Ceritra
Ceritra Kota

Bosan Jadi Budak Korporat Metropolitan? Intip Kota-Kota Ramah Kantong yang Cocok buat "Kabur" Sejenak

Nizar - Tuesday, 07 April 2026 | 07:35 PM

Background
Bosan Jadi Budak Korporat Metropolitan? Intip Kota-Kota Ramah Kantong yang Cocok buat "Kabur" Sejenak
Kota Jogja (YanuScenery/)

Bertahan Hidup di Tengah Gempuran Inflasi: Inilah Deretan Kota dengan Biaya Hidup Paling Ramah Kantong di Indonesia

Pernah nggak sih kalian ngerasa kalau gaji tiap bulan itu cuma numpang lewat doang? Baru gajian tanggal 25, eh tanggal 5 berikutnya saldo ATM sudah megap-megap kayak ikan kekurangan oksigen. Apalagi kalau kalian tinggal di kota metropolitan semacam Jakarta atau Surabaya. Rasanya mau napas aja bayar, parkir sebentar ditarik goceng, makan di warteg aja sekarang sudah nggak bisa dibilang murah-murah amat kalau pakai ayam dan telur.

Fenomena ini bikin banyak anak muda mulai melirik opsi buat "kabur" sejenak atau bahkan pindah haluan ke kota-kota yang lebih manusiawi secara finansial. Istilahnya, cari tempat yang UMK-nya (Upah Minimum Kota) mungkin nggak setinggi langit, tapi harga seporsi nasi dan lauknya nggak bikin kita kena serangan jantung. Jujurly, hidup tenang tanpa bayang-bayang tagihan kartu kredit yang mencekik itu adalah kemewahan baru di zaman sekarang.

Nah, kalau kalian lagi mempertimbangkan buat jadi digital nomad, mau kuliah, atau sekadar pengen tahu di mana sih tempat yang paling ramah buat dompet tipis kita, yuk simak ulasan beberapa kota dengan biaya hidup termurah di Indonesia versi santuy ala kami.

1. Solo: Ibu Kotanya Makanan Murah dan Vibes Kalem

Kalau ngomongin biaya hidup murah, nggak sah kalau nggak menempatkan Solo (Surakarta) di urutan paling atas. Solo itu ibarat pelukan mantan yang masih sayang; hangat, tenang, dan nggak banyak nuntut. Bayangkan saja, di tahun 2024 ini, kalian masih bisa nemuin nasi kucing atau nasi liwet pinggir jalan dengan harga yang bikin geleng-geleng kepala. Uang sepuluh ribu perak di Solo itu masih punya harga diri yang tinggi, kawan.

Nggak cuma soal urusan perut, biaya tempat tinggal di Solo juga tergolong sangat masuk akal. Cari kosan yang layak dengan fasilitas WiFi dan kamar mandi dalam di kisaran 500 sampai 800 ribu itu masih sangat mungkin. Bandingkan dengan Jakarta, uang segitu mungkin cuma dapet kamar sepetak yang kalau kita tidur, kaki harus ditekuk karena mentok tembok. Selain itu, transportasi di Solo juga sudah makin bagus dengan adanya Batik Solo Trans yang menjangkau banyak titik penting. Solo bener-bener definisi kota yang bikin kita merasa jadi "orang kaya" meski saldo pas-pasan.

2. Yogyakarta: Antara Romantisme dan Harga Mahasiswa

Yogyakarta memang selalu punya daya tarik magis. Tapi di luar soal malioboro atau senja di Parangtritis, Jogja tetap jadi primadona bagi mereka yang ingin hidup hemat. Walaupun sekarang banyak yang bilang Jogja sudah mulai mahal karena menjamurnya kafe-kafe estetik ala Jakarta, sebenarnya kalau kalian pinter milih tempat, Jogja masih sangat terjangkau.

Kuncinya satu: ikuti gaya hidup mahasiswa. Warung Burjo (sekarang sering disebut Warmindo) adalah penyelamat hidup di sini. Makan nasi telur ditambah es teh manis nggak bakal bikin kantong kalian jebol. Selain itu, pasar-pasar tradisional di Jogja masih menawarkan bahan pangan dengan harga yang jujur. Tapi ya gitu, ada harga ada rupa. Karena biaya hidupnya rendah, UMK Jogja juga terkenal salah satu yang paling rendah di Indonesia. Jadi, kota ini cocok banget buat kalian yang kerjanya remote atau punya penghasilan dari luar kota.

3. Purwokerto: Permata Tersembunyi di Kaki Gunung Slamet

Mungkin banyak yang belum tahu kalau Purwokerto, ibu kota Kabupaten Banyumas ini, adalah salah satu tempat tinggal paling nyaman di Jawa Tengah. Udaranya masih relatif segar karena dekat dengan Gunung Slamet, dan yang paling penting: biaya hidupnya sangat ramah di kantong. Purwokerto punya vibes kota pendidikan yang nggak seberisik Jogja atau sekecil Solo.

Makan di sini? Tenang aja. Mendoan hangat yang ukurannya selebar gaban itu harganya masih recehan. Untuk urusan kos-kosan, banyak banget pilihannya di sekitar kampus Unsoed dengan harga yang sangat bersahabat bagi kaum mendang-mending. Purwokerto itu cocok buat kalian yang pengen hidup dengan ritme lambat, nggak mau terjebak macet yang bikin emosi, tapi tetap pengen fasilitas kota yang lumayan lengkap seperti mall dan bioskop.

4. Metro: Juara Hemat dari Tanah Lampung

Kita geser sedikit ke luar Pulau Jawa. Di Pulau Sumatera, ada kota kecil bernama Metro di Provinsi Lampung yang konsisten masuk dalam daftar kota dengan biaya hidup termurah di Indonesia. Meskipun namanya "Metro", jangan bayangkan kemacetan ala Jakarta ya. Metro justru kota yang tenang dan tertata rapi. Berdasarkan data BPS, biaya hidup per kapita di sini termasuk yang paling rendah secara nasional.

Harga kebutuhan pokok di Metro relatif stabil karena kota ini dikelilingi oleh daerah penghasil pangan. Hasil pertaniannya melimpah, jadi harga sayur-mayur dan beras di pasar nggak bikin ibu-ibu jerit histeris. Buat kalian yang pengen merasakan hidup di Sumatera tapi males dengan hiruk pikuk kota besar seperti Medan atau Palembang, Metro bisa jadi opsi yang sangat menarik buat dicoba.

5. Cirebon: Kota Udang yang Nggak Bikin Dompet Kering

Terakhir, ada Cirebon. Kota yang terletak di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah ini seringkali dilewati begitu saja oleh orang yang lewat tol Trans-Jawa. Padahal, Cirebon punya potensi besar sebagai kota tempat tinggal yang ekonomis. Kuliner khasnya seperti Nasi Jamblang atau Nasi Lengko itu harganya sangat terjangkau dan porsinya mengenyangkan.

Cirebon punya keunikan karena aksesnya yang sangat gampang. Mau ke Jakarta tinggal naik kereta dua-tiga jam sampai, mau ke Semarang juga dekat. Tapi, gaya hidup di sini tetap membumi. Biaya transportasi lokal seperti angkot juga masih murah. Meskipun cuacanya lumayan panas (ya, sebelas-duabelas lah sama Bekasi), tapi keseimbangan antara biaya hidup dan fasilitas publik di Cirebon patut diacungi jempol.

Pada akhirnya, murah atau mahalnya sebuah kota itu sebenarnya subjektif banget, tergantung gimana gaya hidup kita masing-masing. Mau tinggal di Solo tapi tiap hari nongkrongnya di mall dan beli kopi Starbucks ya tetep aja bakal boncos. Tapi setidaknya, di kota-kota yang disebutkan tadi, kita masih punya pilihan untuk hidup layak tanpa harus mengorbankan seluruh kesehatan mental hanya demi membayar uang sewa kamar.

Jadi, gimana? Ada rencana buat packing barang dan pindah ke salah satu kota di atas? Ingat ya, kadang bahagia itu nggak harus mahal. Kadang bahagia itu sesimpel makan nasi kucing hangat di pinggir jalan tanpa harus mikirin besok makan apa.

Logo Radio
🔴 Radio Live