Kisah Sukses Petani Pisang Cavendish Pasuruan yang Banjir Pesanan


Program Makan Bergizi Gratis atau MBG ternyata membawa berkah tersendiri bagi para petani lokal di daerah. Salah satu yang merasakan dampak ekonomi positifnya adalah Muhammad Sidiq yang merupakan pengusaha pisang dari Pasuruan. Ia kini kewalahan melayani permintaan pasar yang melonjak drastis sejak program ini bergulir.
Petani asal Desa Kalirejo Kecamatan Gondangwetan ini mendapatkan pesanan rutin untuk menyuplai buah bagi siswa sekolah. Orderan tersebut datang dari berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di berbagai kota. Wilayah jangkauannya bahkan meluas hingga ke luar kabupaten tempat tinggalnya.
Tidak hanya melayani kebutuhan dapur umum di wilayah Pasuruan saja, pisang hasil kebunnya kini dikirim ke berbagai daerah lain. Kota-kota besar seperti Surabaya, Malang, Sidoarjo, hingga Situbondo kini menjadi tujuan pengiriman rutinnya. Hal ini membuktikan kualitas produk pertanian lokal mampu bersaing memenuhi standar gizi nasional.
Saat ditemui di gudang produksinya di Dusun Lodo, Sidiq tampak sibuk menata ribuan sisir pisang. Ia bersama pekerjanya sedang mempersiapkan buah-buah tersebut untuk dimasukkan ke dalam kardus kemasan. Kesibukan ini menjadi pemandangan rutin setiap hari Sabtu dan jadwal pengiriman lainnya.
Sidiq mengungkapkan bahwa saat ini ada lebih dari 10 dapur SPPG yang telah menjadi pelanggan tetapnya. Pisang Cavendish dengan merek Aca Banana miliknya memang menjadi favorit untuk menu pelengkap gizi anak sekolah. Pengiriman dilakukan secara disiplin sebanyak dua kali dalam satu minggu ke setiap titik.
Volume pemesanannya pun terbilang sangat fantastis untuk ukuran usaha pertanian perseorangan. Setiap satu dapur MBG membutuhkan pasokan antara 3500 hingga 3600 buah pisang dalam sekali kirim. Jika dihitung dalam kemasan logistik, jumlah ini setara dengan sekitar 30 kardus besar per dapur.
Ada spesifikasi khusus untuk pisang yang dikirimkan bagi kebutuhan program makan gratis di sekolah ini. Pihak dapur biasanya tidak memesan pisang dengan kualitas Grade A yang berukuran jumbo. Mereka lebih memilih pisang dengan Grade B atau C yang ukurannya sedikit lebih mungil.
Pemilihan ukuran pisang ini bukan tanpa alasan teknis yang jelas. Ukuran pisang Grade B dan C dinilai lebih pas untuk dimasukkan ke dalam ompreng atau wadah makanan siswa. Hal ini memudahkan proses pengemasan menu makanan sehari-hari agar muat dan rapi.
Untuk memenuhi permintaan yang membludak ini, Sidiq mengandalkan hasil panen dari kebun pribadinya. Ia memiliki lahan produktif seluas tujuh hektare yang ditanami khusus pisang Cavendish. Manajemen kebun yang baik membuat pasokan buahnya relatif terjaga sepanjang tahun.
Namun tingginya permintaan membuatnya harus memutar otak untuk meningkatkan kapasitas produksi segera. Ia berencana melakukan ekspansi usaha dalam waktu dekat agar tidak kehabisan stok barang. Rencananya ia akan menyewa lahan tambahan seluas 10 hektare di wilayah Kecamatan Rembang.
Ekspansi lahan ini dirasa sangat perlu karena pasarnya tidak hanya bergantung pada program makanan bergizi saja. Permintaan dari pasar modern dan swalayan besar di Jawa Timur juga tercatat masih sangat stabil. Ia diketahui rutin menyuplai ke gerai ritel modern sekelas Lippo dan Trans Mart.
Kisah sukses ini menjadi bukti nyata bagaimana program pemerintah bisa menggerakkan roda ekonomi rakyat hingga ke tingkat desa. Petani lokal mendapatkan kepastian pasar yang membuat usaha mereka bisa berkembang pesat dan membuka lapangan kerja. Harapannya langkah perluasan kebun ini bisa berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Next News

NOUVEAU 2026: SMAN 5 Surabaya Satukan Dua Generasi Lewat Musik
8 days ago

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Taman Kucing, Kenalan dengan Scarlett's Friends di China
10 days ago

Bingung Mau ke Mana Long Weekend Ini? Pilih Event Surabaya Sesuai Mood-mu
22 days ago

Bukan Cuma Indonesia, Ini 7 Negara yang Merayakan Kemerdekaan di Bulan Agustus
25 days ago

Bukan Cuma Pekerja Pabrik, Ini 10 Profesi yang Paling Banyak Kena PHK
a month ago

Maroon 5 Kembali ke JIS 2027, Ini Harga Tiket dan Jadwal Presale Lengkapnya
a month ago

Resign dan Pindah ke Desa: Impian Hidup Tenang Tanpa Macet Kota
a month ago

Keseruan Akhir Pekan di Livin Sounds of Downtown Surabaya
a month ago

DBL : Bukan sekedar basket, Tapi lebaran tahunan anak SMA
5 days ago

Kota Masa Depan Akan Seperti Apa? Melihat Inovasi yang Mulai Terjadi Sekarang Hingga Beberapa Dekade Mendatang
2 months ago




