Jangan Nekat! Inilah Waktu Paling Aman dan Magis untuk Summit Attack di Rinjani
Refa - Friday, 13 February 2026 | 04:00 PM


Mendaki Gunung Rinjani di tahun 2026 memerlukan perencanaan yang lebih presisi, terutama karena fenomena cuaca yang makin sulit ditebak dan sistem kuota pendakian yang semakin ketat. Sebagai salah satu gunung dengan jalur pendakian tercantik sekaligus terberat di Indonesia, pemilihan waktu akan menentukan apakah kamu akan mendapatkan pemandangan Samasura (Samudra Awan) yang legendaris atau justru terjebak badai di ketinggian.
Berikut adalah panduan memilih waktu terbaik untuk menaklukkan Rinjani di tahun 2026:
1. Jendela Waktu Utama: Mei hingga Juli
Ini adalah waktu emas (golden window) untuk pendakian.
- Alasannya: Curah hujan sudah sangat rendah, namun vegetasi di jalur Sembalun masih hijau dan bunga-bunga di padang sabana sedang mekar sempurna.
- Kondisi Jalur: Jalur cenderung stabil dan tidak terlalu berdebu dibandingkan saat puncak musim kemarau di bulan Agustus.
- Visual: Peluang mendapatkan langit biru bersih tanpa kabut sangat tinggi, ideal untuk fotografi.
2. Puncak Kemarau: Agustus hingga September
Agustus adalah bulan paling ramai pendaki karena bertepatan dengan musim liburan dan perayaan HUT RI.
- Kelebihan: Hampir dipastikan tidak ada hujan. Langit sangat cerah.
- Kekurangan: Jalur menjadi sangat berdebu (dusty). Angin di area Plawangan dan Puncak bisa menjadi sangat kencang dan dingin (bisa mencapai di bawah 5°C). Sumber mata air di beberapa titik mungkin mulai mengecil.
- Tips: Pastikan membawa buff atau masker berkualitas tinggi untuk menghalau debu jalur Sembalun yang sangat halus.
3. Hindari Musim Penutupan: Januari hingga Maret
Secara rutin, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menutup total jalur pendakian dari awal Januari hingga akhir Maret.
- Alasannya: Cuaca ekstrem, angin kencang, dan curah hujan tinggi yang membahayakan nyawa. Selain itu, penutupan ini bertujuan untuk pemulihan ekosistem dan perbaikan jalur.
- Rencana 2026: Selalu pantau akun resmi @btn_gn_rinjani karena tanggal pembukaan kembali di bulan April bisa bergeser tergantung evaluasi cuaca.
4. Pertimbangkan Kalender Lunar (Bulan Purnama)
Mendaki saat bulan purnama memberikan pengalaman magis.
- Cahaya bulan yang terang akan sangat membantu saat sesi summit attack (pukul 02.00 dini hari). Kamu tidak hanya mengandalkan headlamp, dan pemandangan Danau Segara Anak dari ketinggian di bawah sinar bulan adalah momen yang tak terlupakan.
Strategi Reservasi Tahun 2026
Sistem pendakian Rinjani kini sepenuhnya menggunakan aplikasi e-Rinjani.
- Pesan Jauh Hari: Untuk keberangkatan di bulan favorit (Mei-Agustus), pastikan kamu sudah memesan kuota minimal 2-3 bulan sebelumnya.
- Kuota Terbatas: Di tahun 2026, regulasi mengenai batasan pendaki harian diprediksi akan semakin ketat demi menjaga kelestarian lingkungan dan kenyamanan di area campsite.
Next News

6 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Wajib Masuk Bagasi Kamu
16 hours ago

Rekomendasi Makan Malam Otentik di Simpang Lima Semarang bagi Pecinta Kuliner
in 7 hours

Jangan Salah Pilih Jalur! Inilah Perbedaan Medan Sembalun dan Senaru Gunung Rinjani
in 5 hours

Lombok di Balik Pesisir: Menjelajahi 3 Desa Adat yang Menjaga Tradisi Murni Sasak
in 3 hours

3 Hidden Gem di Pantura yang Wajib Kamu Kunjungi
in an hour

Cara Menawar Barang Antik dengan Harga Lokal di Pasar Klithikan
5 hours ago

Tradisi Sakral Klenteng Eng An Kiong Sambut Imlek 2026
21 hours ago

5 Rekomendasi Pet-Friendly Cafe Terbaik di Surabaya
a day ago

Menggali Makna Falsafah Olo Manin Aso Buen Sio Londo Warisan Luhur Masyarakat Paser
4 days ago

Pesona Kebun Raya Purwodadi Gudang Tanaman Biji Terlengkap di Indonesia
4 days ago






