Berburu 4 Gudeg Legendaris di Yogyakarta
Refa - Saturday, 14 February 2026 | 06:00 AM


Yogyakarta di waktu subuh memiliki magis tersendiri. Saat udara masih dingin dan lampu jalan mulai meredup, aroma nangka muda yang dimasak berjam-jam mulai tercium dari sudut-sudut trotoar. Menikmati gudeg di waktu subuh bukan sekadar urusan perut, tapi tentang merasakan ritme kota yang perlahan terbangun.
Berikut adalah penelusuran jejak gudeg legendaris di Jogja yang sudah siap melayani perut lapar kamu sejak fajar menyingsing:
1. Gudeg Yu Djum (Pusat Wijilan)
Nama Yu Djum adalah institusi dalam dunia kuliner Yogyakarta. Meski kini memiliki banyak cabang, datang ke pusatnya di Wijilan saat pagi hari memberikan sensasi yang berbeda.
- Jam Buka: Mulai pukul 06.00 WIB.
- Karakter: Ini adalah tipe Gudeg Kering. Rasanya cenderung manis mantap dengan tekstur nangka yang tidak hancur. Kreceknya kenyal dan pedas tipis, sangat cocok bagi yang ingin membawa pulang sebagai oleh-oleh karena tidak mudah basi.
- Lokasi: Jalan Wijilan No. 167, Panembahan.
2. Gudeg Mbok Lindu (Gedong Tengen)
Banyak orang mengenal tempat ini dari dokumentasi Netflix, namun bagi warga lokal, ini adalah legenda yang melintasi zaman. Meski Mbah Lindu sudah tiada, resep dan suasananya tetap dipertahankan oleh anak-anaknya.
- Jam Buka: Mulai pukul 06.30 WIB.
- Karakter: Gudeg legendaris ini dimasak menggunakan tungku kayu bakar, memberikan aroma smoky yang khas. Lokasinya yang berada di pinggir jalan dekat Malioboro membuatnya menjadi jujugan utama para wisatawan yang baru turun dari kereta pagi.
- Lokasi: Jalan Sosrowijayan No. 41-43, Sosromenduran.
3. Gudeg Bromo Bu Tekluk
Jika dua tempat di atas adalah tipe sarapan, Gudeg Bromo adalah "pahlawan" bagi mereka yang bangun terlalu pagi atau tidur terlalu malam.
- Jam Buka: Mulai pukul 22.30 hingga habis (biasanya jam 05.00 atau 06.00 WIB).
- Karakter: Ini adalah jenis Gudeg Basah. Siraman areh (santan kental) dan kuahnya membuat nasi menjadi lembap dan gurih. Antreannya legendaris, jadi pastikan kamu datang sebelum jam 4 pagi jika tidak ingin kehabisan.
- Lokasi: Jl. Affandi No. 2-A, Santren, Caturtunggal.
4. Gudeg Permata Bu Narti
Salah satu gudeg basah tertua di Jogja yang tetap eksis menjaga kualitas rasanya sejak tahun 1951.
- Jam Buka: Pukul 20.00 hingga 07.00 WIB.
- Karakter: Terkenal dengan ayam kampungnya yang sangat empuk dan bumbunya yang meresap hingga ke tulang. Kuahnya lebih gurih dan sedikit pedas dari sambal goreng kreceknya, memberikan keseimbangan rasa agar tidak terlalu enek.
- Lokasi: Jalan Gajah Mada No. 2, Gunungketur (Dekat Bioskop Permata).
Tips Menikmati Gudeg Pagi Hari:
- Lesehan atau Kursi? Beberapa tempat menyediakan lesehan. Duduk bersila di trotoar pagi hari memberikan pengalaman "Jogja Banget" yang tak terlupakan.
- Tambah Ekstra Areh: Jika kamu suka rasa gurih yang meledak, jangan ragu meminta tambahan areh (santan kental putih) di atas gudegmu.
- Waspada Antrean: Di akhir pekan, gudeg-gudeg ini bisa habis sebelum pukul 08.00 pagi. Datanglah lebih awal dari jadwal sarapan biasamu.
Next News

6 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Wajib Masuk Bagasi Kamu
2 days ago

Rekomendasi Makan Malam Otentik di Simpang Lima Semarang bagi Pecinta Kuliner
a day ago

Jangan Salah Pilih Jalur! Inilah Perbedaan Medan Sembalun dan Senaru Gunung Rinjani
a day ago

Jangan Nekat! Inilah Waktu Paling Aman dan Magis untuk Summit Attack di Rinjani
a day ago

Lombok di Balik Pesisir: Menjelajahi 3 Desa Adat yang Menjaga Tradisi Murni Sasak
a day ago

3 Hidden Gem di Pantura yang Wajib Kamu Kunjungi
a day ago

Cara Menawar Barang Antik dengan Harga Lokal di Pasar Klithikan
2 days ago

Tradisi Sakral Klenteng Eng An Kiong Sambut Imlek 2026
2 days ago

5 Rekomendasi Pet-Friendly Cafe Terbaik di Surabaya
3 days ago

Menggali Makna Falsafah Olo Manin Aso Buen Sio Londo Warisan Luhur Masyarakat Paser
5 days ago






