Ceritra
Ceritra Kota

Pesona Wisata Pacitan Surga Karst dan Pantai Eksotis

Nisrina - Friday, 20 February 2026 | 12:15 PM

Background
Pesona Wisata Pacitan Surga Karst dan Pantai Eksotis
Pantai Klayar sebagai salah satu spot destinasi wisatawan di Pacitan. (indonesiakaya.com/)

Tepat pada tanggal 19 Februari 2026 Kabupaten Pacitan merayakan hari ulang tahunnya yang ke 281. Usia yang semakin matang ini membawa Pacitan tampil sebagai salah satu primadona pariwisata unggulan di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia ini menyimpan mahakarya alam yang sangat luar biasa dan sulit ditemukan di daerah lain. Pacitan bukan sekadar kota kecil biasa melainkan sebuah surga tersembunyi yang menawarkan kombinasi sempurna antara eksotisme perut bumi dan birunya lautan lepas.

Bagi para pelancong sejati nama Pacitan selalu berhasil membangkitkan rasa penasaran. Bagaimana tidak daerah ini dianugerahi bentang alam yang sangat kontras namun saling melengkapi. Di satu sisi Anda akan disuguhi gugusan pegunungan kapur yang megah sementara di sisi lain Anda akan disambut oleh deburan ombak pantai selatan yang menantang. Kekayaan alam inilah yang membuat perayaan HUT ke 281 Pacitan menjadi momen yang sangat tepat untuk kembali mengeksplorasi setiap sudut keindahannya.

Artikel ini akan membawa Anda menyelami lebih dalam mengapa Pacitan dijuluki sebagai Kota Seribu Goa membedah keindahan garis pantainya yang membentang puluhan mil merangkum destinasi wisata paling favorit berdasarkan data kunjungan resmi hingga mengajak Anda mencicipi ragam kuliner khas pesisir yang menggugah selera. Mari kita mulai perjalanan virtual ini menuju surga wisata di selatan Jawa.

Menjelajahi Keajaiban Alam di Kota 1001 Goa

Secara geologis sebagian besar wilayah Kabupaten Pacitan berada di kawasan pegunungan batuan kapur atau yang lebih dikenal dengan sebutan topografi karst. Selama jutaan tahun aliran air bawah tanah mengikis batuan kapur ini secara perlahan dan membentuk rongga rongga raksasa di bawah permukaan bumi. Proses alamiah yang memakan waktu berabad abad inilah yang melahirkan julukan ikonik bagi Pacitan yaitu Kota 1001 Goa.

Setiap goa di Pacitan memiliki karakteristik dan keunikan yang sangat berbeda beda. Salah satu mahakarya alam yang paling terkenal hingga ke mancanegara adalah Goa Gong. Goa ini bahkan sering dinobatkan sebagai goa dengan pemandangan stalaktit dan stalagmit terindah di Asia Tenggara. Ketika Anda menyusuri lorong lorong Goa Gong Anda akan disuguhi formasi batuan kapur yang berkilauan terkena cahaya lampu buatan membentuk pilar pilar raksasa yang seolah menyangga langit langit goa.

Selain Goa Gong ada pula Goa Song Terus yang sarat akan nilai sejarah purbakala. Di goa ini para arkeolog banyak menemukan jejak kehidupan manusia prasejarah. Selanjutnya terdapat Goa Tabuhan yang sangat unik karena stalaktit di dalamnya bisa menghasilkan nada nada pentatonik layaknya alat musik gamelan ketika ditabuh dengan ritme tertentu. Tidak ketinggalan Goa Selo Arum yang menawarkan pesona ornamen batu kapur berwarna putih bersih dan memancarkan aroma khas alam yang menyegarkan. Menjelajahi kawasan karst Pacitan memberikan pengalaman spiritual sekaligus edukasi geologi yang sangat berharga.

Menikmati Surga Lautan Sepanjang 70 Mil Garis Pantai

Keindahan Pacitan tidak berhenti di bawah tanah saja. Ketika Anda keluar dari kawasan pegunungan kapur dan bergerak menuju arah selatan Anda akan disambut oleh hamparan laut biru yang membentang sangat luas. Pemerintah daerah setempat dengan bangga menyematkan semboyan 70 Miles of Sea Paradise atau 70 Mil Surga Lautan untuk menggambarkan betapa panjang dan indahnya garis pantai yang dimiliki oleh Pacitan dari ujung barat hingga ke timur.

Karakteristik pantai di Pacitan sangat dipengaruhi oleh kuatnya arus Samudra Hindia. Deretan pantai indah seperti Pantai Klayar menawarkan pesona ombak raksasa yang menghantam tebing karang dan menciptakan fenomena seruling samudra yaitu semburan air laut ke udara yang diiringi suara siulan alam. Pantai ini dikelilingi oleh pasir putih yang lembut dan tebing tebing karang yang menjulang tinggi menyerupai patung Sphinx di Mesir.

Bergerak ke pantai lainnya Anda akan menemukan Pantai Pangasan yang unik karena memiliki tebing batu karang raksasa yang berdiri kokoh di pinggir laut dan berbatasan langsung dengan area persawahan warga yang hijau. Ada pula Pantai Kasap yang sering dijuluki sebagai Raja Ampat nya Pacitan karena memiliki gugusan pulau pulau karang kecil yang tersebar di tengah laut biru. Bagi para pecinta olahraga selancar Pantai Watukarung dan Pantai Srau adalah destinasi wajib karena memiliki ombak berkelas dunia yang sering dijadikan lokasi kompetisi surfing internasional.

Destinasi Wisata Paling Ramai Dikunjungi Wisatawan

Pesona alam Pacitan terbukti mampu menarik ratusan ribu wisatawan setiap tahunnya. Berdasarkan rilis data resmi dari dokumen Kabupaten Pacitan dalam Angka Tahun 2025, yang mencatat jumlah kunjungan wisatawan domestik sepanjang tahun 2024 terdapat enam destinasi wisata yang menduduki peringkat teratas. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai enam lokasi favorit tersebut.

1. Pantai Klayar dengan 215.336 Kunjungan


Tidak mengejutkan jika Pantai Klayar menduduki posisi puncak sebagai primadona pariwisata Pacitan. Akses jalan yang sudah sangat baik fasilitas yang lengkap serta pesona fenomena seruling samudra membuat ratusan ribu orang rela datang jauh jauh untuk menyaksikan keindahannya secara langsung. Pantai ini sangat cocok untuk wisata keluarga maupun fotografi lanskap.

2. Pantai Teleng Ria dengan 173.333 Kunjungan


Berada sangat dekat dengan pusat kota Pacitan menjadikan Pantai Teleng Ria sebagai destinasi paling mudah diakses. Pantai ini memiliki garis pasir yang sangat panjang dan landai dengan ombak yang relatif lebih tenang karena terhalang oleh teluk. Hal ini membuat Pantai Teleng Ria menjadi lokasi favorit bagi keluarga yang ingin bermain air berenang atau sekadar menikmati hidangan seafood segar di pinggir pantai.

3. Sungai Maron dengan 133.256 Kunjungan


Destinasi yang satu ini menawarkan nuansa yang sangat berbeda. Sering dijuluki sebagai Sungai Amazon nya Pacitan Sungai Maron menyuguhkan pengalaman susur sungai menggunakan perahu sewaan. Air sungai yang berwarna hijau kebiruan sangat jernih dikelilingi oleh rimbunnya pohon kelapa dan pepohonan tropis di kiri kanan sungai. Perjalanan perahu ini akan bermuara di Pantai Ngiroboyo yang tak kalah cantiknya.

4. Pantai Watukarung dengan 111.536 Kunjungan


Selain menjadi surga bagi para peselancar profesional ombak barel di Pantai Watukarung juga menjadi daya tarik visual yang luar biasa bagi wisatawan biasa. Pasir putihnya yang bersih dan air laut yang berwarna toska membuat pantai ini sangat instagenik. Banyak penginapan dan vila bergaya tropis yang berdiri di sekitar pantai ini untuk memanjakan para pelancong yang ingin menginap.

5. Goa Gong dengan 91.548 Kunjungan


Sebagai ikon utama Kota 1001 Goa Goa Gong tetap menjadi magnet wisata yang tidak pernah sepi pengunjung. Lorong goa yang sudah dilengkapi dengan jalur pejalan kaki yang aman tangga pegangan yang kokoh serta sistem pencahayaan warna warni membuat wisata susur goa menjadi sangat nyaman dan aman bahkan bagi anak anak dan lansia.

6. Museum dan Galeri SBY Ani dengan 88.614 Kunjungan


Destinasi wisata edukasi dan sejarah ini menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Pacitan. Bangunan megah bercat putih ini didirikan untuk merekam perjalanan hidup dan rekam jejak pengabdian Presiden Republik Indonesia ke 6 yaitu Susilo Bambang Yudhoyono beserta almarhumah Ibu Ani Yudhoyono. Pengunjung bisa melihat berbagai koleksi seni lukisan karya Ibu Ani hingga diorama perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Surga Kuliner Tradisional dan Olahan Ikan Tuna

Puas menjelajahi alam dan sejarah perut Anda pastinya membutuhkan asupan energi. Berkunjung ke Pacitan tidak akan pernah lengkap tanpa mencicipi kelezatan kuliner khas daerahnya. Karena letaknya yang berada di daerah pegunungan kapur yang relatif kering dan berbatasan dengan laut hasil bumi dan tangkapan laut menjadi bahan baku utama kuliner lokal.

Makanan pokok tradisional yang paling legendaris adalah Nasi Tiwul. Terbuat dari singkong yang dikeringkan lalu ditumbuk halus nasi tiwul memiliki cita rasa manis gurih yang sangat khas dan tekstur yang pulen. Nasi tiwul ini sangat nikmat jika disajikan hangat bersama dengan urap sayur dan ikan asin bakar.

Selain tiwul ada juga Sego Godhong Jati yaitu nasi campur yang dibungkus menggunakan daun jati segar. Penggunaan daun jati ini memberikan aroma harum yang sangat khas pada nasi dan lauk pauk di dalamnya. Jangan lupa juga untuk mencoba Soto Pacitan yang memiliki kuah bening segar dengan taburan kacang tanah goreng dan seledri yang melimpah. Untuk camilan ringan Anda wajib mengunyah Jadah Bakar yang terbuat dari ketan gurih atau Punten yang dicocol dengan sambal terasi pedas.

Sebagai kota pesisir laut Pacitan memiliki komoditas unggulan berupa ikan tuna tangkapan segar. Masyarakat setempat sangat kreatif dalam mengolah ikan tuna menjadi berbagai hidangan lezat. Tahu Ikan Tuna adalah oleh oleh wajib yang harus Anda bawa pulang. Perpaduan tahu yang lembut dengan isian daging ikan tuna giling yang kenyal dan gurih dijamin akan membuat Anda ketagihan. Berbagai olahan tuna lainnya seperti otak otak tuna bakso tuna hingga abon tuna juga sangat mudah ditemukan di pusat oleh oleh setempat.

Perayaan HUT ke 281 Kabupaten Pacitan membuktikan bahwa daerah ini terus berbenah dan berkembang menjadi destinasi wisata kelas nasional. Harmoni antara pemerintah daerah yang terus membangun infrastruktur dan masyarakat yang menjaga kelestarian alam menjadikan Pacitan sebagai sebuah permata yang tak akan pernah pudar pesonanya. Rencanakan liburan Anda berikutnya ke Pacitan dan saksikan sendiri keindahan surga karst dan garis pantai yang menakjubkan ini.

Logo Radio
🔴 Radio Live