Rek! Ini Lho Alasan Kenapa Surabaya Ulang Tahun Tiap 31 Mei.
Shannon - Tuesday, 02 June 2026 | 12:00 PM


Menelusuri Jejak Nyali di Hari Jadi Surabaya: Lebih dari Sekadar Dongeng Ikan dan Buaya
Kalau kita bicara soal Surabaya, hal pertama yang terlintas di kepala biasanya nggak jauh-jauh dari cuacanya yang "setelan neraka bocor", logat bicaranya yang ceplas-ceplos cenderung ngegas, atau kegilaan suporternya di tribun stadion. Tapi, pernah nggak sih kalian kepikiran kenapa Surabaya merayakan ulang tahunnya setiap tanggal 31 Mei? Kenapa nggak tanggal lain yang mungkin udaranya agak ademan dikit?
Setiap tahun, warga Kota Pahlawan ini merayakan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) dengan berbagai festival. Mulai dari parade bunga yang bikin jalanan macet tapi estetik, sampai promo diskon di mal-mal yang bikin dompet jerit-jerit kecil. Namun, di balik keramaian itu, ada narasi sejarah yang luar biasa mbois. Sebuah cerita tentang nyali yang sudah mendarah daging bahkan sebelum istilah "Wani" dipopulerkan oleh para Bonek.
Bukan Sekadar Ikan Sura dan Buaya Baya
Banyak dari kita yang waktu SD diajarin kalau nama Surabaya berasal dari pertarungan sengit antara ikan hiu (Sura) dan buaya (Baya). Katanya sih, mereka berantem gara-gara rebutan wilayah kekuasaan di air dan di darat. Secara simbolis, dongeng ini memang keren buat menggambarkan karakter orang Surabaya yang pantang menyerah. Tapi kalau kita bedah secara historis, asal-usul tanggal 31 Mei itu jauh lebih epik dari sekadar dokumenter National Geographic versi kearifan lokal.
Penetapan tanggal 31 Mei sebagai hari lahir Surabaya itu merujuk pada peristiwa besar di tahun 1293. Bayangkan, di zaman itu, saat teknologi komunikasi paling canggih cuma lewat burung merpati atau kurir yang lari maraton, orang-orang di tanah ini sudah berani main "prank" berkelas internasional. Korban prank-nya pun nggak main-main: tentara Kekaisaran Mongol atau yang sering disebut pasukan Tartar.
Ketika Raden Wijaya "Mengerjai" Pasukan Terkuat di Dunia
Jadi ceritanya begini, dulu Kublai Khan dari Mongol itu lagi ambisius-ambisinya pengen menguasai dunia. Dia mengirim ribuan pasukan ke Jawa buat menghukum Raja Kertanegara dari Singasari. Tapi pas mereka sampai, Kertanegara sudah lengser dan diganti Jayakatwang. Di sinilah muncul sosok Raden Wijaya, yang dengan kecerdikan level dewa, memanfaatkan pasukan Mongol buat menggulingkan Jayakatwang.
Setelah tujuannya tercapai, apakah Raden Wijaya bilang "maturnuwun" terus ngajak mereka ngopi bareng? Tentu tidak. Raden Wijaya justru menyerang balik pasukan Mongol yang sedang kelelahan dan lengah saat mereka berada di pelabuhan ujung Galuh (wilayah yang sekarang kita kenal sebagai Surabaya). Pada tanggal 31 Mei 1293, pasukan Mongol yang legendaris itu berhasil diusir dari tanah Jawa. Mereka pulang dengan tangan hampa, menanggung malu karena dikalahkan oleh strategi lokal yang cerdik sekaligus nekat.
Peristiwa kemenangan gemilang inilah yang disepakati oleh para sejarawan dan Pemerintah Kota Surabaya sebagai tonggak berdirinya kota ini. Jadi, Surabaya itu lahir bukan dari pemberian atau hadiah, melainkan dari hasil perlawanan yang penuh keberanian. Gak bahaya ta? Ya bahaya banget buat penjajah!
Jiwa "Ngegas" yang Sudah Turun Temurun
Melihat sejarahnya, nggak heran kalau orang Surabaya punya karakter yang blak-blakan. Kalau nggak suka ya bilang nggak suka, kalau sayang ya dibilang "Cuk" (dalam konteks keakraban, ya). Karakter egaliter ini terbentuk karena Surabaya sejak dulu adalah kota pelabuhan yang terbuka. Semua orang dari berbagai etnis dan bangsa kumpul di sini, mulai dari Arab, Tionghoa, India, sampai Eropa.
Di Surabaya, kasta itu nggak terlalu laku. Mau kamu anak pejabat atau anak penjual nasi bebek, kalau kamu "mbois" dan punya kontribusi, kamu bakal dihargai. Spirit inilah yang kemudian meledak lagi di tanggal 10 November 1945. Surabaya sekali lagi menunjukkan bahwa mereka nggak bisa disetir oleh kekuatan asing. Nyali yang muncul di tahun 1293 seolah bangkit kembali saat Bung Tomo membakar semangat arek-arek Suroboyo lewat radio.
Merayakan Surabaya di Era Kekinian
Sekarang, merayakan hari lahir Surabaya bukan lagi soal angkat senjata (kecuali kalau kamu lagi ikut lomba e-sports). Merayakan Surabaya hari ini adalah soal bagaimana menjaga kota ini tetap asik di tengah gempuran modernisasi. Kita bisa melihat bagaimana taman-taman kota semakin hijau—sebuah upaya heroik melawan hawa panas yang kadang terasa seperti simulasi di bawah lampu panggung.
Kalau kamu main ke Surabaya pas bulan Mei, vibes-nya emang beda. Ada aura kebanggaan yang terpancar dari warganya. Meskipun tiap hari harus bergelut dengan macetnya jalanan Ahmad Yani atau riuhnya Wonokromo, pas hari ulang tahun kota, semua seolah sepakat buat bilang: "Iki kotaku, endi kotamu?"
Kesimpulannya, Hari Jadi Surabaya itu bukan cuma soal seremonial potong tumpeng atau kembang api. Ini adalah pengingat bahwa kota ini dibangun di atas fondasi keberanian dan kecerdikan. Jadi, buat kalian yang mungkin baru pindah ke Surabaya atau lagi kuliah di sini, jangan kaget sama suaranya yang keras. Itu bukan marah, itu cuma cara orang Surabaya bilang kalau mereka punya energi yang nggak habis-habis sejak zaman Majapahit.
Selamat ulang tahun, Surabaya! Tetaplah menjadi kota yang berani, tetaplah menjadi "Rumah" yang hangat (dalam arti harfiah maupun kiasan) bagi siapa saja yang mau berjuang di dalamnya. Panjang umur keberanian!
Next News

Beli Atau Pinjam? Menelusuri Ruang Literasi Favorit Anak Surabaya
5 hours ago

Ibukota Boleh Jakarta, Tapi Gudang Hits Tetap Jawa Timur: Menelusuri Jejak Dewa 19 hingga Letto
8 days ago

Kelezatan Bebek Goreng di Surabaya: Simbol Kuliner Kota Pahlawan
12 days ago

Eksplorasi Sudut Estetik Jalan Untung Suropati Lewat Lensa Analog
14 days ago

Pesona Organik Jalan MERR Surabaya Menjelang Idul Adha
15 days ago

Perjalanan Ke Surabaya Lewat Jalur Kereta? Berikut Deretan Lokasi Stasiun yang Ada Di Surabaya
18 days ago

Daftar Lengkap 5 Mall di Surabaya Paling Hits Untuk Rekomendasi Tempat Nongkrong dan Belanja
20 days ago

Menjelajahi Surga Kolesterol di Jawa Timur: Dari Kuah Hitam Rawon hingga Kenyalnya Cingur
21 days ago

Staycation di Surabaya? Ini 5 Hotel Paling Ikonik yang Wajib Kamu Coba!
21 days ago

Hari Jadi Kota Surabaya 2026 Diramaikan Beragam Festival dan Hiburan Sepanjang Mei
21 days ago






