Ceritra
Ceritra Warga

Alasan Mengapa Buaya Jarang Memangsa Kapibara Padahal Sering Duduk Santai Berdampingan

Nisrina - Saturday, 31 January 2026 | 05:00 PM

Background
Alasan Mengapa Buaya Jarang Memangsa Kapibara Padahal Sering Duduk Santai Berdampingan
Potret kapibara dan buaya duduk berdampingan. (Fine Art America/)

Dunia maya sering kali dihebohkan dengan berbagai potret unik dari dunia satwa yang membuat kita geleng geleng kepala. Salah satu fenomena yang paling viral dan menjadi perbincangan hangat adalah interaksi santai antara kapibara dan buaya. Kapibara yang sering dijuluki warganet Indonesia sebagai "Masbro" ini kerap tertangkap kamera sedang duduk tenang di pinggir sungai bahkan menunggangi punggung predator ganas tersebut tanpa rasa takut sedikit pun.

Pemandangan ini tentu sangat kontradiktif dengan hukum rimba yang kita ketahui. Buaya dikenal sebagai predator puncak di perairan yang akan menyambar apa saja yang bergerak di dekatnya. Sementara kapibara adalah hewan pengerat terbesar di dunia yang secara logika seharusnya menjadi santapan empuk dan lezat bagi reptil tersebut. Namun kenyataannya mereka sering terlihat hidup berdampingan dengan damai seolah olah ada perjanjian damai di antara keduanya.

Banyak orang yang berspekulasi bahwa kapibara memiliki pesona imut atau aura persahabatan yang membuat buaya luluh dan enggan memakannya. Namun dalam dunia biologi tidak ada istilah persahabatan antar spesies yang berbeda rantai makanan. Ada alasan ilmiah yang kuat mengapa fenomena aneh ini bisa terjadi. Mari kita bedah tuntas fakta di balik hubungan unik antara si raja sungai dan si santuy kapibara.

Ukuran Tubuh yang "Nanggung" Bagi Predator

Salah satu faktor utama yang menyelamatkan kapibara dari rahang buaya adalah ukuran tubuhnya. Kapibara dewasa bisa memiliki bobot tubuh mencapai 35 hingga 66 kilogram. Bagi spesies buaya atau caiman yang berukuran kecil hingga sedang ukuran kapibara ini terlalu besar untuk ditelan.

Buaya tidak bisa mengunyah makanan seperti mamalia. Mereka harus menelan mangsanya secara utuh atau mencabik cabiknya dengan gerakan memutar yang disebut death roll. Bagi buaya ukuran sedang memangsa kapibara dewasa membutuhkan energi yang sangat besar dan berisiko tinggi. Kapibara memiliki gigi pengerat yang tajam dan tenaga yang kuat untuk memberontak.

Alih alih bertarung mati matian dengan hewan seberat 60 kilogram buaya lebih memilih mangsa yang lebih mudah ditangkap dan ditelan seperti ikan burung atau mamalia kecil lainnya. Jadi dalam kalkulasi energi sang predator kapibara sering kali dianggap "tidak sepadan" dengan usaha yang harus dikeluarkan.

Kapibara Terlalu Waspada dan Lincah

Jangan tertipu dengan wajahnya yang selalu tampak mengantuk dan pergerakannya yang lambat di darat. Kapibara sebenarnya adalah hewan yang memiliki kewaspadaan tingkat tinggi. Mata telinga dan hidung mereka terletak di bagian atas kepala. Struktur ini memungkinkan mereka untuk tetap melihat mendengar dan mencium bahaya meskipun seluruh tubuhnya terendam di dalam air.

Selain itu kapibara hidup dalam kelompok sosial yang besar. Dalam satu kawanan selalu ada anggota yang bertugas sebagai pengawas. Jika ada tanda tanda bahaya sekecil apa pun mereka akan mengeluarkan suara peringatan yang khas dan seluruh kawanan akan melarikan diri ke dalam air dengan kecepatan luar biasa.

Kapibara adalah perenang yang sangat ulung. Mereka memiliki selaput pada kaki kakinya yang membuat mereka bisa berenang sangat cepat dan menyelam dalam waktu yang lama untuk menghindari kejaran predator. Tingkat kesulitan untuk menangkap kapibara inilah yang membuat buaya sering kali malas untuk memburunya jika tidak benar benar kelaparan.

Mode Hemat Energi Buaya

Buaya adalah hewan berdarah dingin atau ektotermik. Artinya suhu tubuh mereka sangat bergantung pada suhu lingkungan. Karena metabolisme mereka lambat buaya tidak perlu makan setiap hari seperti manusia atau mamalia lainnya. Seekor buaya besar bisa bertahan hidup berbulan bulan tanpa makan setelah menyantap satu mangsa besar.

Sering kali momen ketika kita melihat kapibara duduk santai di dekat buaya adalah saat buaya sedang dalam fase berjemur atau basking. Saat berjemur buaya sedang menyerap panas matahari untuk melancarkan metabolisme tubuhnya. Dalam kondisi ini buaya sedang dalam mode istirahat total dan tidak memiliki hasrat untuk berburu.

Kapibara yang cerdas secara insting mengetahui kapan buaya sedang dalam mode berburu dan kapan sedang mode istirahat. Mereka memanfaatkan momen "gencatan senjata" ini untuk minum atau berendam di sungai yang sama tanpa rasa takut. Inilah yang sering tertangkap kamera dan disalahartikan sebagai persahabatan.

Bukan Menu Utama dalam Diet Buaya

Fakta lain yang perlu diketahui adalah soal preferensi makanan. Meskipun buaya adalah karnivora oportunis namun kapibara bukanlah menu utama dalam diet harian mereka. Spesies buaya tertentu seperti Yacare Caiman yang banyak hidup di habitat kapibara lebih menyukai diet berupa ikan siput dan hewan air kecil lainnya.

Ada ketidaksinkronan antara apa yang disukai buaya dengan keberadaan kapibara. Kecuali buaya tersebut adalah spesies Black Caiman atau Jaguar yang memang predator puncak sejati sebagian besar jenis buaya di Amerika Selatan cenderung mengabaikan kapibara dewasa yang sehat. Mereka mungkin hanya akan mengincar anak kapibara yang terpisah dari induknya atau kapibara yang sedang sakit dan lemah.

Simbiosis Mutualisme yang Tidak Disengaja

Ada teori menarik lainnya mengenai hubungan unik ini. Keberadaan kotoran kapibara di air ternyata dapat menyuburkan tanaman air dan plankton. Hal ini kemudian mengundang banyak ikan untuk datang ke area tersebut. Banyaknya ikan yang berkumpul di sekitar kawanan kapibara justru menguntungkan bagi buaya.

Buaya tidak perlu repot repot mengejar kapibara yang besar dan lincah karena makanan favorit mereka yaitu ikan sudah tersedia berlimpah di sekelilingnya. Jadi secara tidak langsung keberadaan kapibara justru mendatangkan makanan yang lebih mudah bagi buaya. Ini menciptakan sebuah harmoni ekosistem yang unik di mana mangsa dan pemangsa bisa berbagi ruang yang sama.

Apakah Buaya Tidak Pernah Memakan Kapibara

Penting untuk meluruskan bahwa meskipun mereka sering terlihat akur bukan berarti buaya tidak akan pernah memakan kapibara. Predasi tetap terjadi terutama di musim kering ketika sumber makanan lain menipis. Namun kejadian ini tidak sesering yang kita bayangkan pada interaksi predator dan mangsa lainnya.

Jadi alasan utama mengapa mereka tampak seperti sahabat karib "Masbro" bukanlah karena cinta atau persahabatan. Melainkan karena kalkulasi untung rugi secara biologis. Kapibara terlalu besar terlalu waspada dan terlalu merepotkan untuk dimangsa oleh buaya yang sedang kenyang atau sedang berjemur.

Fenomena ini mengajarkan kita bahwa di alam liar keseimbangan ekosistem berjalan dengan cara yang sangat kompleks dan penuh perhitungan. Apa yang terlihat santai di permukaan sebenarnya adalah hasil dari strategi bertahan hidup yang telah berevolusi selama ribuan tahun.

Logo Radio
🔴 Radio Live