"Kerja Terus, Cukup Nggak?": May Day 2026 Jadi Suara Keresahan Buruh Muda
Elsa - Thursday, 30 April 2026 | 03:23 PM


JAKARTA — Buat sebagian orang, 1 Mei mungkin cuma tanggal merah. Tapi buat ribuan buruh, ini adalah hari untuk bersuara.
Di depan Gedung DPR RI, Jakarta, ribuan massa dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) bersiap turun ke jalan dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Bukan sekadar aksi tahunan, tapi bentuk keresahan yang makin nyata: kerja keras, tapi hidup masih terasa pas-pasan.
Bayangkan ini: bangun pagi, kerja 8 jam (atau lebih), lembur kalau diminta, tapi di akhir bulan masih harus mikir ulang buat sekadar "self reward". Buat banyak buruh terutama generasi muda, ini bukan cerita, tapi rutinitas.
Itulah kenapa isu upah layak jadi suara utama yang akan digaungkan tahun ini.
Koordinator Dewan Buruh Nasional KASBI, Nining Elitos, menyebut aksi ini sebagai pengingat bahwa kerja seharusnya bisa memberikan kehidupan yang manusiawi, bukan sekadar bertahan hidup.
Di sisi lain, keresahan ini juga relate dengan banyak Gen Z hari ini. Di tengah tren "healing", "work-life balance", dan "financial freedom", realitanya masih banyak yang bahkan belum sampai di titik hidup nyaman.
May Day akhirnya jadi lebih dari sekadar simbol. Ia berubah jadi ruang untuk bilang: ada yang belum beres.
Aksi ini diperkirakan tak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di berbagai daerah lain. Sebuah sinyal bahwa isu ini bukan masalah satu kota tapi keresahan bersama.
Karena pada akhirnya, pertanyaannya sederhana:
kalau kerja terus, kenapa hidup masih terasa kurang cukup?
Next News

Wisata Lengkap Ponorogo: Dari Magisnya Reog, Lezatnya Sate, hingga Syahdunya Telaga Ngebel
6 days ago

Gagal PTN Bukan Kiamat: Menakar Lifestyle dan Peluang Kerja di Kampus Swasta Hits Surabaya
7 days ago

Era Overstimulasi: Saat Otak Dipaksa Lari Maraton Tanpa Henti
11 days ago

Career Cushioning: Seni Menyiapkan Bantalan Sebelum Terjun Bebas di Dunia Kerja
12 days ago

Menolak Lupa di Jembatan Merah: Tempat Merdeka Dipertaruhkan dengan Nyawa
17 days ago

Rekomendasi Restoran Fine Dining di Surabaya untuk Pengalaman Kuliner Berkelas
17 days ago

Throwback Ke Citayam Fashion Week di 2022
17 days ago

Bukan Sekadar Panas dan Kemacetan, Intip Lima Cara Menikmati Kota Surabaya
21 days ago

Menemukan Nyawa Flores di Tengah Kabut, Kopi, dan Tradisi Megalitikum Bajawa
21 days ago

Sidoarjo Pride! Melipir Sejenak dari Macetnya Gedangan Demi Surga Kuliner yang Gak Ada Lawan
21 days ago





