Ceritra
Ceritra Warga

Mengenal Karakteristik Wajan Teflon Stainless Steel dan Cast Iron

Nisrina - Wednesday, 25 February 2026 | 07:47 AM

Background
Mengenal Karakteristik Wajan Teflon Stainless Steel dan Cast Iron
Ilustrasi memasak menggunakan stainless steel (Pexels/cottonbro studio)

Memasuki area dapur dan melihat berbagai macam peralatan masak sering kali membuat kita merasa kebingungan, terutama saat harus memilih wajan atau wajan datar (pan) yang tepat. Bagi mereka yang baru mulai belajar memasak hingga mereka yang sudah berpengalaman, wajan adalah salah satu investasi alat dapur yang paling krusial. Memilih alat masak yang salah tidak hanya akan merusak bahan makanan yang harganya mahal, tetapi juga bisa membuat proses memasak menjadi sebuah pengalaman yang membuat frustrasi.

Di pasaran saat ini, terdapat tiga jenis material wajan yang paling mendominasi dan sering menjadi perdebatan, yaitu material berlapis Teflon, baja nirkarat atau Stainless Steel, serta besi cor atau Cast Iron. Ketiganya memiliki karakteristik, kelebihan, kekurangan, serta fungsi spesifik yang sangat berbeda satu sama lain. Memahami perbedaan mendasar dari ketiga material ini adalah kunci utama agar Anda bisa memasak dengan lebih efisien, lezat, dan aman bagi kesehatan keluarga di rumah. Mari kita bahas secara tuntas dan mendalam mengenai ketiga jenis wajan ini agar Anda tidak salah beli.

Wajan Teflon Si Praktis Anti Lengket untuk Pemula

Wajan berlapis politetrafluoroetilena (PTFE) atau yang lebih populer dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan merek dagang Teflon adalah penguasa dapur rumah tangga modern. Ciri khas utama dari wajan ini adalah permukaannya yang sangat licin dan berwarna hitam pekat. Wajan ini dirancang khusus untuk memberikan kemudahan tingkat tinggi bagi para penggunanya.

Keunggulan paling mutlak dari wajan Teflon adalah sifatnya yang anti lengket. Anda bisa menggoreng telur mata sapi, membuat dadar, hingga membalik pancake dengan sangat mulus meskipun hanya menggunakan beberapa tetes minyak goreng atau mentega. Hal ini tentu menjadikannya pilihan favorit bagi mereka yang sedang menjalani program diet rendah lemak. Proses mencucinya pun sangat mudah karena sisa makanan jarang sekali yang menempel kerak di permukaannya.

Namun di balik kemudahan tersebut, wajan anti lengket ini menuntut perlakuan yang sangat ekstra lembut. Lapisan anti lengketnya sangat rapuh dan mudah tergores. Anda pantang menggunakan spatula berbahan logam karena ujungnya yang tajam akan langsung merobek lapisan kimia tersebut. Jika lapisan ini tergores dan mengelupas, zat kimianya bisa bercampur ke dalam makanan dan wajan tersebut sudah tidak aman lagi untuk digunakan. Selain itu wajan Teflon tidak dirancang untuk menahan suhu api yang sangat tinggi, sehingga kurang cocok digunakan untuk menumis daging hingga kecokelatan.

Stainless Steel Jagoan Serbaguna Ala Koki Profesional

Jika Anda sering menonton program memasak di televisi, Anda pasti menyadari bahwa sebagian besar koki profesional selalu menggunakan wajan berwarna perak mengkilap. Wajan tersebut terbuat dari bahan Stainless Steel. Berbeda seratus persen dengan Teflon, wajan jenis ini sama sekali tidak memiliki lapisan kimia anti lengket tambahan di permukaannya.

Daya tarik utama dari Stainless Steel adalah ketangguhannya yang luar biasa. Wajan ini tahan banting, tidak mudah berkarat, dan tidak memiliki lapisan yang bisa mengelupas seiring berjalannya waktu. Wajan ini mampu menahan paparan suhu api yang sangat panas, menjadikannya senjata paling ideal untuk menumis potongan daging ayam atau sapi (searing) hingga mendapatkan tekstur karamelisasi kecokelatan yang kaya akan rasa. Sisa sisa kaldu daging yang menempel di dasar wajan kemudian bisa dilarutkan dengan air kaldu atau cairan lain untuk membuat saus siraman yang sangat lezat (proses deglazing). Material ini juga tidak reaktif terhadap bahan makanan asam seperti saus tomat atau perasan lemon.

Tantangan terbesar menggunakan Stainless Steel bagi pemula adalah risiko makanan yang lengket. Karena tidak ada lapisan khusus, protein pada daging atau telur akan langsung menempel kuat jika suhu wajan belum benar benar panas saat bahan makanan dimasukkan. Pengguna harus mempelajari teknik memanaskan wajan yang tepat sebelum menuangkan minyak agar wajan ini bisa beroperasi layaknya wajan anti lengket. Membersihkan noda gosong di wajan ini juga membutuhkan sedikit tenaga ekstra.

Cast Iron atau Besi Cor Investasi Dapur Seumur Hidup

Beranjak ke kategori kelas berat, kita memiliki wajan Cast Iron atau wajan besi cor. Sesuai dengan namanya, wajan ini terbuat dari cetakan besi murni yang sangat tebal, kokoh, dan berbobot sangat berat. Wajan ini adalah alat masak klasik yang sudah digunakan sejak ratusan tahun lalu dan terkenal karena keawetannya yang bisa diwariskan dari generasi ke generasi.

Keajaiban sejati dari Cast Iron terletak pada kemampuannya dalam menyerap dan menahan panas secara konstan. Begitu wajan ini mencapai suhu panas maksimal, suhunya tidak akan mudah turun meskipun Anda memasukkan sepotong daging steak berukuran besar yang dingin. Kemampuan menahan panas inilah yang membuat masakan matang lebih merata dan menghasilkan kerak daging panggang yang sempurna. Selain digunakan di atas kompor, wajan besi cor juga aman untuk dimasukkan langsung ke dalam oven untuk memanggang roti atau hidangan lainnya. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa memasak dengan wajan ini bisa menambah sedikit asupan zat besi ke dalam makanan kita.

Akan tetapi, memiliki wajan Cast Iron ibarat merawat sebuah benda pusaka. Wajan ini memiliki musuh utama yaitu air dan kelembapan yang bisa menyebabkan karat dalam semalam. Untuk mencegah karat dan menciptakan lapisan anti lengket alami, wajan ini membutuhkan proses perawatan rutin yang disebut "seasoning". Proses ini melibatkan pengolesan minyak tipis di seluruh permukaan wajan lalu dipanaskan agar minyak tersebut meresap ke dalam pori pori besi. Pengguna juga disarankan untuk tidak memasak bahan makanan yang sangat asam dalam durasi lama di wajan yang baru dibeli karena asam dapat merusak lapisan seasoning pelindung tersebut.

Panduan Memilih Sesuai Kebutuhan Masak Harian

Setelah memahami karakteristik ketiganya, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan dengan rutinitas dapur Anda. Tidak ada satu wajan yang sempurna untuk semua jenis masakan. Jika anggaran dan ruang penyimpanan memungkinkan, memiliki setidaknya satu dari masing masing jenis adalah kondisi yang paling ideal.

Gunakan wajan Teflon di pagi hari saat Anda terburu buru dan ingin memasak sarapan ringan seperti telur, menumis sayuran lunak, atau memanaskan makanan matang dengan cepat. Simpan wajan Stainless Steel untuk tugas memasak harian yang lebih berat seperti menumis bumbu dasar, membuat hidangan berkuah kental, membuat saus pasta, atau memasak bahan makanan yang sifatnya asam. Terakhir, jadikan wajan Cast Iron sebagai senjata andalan Anda saat akhir pekan tiba untuk memanggang steak daging berkualitas tinggi, membakar ayam utuh, atau mencoba resep kue panggang di dalam oven.

Dengan mengenali sifat bahan alat masak yang Anda miliki, Anda tidak hanya memperpanjang usia pakai peralatan dapur tersebut tetapi juga memastikan setiap hidangan yang disajikan memiliki tingkat kematangan dan kualitas rasa yang paling optimal.

Logo Radio
🔴 Radio Live