Kisah Sukses Petani Pisang Cavendish Pasuruan yang Banjir Pesanan
Nisrina - Monday, 26 January 2026 | 12:15 PM


Program Makan Bergizi Gratis atau MBG ternyata membawa berkah tersendiri bagi para petani lokal di daerah. Salah satu yang merasakan dampak ekonomi positifnya adalah Muhammad Sidiq yang merupakan pengusaha pisang dari Pasuruan. Ia kini kewalahan melayani permintaan pasar yang melonjak drastis sejak program ini bergulir.
Petani asal Desa Kalirejo Kecamatan Gondangwetan ini mendapatkan pesanan rutin untuk menyuplai buah bagi siswa sekolah. Orderan tersebut datang dari berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di berbagai kota. Wilayah jangkauannya bahkan meluas hingga ke luar kabupaten tempat tinggalnya.
Tidak hanya melayani kebutuhan dapur umum di wilayah Pasuruan saja, pisang hasil kebunnya kini dikirim ke berbagai daerah lain. Kota-kota besar seperti Surabaya, Malang, Sidoarjo, hingga Situbondo kini menjadi tujuan pengiriman rutinnya. Hal ini membuktikan kualitas produk pertanian lokal mampu bersaing memenuhi standar gizi nasional.
Saat ditemui di gudang produksinya di Dusun Lodo, Sidiq tampak sibuk menata ribuan sisir pisang. Ia bersama pekerjanya sedang mempersiapkan buah-buah tersebut untuk dimasukkan ke dalam kardus kemasan. Kesibukan ini menjadi pemandangan rutin setiap hari Sabtu dan jadwal pengiriman lainnya.
Sidiq mengungkapkan bahwa saat ini ada lebih dari 10 dapur SPPG yang telah menjadi pelanggan tetapnya. Pisang Cavendish dengan merek Aca Banana miliknya memang menjadi favorit untuk menu pelengkap gizi anak sekolah. Pengiriman dilakukan secara disiplin sebanyak dua kali dalam satu minggu ke setiap titik.
Volume pemesanannya pun terbilang sangat fantastis untuk ukuran usaha pertanian perseorangan. Setiap satu dapur MBG membutuhkan pasokan antara 3500 hingga 3600 buah pisang dalam sekali kirim. Jika dihitung dalam kemasan logistik, jumlah ini setara dengan sekitar 30 kardus besar per dapur.
Ada spesifikasi khusus untuk pisang yang dikirimkan bagi kebutuhan program makan gratis di sekolah ini. Pihak dapur biasanya tidak memesan pisang dengan kualitas Grade A yang berukuran jumbo. Mereka lebih memilih pisang dengan Grade B atau C yang ukurannya sedikit lebih mungil.
Pemilihan ukuran pisang ini bukan tanpa alasan teknis yang jelas. Ukuran pisang Grade B dan C dinilai lebih pas untuk dimasukkan ke dalam ompreng atau wadah makanan siswa. Hal ini memudahkan proses pengemasan menu makanan sehari-hari agar muat dan rapi.
Untuk memenuhi permintaan yang membludak ini, Sidiq mengandalkan hasil panen dari kebun pribadinya. Ia memiliki lahan produktif seluas tujuh hektare yang ditanami khusus pisang Cavendish. Manajemen kebun yang baik membuat pasokan buahnya relatif terjaga sepanjang tahun.
Namun tingginya permintaan membuatnya harus memutar otak untuk meningkatkan kapasitas produksi segera. Ia berencana melakukan ekspansi usaha dalam waktu dekat agar tidak kehabisan stok barang. Rencananya ia akan menyewa lahan tambahan seluas 10 hektare di wilayah Kecamatan Rembang.
Ekspansi lahan ini dirasa sangat perlu karena pasarnya tidak hanya bergantung pada program makanan bergizi saja. Permintaan dari pasar modern dan swalayan besar di Jawa Timur juga tercatat masih sangat stabil. Ia diketahui rutin menyuplai ke gerai ritel modern sekelas Lippo dan Trans Mart.
Kisah sukses ini menjadi bukti nyata bagaimana program pemerintah bisa menggerakkan roda ekonomi rakyat hingga ke tingkat desa. Petani lokal mendapatkan kepastian pasar yang membuat usaha mereka bisa berkembang pesat dan membuka lapangan kerja. Harapannya langkah perluasan kebun ini bisa berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Next News

Menolak Lupa di Jembatan Merah: Tempat Merdeka Dipertaruhkan dengan Nyawa
6 days ago

Rekomendasi Restoran Fine Dining di Surabaya untuk Pengalaman Kuliner Berkelas
7 days ago

Throwback Ke Citayam Fashion Week di 2022
6 days ago

Bukan Sekadar Panas dan Kemacetan, Intip Lima Cara Menikmati Kota Surabaya
10 days ago

Menemukan Nyawa Flores di Tengah Kabut, Kopi, dan Tradisi Megalitikum Bajawa
10 days ago

Sidoarjo Pride! Melipir Sejenak dari Macetnya Gedangan Demi Surga Kuliner yang Gak Ada Lawan
10 days ago

Bosan Jadi Budak Korporat Metropolitan? Intip Kota-Kota Ramah Kantong yang Cocok buat "Kabur" Sejenak
12 days ago

Kesempatan Emas! Pemutihan Pajak Kendaraan April 2026 Kembali Dibuka, Cek Lokasi Terdekat
13 days ago

Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Bersih: "Jangan Percaya Jalur Belakang!"
13 days ago

Menikmati Sisi Lain Surabaya yang Religius di Momen Lebaran
a month ago






