Ceritra
Ceritra Kota

Tradisi Sakral Klenteng Eng An Kiong Sambut Imlek 2026

Nisrina - Thursday, 12 February 2026 | 03:15 PM

Background
Tradisi Sakral Klenteng Eng An Kiong Sambut Imlek 2026
Ritual pembersihan klenteng jelang Imlek (Kompas.com/Putu Ayu Pratama Sugiyo)

Suasana kota Malang terasa berbeda setiap kali mendekati perayaan Tahun Baru Imlek. Aroma hio yang khas mulai tercium semerbak bercampur dengan semarak warna merah yang menghiasi sudut sudut kota tua. Salah satu pusat keramaian spiritual yang selalu menjadi sorotan adalah Klenteng Eng An Kiong. Tempat ibadah Tri Dharma yang bersejarah ini kembali bersiap menyambut pergantian tahun dengan serangkaian ritual yang khidmat dan penuh makna.

Menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada tahun 2026 ini kesibukan di dalam klenteng yang terletak di Jalan Laksamana Martadinata Malang tersebut meningkat drastis. Ratusan umat dan sukarelawan bahu membahu melakukan pembersihan dan penataan ulang.

Merujuk pada laporan Surabaya Kompas kegiatan ini bukan sekadar aktivitas bersih bersih biasa. Ini adalah rangkaian ritual sakral yang telah diwariskan secara turun temurun selama ratusan tahun.

Ritual Sung Sien Mengantar Dewa ke Langit

Rangkaian persiapan Imlek di Klenteng Eng An Kiong selalu diawali dengan ritual penting yang disebut Sung Sien. Ini adalah upacara pengantaran para dewa dewi menuju ke kahyangan atau langit. Umat meyakini bahwa seminggu sebelum Imlek para dewa akan naik menghadap Tuhan Yang Maha Esa atau Tian untuk melaporkan segala amal perbuatan manusia di bumi selama satu tahun terakhir.

Prosesi ini dilakukan dengan doa bersama yang dipimpin oleh rohaniwan klenteng. Asap dupa mengepul membawa doa doa umat agar laporan yang disampaikan adalah hal hal yang baik. Momen ini menjadi titik awal dimulainya pembersihan fisik bangunan klenteng.

Filosofinya sangat mendalam. Ketika para dewa sedang "dinas luar" ke langit maka patung atau rupang yang menjadi simbol kehadiran mereka di bumi boleh dibersihkan. Ini adalah bentuk penghormatan agar ketika para dewa kembali turun ke bumi saat malam Imlek nanti mereka mendapati "rumah" mereka sudah dalam keadaan bersih dan suci.

Tradisi Membersihkan Rupang dan Altar

Setelah ritual pengantaran selesai kegiatan fisik pun dimulai. Puluhan patung dewa dewi yang berjejer rapi di altar utama maupun altar samping diturunkan satu per satu dengan sangat hati hati. Proses pembersihan rupang ini tidak bisa dilakukan sembarangan.

Para sukarelawan menggunakan kuas halus kain bersih dan air yang sering kali dicampur dengan bunga tujuh rupa atau air cendana. Setiap lekukan patung dibersihkan dari debu dan noda asap dupa yang menempel selama setahun. Wajah wajah dewa seperti Dewa Bumi (Fu De Zheng Shen) dan Dewi Kwan Im tampak kembali bersinar setelah dimandikan.

Selain patung seluruh ornamen klenteng juga tak luput dari pembersihan. Kain kain penutup altar diganti dengan yang baru dan bersih. Lampu lampion yang mulai kusam diganti dengan lampion merah menyala yang baru. Lantai dan dinding klenteng digosok hingga mengkilap. Semua ini dilakukan sebagai simbol membuang sial atau energi negatif di tahun yang lama dan mempersiapkan ruang yang bersih untuk masuknya berkah di tahun yang baru.

Semangat Gotong Royong Lintas Generasi

Satu hal yang menarik dari persiapan Imlek di Klenteng Eng An Kiong adalah semangat kebersamaannya. Kegiatan bersih bersih ini tidak hanya dilakukan oleh penjaga klenteng tetapi melibatkan banyak umat dari berbagai usia. Mulai dari orang tua hingga anak muda Gen Z turut ambil bagian.

Bahkan sering kali terlihat masyarakat sekitar yang berbeda latar belakang turut membantu di halaman luar. Ini mencerminkan nama "Eng An Kiong" itu sendiri yang secara harfiah berarti Istana Keselamatan yang Abadi. Klenteng ini telah lama menjadi simbol toleransi dan akulturasi budaya di kota Malang.

Kerja bakti ini menjadi ajang reuni kecil bagi umat yang mungkin jarang bertemu karena kesibukan sehari hari. Mereka bekerja sambil bercengkrama mempererat tali persaudaraan yang merupakan salah satu esensi utama dari perayaan Imlek yaitu kebersamaan keluarga dan komunitas.

Harapan Baru di Tahun Kuda Api 2026

Tahun 2026 dalam kalender Tionghoa adalah Tahun Kuda Api. Shio Kuda dikenal dengan karakteristiknya yang energik penuh semangat dan menyukai kebebasan. Sementara unsur Api menambahkan elemen dinamis dan transformasi.

Persiapan yang matang di Klenteng Eng An Kiong ini menjadi manifestasi harapan umat agar di tahun Kuda Api ini kehidupan berjalan lebih baik. Ritual pembersihan diri dan lingkungan diharapkan mampu mendatangkan kedamaian serta kemakmuran bagi bangsa dan negara khususnya bagi warga Malang.

Puncak perayaan biasanya akan terjadi pada malam pergantian tahun di mana umat akan berbondong bondong datang untuk sembahyang tutup tahun dan buka tahun. Lilin lilin raksasa akan dinyalakan sebagai simbol penerangan jalan hidup.

Destinasi Wisata Religi dan Budaya

Bagi wisatawan fenomena persiapan Imlek di Klenteng Eng An Kiong adalah atraksi budaya yang sangat sayang untuk dilewatkan. Bangunan klenteng yang arsitekturnya masih asli sejak didirikan pada tahun 1825 menawarkan pesona visual yang memukau.

Warna merah dan emas yang mendominasi ukiran naga yang detail serta suasana spiritual yang kental menjadikan tempat ini sangat fotogenik dan menenangkan hati. Menjelang Imlek klenteng ini terbuka bagi siapa saja yang ingin melihat keindahan toleransi dan tradisi budaya Tionghoa di Jawa Timur.

Dengan segala persiapan yang telah dilakukan Klenteng Eng An Kiong kini telah siap menyambut tahun baru dengan wajah yang berseri. Tradisi ini mengajarkan kita bahwa menyambut masa depan yang cerah harus dimulai dengan membersihkan diri dari masa lalu menghormati leluhur dan menjaga keharmonisan dengan sesama.

Tags

imlek
Logo Radio
🔴 Radio Live