Ceritra
Ceritra Warga

Penyebab Wajan Stainless Steel Berubah Warna dan Solusinya

Nisrina - Tuesday, 03 February 2026 | 07:15 PM

Background
Penyebab Wajan Stainless Steel Berubah Warna dan Solusinya
Penggunaan stainless steel pan ketika memasak. (Freepik/drobotdean)

Peralatan masak berbahan stainless steel atau baja tahan karat adalah investasi terbaik bagi setiap dapur modern. Material ini dikenal karena ketahanannya yang luar biasa tampilannya yang elegan dan kemampuannya dalam menghantarkan panas. Tidak heran jika banyak koki profesional maupun ibu rumah tangga yang menjadikan wajan stainless steel sebagai senjata utama mereka dalam memasak.

Namun seiring berjalannya waktu dan frekuensi penggunaan yang tinggi wajan yang tadinya berkilau seperti cermin bisa berubah menjadi kusam. Sering kali muncul noda noda aneh yang membuat tampilannya tidak lagi menarik. Ada yang berubah warna menjadi kekuningan muncul bercak putih hingga timbulnya noda pelangi yang membingungkan.

Banyak orang mengira wajan mereka sudah rusak atau berkarat lalu memutuskan untuk membuangnya. Padahal perubahan warna ini adalah fenomena kimiawi yang wajar dan sebagian besar bisa diatasi dengan mudah. Artikel ini akan mengupas tuntas empat penyebab utama mengapa wajan stainless steel Anda berubah warna dan memberikan panduan lengkap cara mengembalikannya agar kinclong seperti baru.

Panas Berlebih Menciptakan Noda Pelangi

Pernahkah Anda melihat noda seperti tumpahan minyak yang membiaskan warna pelangi di dasar wajan stainless steel Anda. Fenomena ini sering disebut sebagai heat tint atau noda panas. Ini adalah penyebab paling umum perubahan warna pada peralatan masak berbahan baja.

Stainless steel mengandung kromium yang berfungsi melindunginya dari karat dan korosi. Ketika wajan dipanaskan hingga suhu yang sangat tinggi lapisan pelindung kromium ini menebal. Penebalan ini menyebabkan pembiasan cahaya yang berbeda beda sehingga mata kita menangkapnya sebagai warna pelangi.

Semakin panas suhu yang diterima wajan semakin gelap perubahan warnanya. Mulai dari kekuningan oranye hingga biru tua atau ungu. Meskipun secara visual terlihat mengganggu noda pelangi ini sebenarnya tidak mempengaruhi performa masak dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Ini hanyalah reaksi kosmetik logam terhadap api.

Sisa Makanan dan Minyak yang Terbakar

Penyebab kedua yang sering membuat wajan terlihat kotor dan jorok adalah sisa makanan atau minyak yang terbakar. Sering kali kita merasa sudah mencuci wajan dengan bersih namun ternyata masih ada lapisan tipis minyak yang tertinggal di pori pori wajan.

Ketika wajan tersebut dipanaskan kembali lapisan minyak tipis ini akan mengalami polimerisasi. Ia akan mengeras dan berubah warna menjadi cokelat atau hitam. Semakin lama dibiarkan lapisan gosong ini akan semakin tebal dan sulit dihilangkan dengan sabun cuci piring biasa.

Selain itu tumpahan makanan yang meluap ke sisi luar wajan dan terkena api kompor secara langsung juga bisa menyebabkan noda gosong yang membandel. Noda ini jika tidak segera dibersihkan akan membuat wajan terlihat tua dan tidak terawat.

Bercak Putih Akibat Endapan Kapur Air

Masalah ketiga yang sering muncul adalah timbulnya bercak bercak putih kecil di permukaan wajan setelah kering. Jika Anda melihat ini jangan panik karena itu bukan jamur atau karat. Bercak putih tersebut adalah deposit kalsium atau residu mineral yang tertinggal dari air keran.

Fenomena ini sering terjadi di daerah yang memiliki air sadah atau hard water. Air sadah mengandung kadar kalsium dan mineral lain yang tinggi. Ketika Anda merebus air atau mencuci wajan dan membiarkannya kering sendiri air akan menguap namun mineralnya tertinggal di permukaan logam.

Meskipun bercak kapur ini tidak berbahaya bagi kesehatan dan tidak merusak fungsi wajan keberadaannya bisa membuat permukaan stainless steel terlihat kusam dan kehilangan kilau mewahnya. Penumpukan kerak kapur yang parah juga bisa menjadi tempat bakteri bersarang jika tidak dibersihkan secara rutin.

Lubang Kecil Akibat Garam atau Pitting

Penyebab keempat ini adalah yang paling serius dan harus diwaspadai karena sifatnya permanen. Pernahkah Anda melihat bintik bintik kecil seperti lubang jarum pada dasar panci stainless Anda. Itu disebut dengan pitting atau korosi lubang.

Penyebab utamanya adalah kesalahan dalam penggunaan garam. Banyak orang terbiasa memasukkan garam ke dalam air dingin saat hendak merebus pasta atau sayuran. Padahal garam tidak larut dengan sempurna dalam air dingin. Butiran garam yang mengendap di dasar panci akan bereaksi dengan kromium pada stainless steel dan mengikisnya.

Reaksi kimia ini menciptakan lubang lubang mikroskopis yang tidak bisa diperbaiki. Berbeda dengan noda pelangi atau bercak kapur yang bisa dibersihkan kerusakan akibat pitting bersifat abadi. Oleh karena itu sangat disarankan untuk memasukkan garam hanya ketika air sudah mendidih agar garam langsung larut dan tidak mengendap.

Solusi Praktis Membersihkan Noda

Kabar baiknya sebagian besar masalah di atas kecuali pitting dapat diatasi dengan bahan bahan yang ada di dapur Anda. Anda tidak perlu membeli pembersih kimia mahal untuk mengembalikan kilau wajan kesayangan.

Untuk mengatasi noda pelangi dan bercak kapur cuka putih adalah sahabat terbaik Anda. Sifat asam pada cuka sangat efektif untuk melarutkan deposit mineral dan mengembalikan lapisan kromium ke kondisi semula. Cukup tuangkan sedikit cuka ke dalam wajan gosok perlahan dengan spons lembut lalu bilas dengan air bersih. Wajan Anda akan kembali berkilau seketika.

Sedangkan untuk noda gosong atau minyak yang terbakar Anda bisa menggunakan bantuan soda kue atau baking soda. Taburkan soda kue di atas area yang gosong beri sedikit air hingga menjadi pasta lalu biarkan beberapa saat. Gosok dengan lembut lalu bilas. Untuk noda yang sangat bandel Anda bisa merebus air campuran soda kue di dalam wajan tersebut selama beberapa menit untuk merontokkan kerak gosongnya.

Tips Merawat Agar Awet Bertahun Tahun

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Agar wajan stainless steel Anda tetap awet dan kinclong ada beberapa kebiasaan baik yang perlu diterapkan. Pertama biasakan untuk mengeringkan wajan dengan lap kering segera setelah dicuci untuk mencegah bercak air.

Kedua jangan pernah memanaskan wajan kosong dengan suhu tinggi dalam waktu lama. Ketiga biarkan wajan dingin terlebih dahulu sebelum dicuci. Menyiram wajan panas dengan air dingin dapat menyebabkan thermal shock yang membuat dasar wajan menjadi melengkung.

Dengan perawatan yang tepat peralatan masak stainless steel bisa bertahan seumur hidup dan bahkan bisa diwariskan ke generasi berikutnya. Jangan biarkan perubahan warna kecil membuat Anda kehilangan semangat memasak.

Logo Radio
🔴 Radio Live