jenuh, gula buatan, dan kolesterol jahat di dalam menu makanan tersebut.
Fokus Utama Mencegah dan Mengatasi Penyakit Kardiovaskular
Setelah memahami secara ilmiah bahwa air dingin sama sekali tidak bisa menyembuhkan dan justru berisiko tinggi bagi pasien jantung, lalu apa langkah nyata yang harus kita lakukan. Dunia medis selalu menekankan bahwa kunci utama menjaga kesehatan sistem kardiovaskular adalah dengan mengendalikan dan memantau tiga faktor risiko utama, yaitu tekanan darah tinggi, kadar gula darah harian, dan angka kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh.
Mau sebanyak apa pun jenis ramuan air ajaib yang Anda minum, jika Anda masih gemar begadang hingga larut malam, merokok aktif, malas berolahraga fisik, dan tidak mau berhenti menyantap makanan cepat saji tinggi garam, maka angka risiko penyakit jantung Anda tidak akan pernah turun. Bahkan bagi pasien yang sudah sukses menjalani prosedur medis pemasangan ring jantung, mengubah pola hidup menjadi jauh lebih sehat adalah sebuah komitmen seumur hidup. Jika gaya hidup urakan tetap dipertahankan, pembuluh darah di area sekitar ring tersebut sangat bisa kembali mengalami penyempitan yang jauh lebih mematikan.
Bijak Mengatur Hidrasi Air Minum Harian
Lalu muncul pertanyaan baru, apakah kita sebagai orang awam harus berhenti total mengonsumsi minuman dingin. Tentu saja tidak perlu seekstrem itu. Bagi individu yang sepenuhnya sehat, rutin berolahraga, dan memiliki metabolisme normal, minum segelas air dingin di tengah cuaca panas adalah hal yang sangat aman dan justru direkomendasikan untuk mencegah dehidrasi parah atau heat stroke. Air dingin bahkan cukup dianjurkan untuk dikonsumsi setelah melakukan sesi olahraga kardio yang intens agar suhu inti tubuh bisa lebih cepat menurun ke batas normal yang aman.
Namun, bagi Anda yang sudah memasuki usia rawan, memiliki riwayat hipertensi, riwayat kolesterol tidak terkontrol, masalah irama jantung, atau sekadar memiliki sistem pencernaan dan gigi yang sangat sensitif, mengonsumsi air minum bersuhu ruang atau air hangat jauh lebih bersahabat dan minim risiko. Air hangat secara alami terbukti dapat membantu melancarkan sistem pencernaan lambung, membantu melebarkan pembuluh darah dengan aman, serta memberikan sensasi relaksasi yang sangat baik untuk meredakan ketegangan otot tubuh.
Kesehatan organ jantung kita merupakan aset paling berharga dan sebuah bentuk investasi jangka panjang yang tidak bisa diselamatkan hanya melalui cara-cara instan atau mitos online yang sama sekali tidak berdasar. Mulai sekarang, jadilah konsumen informasi yang cerdas, selalu periksa fakta medis langsung dari dokter spesialis, dan jangan pernah ragu untuk memeriksakan kondisi kardiovaskular Anda secara rutin ke rumah sakit terdekat.
Next News

Bibir Pink Alami Tanpa Lip Tint: Rahasia Air Mawar yang Sering Terlupakan
in 3 hours

Bibir Gradakan? Coba 3 Resep Lip Scrub Alami Ini Biar Senyummu Kembali Pink Merona!
in 4 hours

Trik Cegah Kontaminasi Bau Makanan di Kulkas
in 5 hours

Alasan Medis di Balik Hidung yang Tiba-Tiba Super Sensitif
in 7 hours

Kenapa Bibir Tetap Kering Meski Sudah Pakai Lip Balm?
in 6 hours

Rahasia Mendalam Mengapa Tari Jawa Tidak Pernah Lepas dari Gamelan
in 5 hours

Mengenal Karakteristik Wajan Teflon Stainless Steel dan Cast Iron
in 4 hours

Memahami Makna dan Tujuan Puasa Ramadan untuk Meraih Ketakwaan
in 3 hours

Fakta Medis Daging Tumbuh di Kulit Penyebab dan Cara Aman Mengatasinya
in 2 hours

Bye Hidung Mampet! 7 Cara Tidur Nyenyak Meski Sedang Flu
8 hours ago






