Menikmati Sisi Lain Surabaya yang Religius di Momen Lebaran
Refa - Saturday, 21 March 2026 | 05:00 AM


Berburu Berkah dan Nostalgia: Masjid-masjid Bersejarah di Surabaya yang Selalu Full House Pas Sholat Ied
Surabaya itu bukan cuma soal cuaca panas yang bikin emosi atau kemacetan di depan Royal Plaza. Kalau kamu jeli, kota ini punya sisi spiritual yang kental banget, apalagi kalau sudah masuk momen Lebaran. Begitu gema takbir berkumandang dari pengeras suara musala-musala kampung, suasana kota seketika berubah. Yang biasanya sibuk klakson-klaksonan, mendadak jadi syahdu.
Nah, buat arek-arek Suroboyo atau para pemudik yang lagi mampir, sholat Ied itu nggak cuma soal menggugurkan kewajiban. Ada semacam gengsi dan kerinduan untuk sujud di masjid-masjid yang punya cerita. Masjid yang dindingnya saksi bisu perjuangan kemerdekaan, atau yang arsitekturnya bikin kita ngerasa lagi nggak di Jawa Timur. Berikut ini adalah rangkuman masjid-masjid bersejarah di Surabaya yang kalau sholat Ied, ramenya bener-bener "nggateli" alias luar biasa padat.
1. Masjid Ampel
Kalau ngomongin masjid bersejarah di Surabaya, hukumnya fardu ain buat naruh Masjid Ampel di urutan pertama. Terletak di kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, masjid ini adalah OG-nya tempat ibadah di Jawa Timur. Didirikan sekitar tahun 1421 oleh Raden Ahmad Rahmatullah (Sunan Ampel), tempat ini punya aura yang nggak bisa dijelaskan lewat kata-kata aja.
Pas sholat Ied, area Ampel ini bakal berubah jadi lautan manusia. Bayangin aja, mulai dari gang-gang sempit yang baunya khas minyak wangi oud sampai ke halaman utama masjid, semua penuh sesak. Banyak orang rela datang dari jam 3 pagi cuma demi dapet shaf paling depan. Kenapa sih harus di sini? Ya karena nilai sejarahnya itu. Sholat di sini tuh berasa dapet booster spiritual berkali-kali lipat. Belum lagi setelah sholat, kamu bisa langsung wisata kuliner nasi kebuli atau kambing guling di sekitaran pasar yang suasananya Arab banget. Tipikal sholat Ied di sini itu berisik tapi tenang, sebuah kontradiksi yang cuma bisa dipahami kalau kamu datang langsung.
2. Masjid Jami' Peneleh: Napas Perjuangan HOS Tjokroaminoto
Geser sedikit ke daerah Peneleh, ada satu permata tersembunyi yang mungkin anak muda zaman sekarang sering lewati gitu aja tanpa nengok. Masjid Jami' Peneleh ini konon dibangun oleh Sunan Ampel juga, tapi yang bikin dia ikonik adalah lokasinya yang ada di tengah perkampungan tua tempat lahirnya para tokoh bangsa.
Gaya arsitekturnya klasik banget, ada sentuhan kolonial tapi tetap kerasa lokalnya dengan tiang-tiang kayu jati yang kokoh. Sholat Ied di sini rasanya kayak masuk ke mesin waktu. Kamu bakal ngerasain gimana rasanya ibadah di tempat yang dulunya mungkin jadi saksi Bung Karno atau HOS Tjokroaminoto diskusi soal nasib bangsa. Jamaahnya? Kebanyakan adalah warga asli Peneleh yang turun-temurun tinggal di sana. Suasananya jauh lebih intim dan "kekeluargaan" dibanding masjid besar lainnya. Kalau kamu bosen sama masjid yang terlalu modern dan pengen ngerasain Lebaran ala kampung tengah kota yang otentik, Peneleh adalah jawabannya.
3. Masjid Cheng Ho: Simbol Akulturasi yang Estetik
Oke, mungkin Masjid Cheng Ho ini tergolong "muda" dibanding Ampel, tapi jangan salah, sejarah yang dibawanya adalah sejarah tentang keberagaman Surabaya. Terinspirasi dari Laksamana Cheng Ho, masjid ini punya bentuk yang lebih mirip kelenteng daripada masjid pada umumnya. Warnanya merah menyala, hijau, dan kuning, kontras banget sama langit Surabaya yang seringnya biru pucat karena terik.
Pas sholat Ied, Masjid Cheng Ho jadi primadona buat mereka yang pengen ibadah sekaligus mengagumi indahnya toleransi. Jamaahnya sangat beragam, menunjukkan kalau Islam itu emang nggak sekat-sekat etnis. Area parkirnya biasanya bakal meluber sampai ke jalan raya. Yang asyik dari sholat Ied di sini adalah suasananya yang sangat rapi dan estetik. Banyak orang yang setelah sholat menyempatkan diri buat foto-foto bareng keluarga di depan replika kapal Cheng Hoo. Ya hitung-hitung buat update konten Instagram di hari kemenangan, tapi tetep dapet pahalanya.
4. Masjid Kemayoran: Saksi Bisu Kolonialisme
Terletak di depan gedung DPRD Jawa Timur, Masjid Kemayoran atau yang punya nama resmi Masjid Raudhatul Musyawarah ini punya sejarah yang agak "ngeri-ngeri sedap". Dulu, lokasinya bukan di situ, tapi karena ada konflik lahan dengan pemerintah kolonial Belanda yang mau bangun gedung pengadilan, masjid ini akhirnya dipindah. Arsitekturnya unik, ada perpaduan gaya Eropa dengan atap tumpang khas Jawa.
Sholat Ied di sini punya vibe yang sangat formal tapi tetap merakyat. Karena lokasinya yang strategis banget di pusat kota, jamaahnya nggak cuma warga sekitar, tapi juga orang-orang yang kebetulan lagi dinas atau menginap di hotel-hotel tengah kota. Halamannya yang luas biasanya ditutup rapat oleh saf-saf jamaah yang beralaskan koran bekas. Ada semacam kebanggaan tersendiri bisa sholat di masjid yang dulu jadi simbol perlawanan terhadap kebijakan semena-mena penjajah.
Kenapa Harus Masjid Bersejarah?
Mungkin banyak yang nanya, "Kenapa sih harus ribet-ribet macet ke masjid tua kalau di masjid depan rumah aja bisa?" Jawabannya simpel, pengalaman batin. Ada rasa bangga dan haru saat kita sujud di tempat yang sama dengan kakek buyut kita dulu, atau di tempat para pahlawan pernah meminta doa restu sebelum berperang. Sholat Ied di masjid bersejarah itu semacam cara arek Suroboyo buat tetap 'grounded' atau membumi, mengingat akar mereka di tengah gempuran mal-mal mewah dan apartemen tinggi.
Jadi, buat kalian yang Lebaran tahun ini masih di Surabaya, coba deh sekali-kali mampir ke salah satu masjid di atas. Siapkan fisik buat desak-desakan, siapkan hati buat keikhlasan, dan jangan lupa bawa plastik buat bungkus sandal biar nggak hilang atau tertukar. Selamat merayakan hari kemenangan di Kota Pahlawan!
Next News

Kenapa Masuk Terowongan Malah Berasa Dipanggang Microwave?
5 days ago

Daftar 7 Rekomendasi Oleh Oleh Khas Jogja Paling Populer dan Wajib Dibawa Pulang
11 days ago

Kenapa Aspal dan Beton Bikin Rumahmu Tetap Panas Meski Matahari Sudah Terbenam?
14 days ago

Tempat Wisata yang Cocok Untuk Kamu si Paling Extrovert!
16 days ago

Mengintip Rahasia Cuan Madu Randu Desa Welulang Sekali Panen 5 Kuintal
17 days ago

Geliat 100 UMKM di Balai Kota: Misi Bank Jatim Perkuat Ekonomi Digital Surabaya
22 days ago

Ngabuburit Bermanfaat! Cek Kesehatan Gratis di JConnect Ramadan Vaganza 2026
22 days ago

Cappadocia Van Java! Sensasi Balon Udara di JConnect Ramadan Vaganza 2026 Surabaya
23 days ago

JConnect Ramadan Vaganza 2026: Dari Wisata Balon Udara Hingga Layanan Publik Gratis di Balai Kota Surabaya!
23 days ago

7 Rekomendasi Makanan Khas Daerah Semarang yang Wajib Kamu Coba Saat Liburan
25 days ago






