Ceritra
Ceritra Kota

Petani Alpukat Purwodadi Pasuruan Mulai Nikmati Hasil Panen Apit

Nisrina - Tuesday, 03 February 2026 | 07:46 AM

Background
Petani Alpukat Purwodadi Pasuruan Mulai Nikmati Hasil Panen Apit
Petani Alpukat Purwodadi Pasuruan (Pemkab Pasuruan/)

Kabupaten Pasuruan di Jawa Timur kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu lumbung pangan dan hortikultura terbaik di provinsi ini. Wilayah yang dikelilingi oleh pegunungan ini memiliki tanah vulkanik subur yang sangat cocok untuk budidaya berbagai jenis tanaman buah. Salah satu komoditas unggulan yang kini tengah menjadi primadona adalah alpukat.

Kecamatan Purwodadi khususnya Desa Tambaksari dikenal luas sebagai sentra penghasil alpukat berkualitas premium. Kabar gembira datang dari para petani di kawasan ini. Saat ini mereka mulai memasuki masa "panen apit". Fenomena ini menjadi angin segar bagi roda perekonomian desa dan menjaga ketersediaan buah alpukat di pasaran tetap stabil meskipun belum memasuki musim panen raya.

Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu panen apit bagaimana kualitas alpukat dari Purwodadi dan mengapa momen ini sangat penting bagi kesejahteraan petani serta pecinta buah di Indonesia. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Mengenal Istilah Panen Apit

Bagi masyarakat awam istilah panen apit mungkin terdengar sedikit asing. Dalam dunia pertanian khususnya budidaya buah tahunan panen apit adalah masa panen sela yang terjadi di antara dua musim panen raya atau panen besar.

Pohon alpukat yang dirawat dengan baik dan mendapatkan nutrisi cukup memiliki kemampuan untuk berbuah di luar musim utamanya. Buah yang dihasilkan pada masa sela ini disebut buah selang atau hasil panen apit. Meskipun volume atau jumlah buah yang dihasilkan tidak sebanyak saat panen raya kualitas buah panen apit sering kali justru sangat istimewa.

Keberadaan panen apit ini sangat strategis. Ia mengisi kekosongan pasokan di pasar saat daerah lain mungkin sedang tidak berbuah. Hal ini membuat harga jual di tingkat petani cenderung stabil bahkan bisa lebih tinggi karena permintaan pasar tetap tinggi sementara suplai terbatas. Bagi petani Purwodadi ini adalah berkah tersendiri yang membuat pendapatan mereka mengalir sepanjang tahun tanpa putus.

Kualitas Alpukat Purwodadi yang Legendaris

Alpukat yang dihasilkan dari tanah Purwodadi Pasuruan memiliki karakteristik yang khas dan sangat disukai konsumen. Jenis tanah dan iklim mikro di lereng pegunungan memberikan pengaruh besar pada rasa dan tekstur buah.

Alpukat Purwodadi umumnya memiliki daging buah yang tebal dengan warna kuning mentega yang menggoda. Teksturnya pulen lembut dan tidak berserat. Rasanya pun perpaduan antara gurih dan sedikit manis alami yang membuatnya nikmat disantap langsung maupun diolah menjadi jus atau smoothie.

Varietas unggulan seperti Alpukat Pameling yang juga banyak dikembangkan di Pasuruan menjadi incaran para pemburu buah. Ukurannya yang besar bisa mencapai bobot di atas rata rata alpukat biasa menjadi nilai tambah. Panen apit kali ini memastikan bahwa pecinta alpukat tidak perlu menunggu hingga akhir tahun untuk menikmati kelezatan buah "emas hijau" ini.

Dampak Positif Bagi Ekonomi Lokal

Sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi di Kecamatan Purwodadi. Mulainya masa panen apit ini memberikan dampak ekonomi berantai yang positif bagi masyarakat desa. Petani mendapatkan pemasukan tunai untuk membiayai perawatan kebun dan kebutuhan sehari hari.

Selain itu aktivitas panen ini juga menyerap tenaga kerja lokal. Mulai dari pemetik buah tenaga angkut hingga pekerja yang menyortir dan mengemas buah sebelum dikirim ke berbagai kota besar seperti Surabaya Malang hingga Jakarta.

Geliat ekonomi ini membuktikan bahwa pertanian modern yang dikelola dengan manajemen tanam yang baik bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Petani milenial di Pasuruan kini semakin sadar akan pentingnya teknologi pemupukan dan pemangkasan agar pohon bisa terus berproduksi maksimal termasuk menghasilkan panen apit yang melimpah.

Potensi Agrowisata Petik Buah

Momen panen apit juga menjadi daya tarik tersendiri bagi sektor pariwisata. Kebun kebun alpukat di Purwodadi yang asri dan sejuk sering kali menjadi destinasi agrowisata dadakan bagi wisatawan yang melintas di jalur Surabaya Malang.

Banyak pemilik kebun yang membuka kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan sensasi memetik buah alpukat langsung dari pohonnya. Wisatawan bisa belajar cara memilih buah yang tua di pohon dan mencicipi kesegarannya di tengah suasana alam pedesaan yang tenang.

Konsep wisata edukasi ini sangat cocok untuk keluarga. Anak anak bisa belajar tentang alam dan pertanian sementara orang tua bisa berbelanja buah tangan segar dengan harga yang kompetitif langsung dari petani. Ini adalah sinergi sempurna antara pertanian dan pariwisata yang saling menguntungkan.

Tips Memilih Alpukat yang Tepat

Bagi Anda yang ingin membeli alpukat hasil panen apit Purwodadi ada beberapa tips sederhana agar tidak salah pilih. Pertama perhatikan warna kulitnya. Alpukat tua biasanya memiliki kulit yang kusam dan tidak mengkilap lagi.

Kedua kocok buah secara perlahan. Jika terdengar bunyi biji yang terlepas atau klotok itu tandanya buah sudah tua dan siap diperam. Ketiga perhatikan bagian pangkal buah dekat tangkai. Jika sudah terlihat sedikit merekah atau warnanya berubah kekuningan berarti buah tersebut memiliki kualitas kematangan yang baik.

Jangan ragu untuk memborong alpukat lokal Pasuruan ini. Selain mendapatkan buah berkualitas premium Anda juga turut membantu menyejahterakan para petani lokal yang telah bekerja keras merawat kebun mereka.

Logo Radio
🔴 Radio Live